myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Selamat pagi, semoga semua sehat dan bahagia. Bong, obong, obong, obong. Bong, obong, obong, obong, itulah secuplik syair lagu yang sangat terkenal di Indonesia yang menggambarkan Anoman membakar kerajaan Alengkadiraja dalam menyelamatkan Dewi Sinta yang diculik oleh Rahwana. Semua ini tergambar jelas dalam Wayang Orang dengan lakon Anoman Duta yang merupakan sebuah cerita dari epos Ramayana yang didalamnya menceritakan tentang kesaktian dan kepahlawanan kera putih bernama Anoman dalam merusak Kerajaan Alengkadiraja dalam rangka menyelamatkan Dewi Sinta yang diculik Rahwana.Anoman Duta, classic danceTetapi sebelum itu semua, Anoman harus mengalahkan Anggada dalam sebuah sayembara yang diadakan oleh Ramawijaya. Pemenang sayembara  ini akan diutus sebagai duta Ramawijaya untuk melacak keberadaan Dewi Sinta yang diculik oleh Rahwana.Anoman Duta, classic danceDi kerajaan Alengkadiraja, Anoman harus melalui sebuah taman yang indah bernama Argasoka. Didalam taman inilah Dewi Sinta sedang dihibur oleh Trijatha putri dari Wibisana adik dari Rahwana. Ketika bertemu Dewi Sinta, Anoman menyerahkan cincin sebagai bukti cinta Ramawijaya  kepada Dewi Sinta.Anoman Duta, classic danceSebagai balasannya Dewi Sinta menyerahkan Cundhuk (hiasan rambut) kepada Anoman sebagai tanda kesetiaan cintanya kepada Ramawijaya. Setelah itu Anoman minta kepada Dewi Sinta dan para putri yang lain untuk meninggalkan taman Argasoka ini, karena dia akan merusaknya.Anoman Duta, classic danceTindakan ini diketahui oleh para prajurit kerajaan Alengkadiraja, sehingga terjadilah peperangan. Ketika semua prajurit ini dapat dikalahkan semua oleh Anoman, datanglah putra Rahwana bernama Indrajit yang memiliki senjata sakti berupa panah yang disebut dengan Nagapasa. Dengan panah inilah dia bertanding perang dengan Anoman.Anoman Duta, classic danceWayang Orang dengan lakon Anoman Duta ini di pertunjukan pada acara Catur Sagatra 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY yang pada tahun ini memasuki tahun ke 9, di Kagungan Dalam Bangsal Pagelaran Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, tepatnya tanggal 13 Juli 2019, mulai pukul 19.30 wib sampai selesai, sebagai penampil ketiga oleh Pura Pakualam Yogyakarta.Anoman Duta, classic danceCatur Sagatra 2019 pada tahun ini mengambil tema “Tegur Sapa Cultural” dengan menampilkan Wayang Orang dengan cerita Klasik Ramayana secara komplit, dengan urutan Pura Mangkunegaran “Sinta Murca”, Kasultanan Yogyakarta “Subali Lena”, Pura Pakualam “Anoman Duta” dan Kasunanan Surakarta dengan “Sinta Obong”.Anoman Duta, classic danceSebuah tontonan yang luar biasa, jarang sekali pertunjukan seperti ini diadakan, dimana masyarakat umum bisa melihat keunikan dan kekhasan serta rasa yang berbeda-beda dari masing-masing Kraton. Mulai dari gerak, kastum maupun gendhing-gendhing semua akan berbeda dan memiliki rasa klasik.Anoman Duta, classic danceCiri khusus dalam pola baku menari di Pendapa pada Pura Pakualaman adalah peran Raja diposisikan di sebelah kanan penonton, sedangkan bagian kiri penonton untuk wadya bala. Ketika masuk arena Pendapa para penari melakukan laku dodok, menyiapkan diri dengan pose silamarikelu terus sembahan dilanjutkan maju beksan sampai di gawang tengah.Anoman Duta, classic danceStruktur gerak Wayang Orang gagrak Pura Pakualaman mengacu pada paugeran mbeksa ora ngaya, sakpenake lan merdika. Dengan paugeran tersebut struktur garap Wayang Orang Pura Pakualaman adegan pertama diawali adegan kerajaan, kemudian muncul utusan dari negeri lain. Dilanjutkan perang gagal antara peran utusan dengan peran yang menerima utusan.Anoman Duta, classic danceUntuk struktur adegan awal gerakannya diawali dengan sembah, kemudian laku dodok menuju posisi awal menari. Posisi silamarikelu dilanjutkan sembahan kemudian trap jengkeng, berdiri sabetan dimulai dgn gerak trap pajeg. Selanjutnya lumaksana diakhiri gerak ombak banyu nyandhak gantung kiri mbadulan nyandhak beksan.Anoman Duta, classic dancePengembangan seni dalam Wayang Orang saat ini di Pura Pakualaman selalu mengambil esensi dari dalam ceriteranya. Sebagai contoh dalam lakon Anoman Duta ini, Anoman di perankan sebagai peran utamanya dengan klimak pertarungannya melawan Indrajit dengan panah Nagapasanya.Anoman Duta, classic danceDijaman era milineal ini keterlibatan anak muda dan anak-anak di Pura Pakualaman cukup bagus, disediakan waktu setiap hari Senin dan Kamis untuk latihan menari secara rutin, sehingga kedepan   kesenian Pura Pakualaman ada regenerisasinya.Anoman Duta, classic danceDisamping setiap tahun diadakan lomba tari Gagrak Pura Pakualaman. Lomba tari dikatagorikan 3 tingkatan yaitu tingkat SD, tingkat SMP, dan tingkat Umum yaitu SMA dan Mahasiswa. Lomba diadakan berkaitan dengan kegiatan Adeging Nagari Pura Pakualaman. Secara keseluruhan lomba meliputi lomba melukis, macapat, pertunjukan dolanan anak, mengarang puisi dan masih banyak yang lainnya.Anoman Duta, classic dance“Dengan adanya Catur Sagatra 2019 dengan lakon Anoman Duta ini diharapkan anak-anak milineal mengetahui bentuk tari klasik yang berbeda konsep dari gerak, pakaian dan iringan dari ke empat Kraton Trah Mataram ini, serta mendapatkan gambaran episode Ramayana secara penuh dan utuh, karena di tangan mereka semua ini akan mereka teruskan”, ujar DR. Mardjijo, S.S.T, M.Sn (KMT. Nindyodipuro) selaku  pelaku seni di Pura Pakualaman. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here