myimage. id | Tari Srimpi Gambirsawit adalah salah satu tari Jawa Klasik dimana di dalam tarian tersebut menggambarkan putri-putri Kraton yang sedang bergembira di dalam sebuah taman sari, mereka berkumpul, bercanda dengan teman sebayanya, kalau di ibarat bunga,  para putri-putri Kraton ini sedang mekar-mekarnya yang menimbulkan bau yang sangat harum semerbak.

Tari Srimpi Gambirsawit

Tarian ini ditarikan pada HUT Langen Mataya ke 3 pada tanggal 8 Desember 2017 di Lobby Teater Besar ISI Suarakarta oleh ibu-ibu Langen Mataya dimana ini merupakan kumpulan dari para penggiat seni Tari Bedoyo (yang berasal dari Kraton) yang ada di kota Surakarta. Rata-rata mereka adalah para senior tari yang berumur lebih dari 60 tahun tapi masih energik kalau berhubungan dengan perkembangan Tari Kraton.

Tari Srimpi Gambirsawit

Tari Srimpi Gambirsawit adalah tari gaya Surakarta yang di tarikan oleh 4 penari yang mempunyai perawakan dengan riasan dan busana yang sama. Tarian ini diciptakan atas perintah Raja pada masa pemerintahan Paku Buwono ke VIII pada tahun 1847 M. Karena ditarikan oleh 4 penari, makna tarian ini juga bisa diartikan menunjukan keempat mata penjuru angin atau dalam bahasa Jawanya “papat kiblat lima pancer”.

Tari Srimpi Gambirsawit

Nama Gambirsawit diambil dari nama gending yang mengiringi tarian ini yaitu gending Gambir Sawit dimana pada iringan tari ini semua murni Gamelan Jawa Klasik. Dilihat dari gerak tariannya, Tari Srimpi Gambirsawit  tidaklah rumit tapi malah terbilang sederhana sehingga tidak begitu susah untuk dipelajari.

Tari Srimpi Gambirsawit

Tari Srimpi Gambirsawit  pada HUT Langen Mataya ke 3 merupakan pemadatan yang dilakukan oleh para sesepuh Langen Mataya dengan nara sumber langsung dari Lurahnya Bedoyo Srimpi dari Kraton langsung yaitu ibu Sri Mulyani.

Tari Srimpi Gambirsawit

Kali ini Tari Srimpi Gambirsawit ini ditarikan oleh Ibu Darmasti, Sri Setyoasih, Dwi Rahmani dan Sulistyo Haryanti. Dengan kekompakan dan anggunnya tarian ini di bawakan oleh para sesepuh tari ini, walaupun ibu-ibu ini berumur diatas 60 tahun, tapi keanggunan dan keluwesan mereka sangat terasa magic di setiap gerak yang mereka tampilkan.

Tari Srimpi Gambirsawit

Tari Srimpi Gambirsawit di padatkan yang semula di dalam Kraton kalau ditampilkan sekitar satu jam penuh, sekarang menjadi sekitar 20 sampai 25 menit dan kalau disaksikan akan lebih enak karena tidak terlalu lama.

Tari Srimpi Gambirsawit

Pada acara ini sangat spesial sekali karena dulunya tarian ini hanya orang-orang Kraton saja yang bisa melihat karena hanya ditarikan pada waktu tertentu, pada acara ini kita dapat menyaksikan keindahan tarian ini, dimana ternyata lewat Langen Mataya  kita bisa menyaksikan tarian Kraton ini. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here