myimage.id | Kidung Sang Lelana, Cerita tentang Sinta merupakan sebuah drama wayang tentang kidungnya Sang Rama yang menceritakan tentang Sinta, mulai dari sang Rama mendapatkan cintanya sampai Sinta dipaksa untuk membuktikan ketulusan cinta dan kesetiaannya terhadap Rama dengan Pati Obong.

Kidung Sang Lelana

Acara ini merupakan gelar karya teater Lilin Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2017, pada jam 19.30 wib di Auditorrium Kampus 2 Gedung St. Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Kidung Sang Lelana

Kidung Sang Lelana, Cerita tentang Sinta ini ada empat babak di mana yang pertama menceritakan tentang peritiwa Sinta dan Lesmana, disini Lesmana mengucapkan sumpah wadad, ia tidak akan mempunyai istri sampai kapanpun karena dituduh oleh Sinta bahwa Lesmana masih mencintai Sinta, padahal Lesmana sudah tidak mencintai Sinta sejak sayembara untuk memperebutkan Sinta dimenangkan oleh sang Rama.

Kidung Sang Lelana

Babak kedua, Sinta diculik oleh Rahwana yang menyamar sebagai kakek tua yang sedang kehausan dimana di dalam kisah Ramayana sering disebut dengan Sinta ilang. Sinta yang ditinggal oleh Lesmana yang mencari Rama ditengah hutan. Sebelumnya dia meninggalkan Sinta, dia memberi rajah kala cakra agar tidak diganggu oleh siapapun. Maka datanglah Rahwana yang menyamar sebagai kakek tua minta minum terhadap Sinta. Sinta tergoda untuk keluar dari rajah cakra kelana untuk menolong kakek tua tersebut. Setelah keluar, Sinta di bawa oleh Rahwana ke kerajaan Alengka Diraja. Sinta yang ditawan berada di Negara Alengka Diraja, tetap menjaga ketulusan dan kesetiaan cintanya kepada Rama.

Kidung Sang Lelana

Babak ketiga, Anoman Duto, disini diceritakan Anoman yang merupakan panglima perang prajuritnya Rama menemui Sinta di taman Argosoko yang diikuti oleh Punokawan. Ditaman ini Sinta ditemani oleh Trijata yang merupakan keponakan Rahwana yang bertugas membujuk Sinta agar mau menjadi istri sang Rahwana. Tapi Sinta masih dalam pendiriannya, dia tidak mau menjadi istri Rahwana. Anoman menunjukan cincin sebagai tanda bahwa dia merupakan utusan dari Rama.

Kidung Sang Lelana

Kidung Sang Lelana

Kidung Sang Lelana

Melihat hal tersebut Rahwana marah karena Anoman dengan lancang masuk ke Taman Argosoko, Anoman memperkenalkan diri bahwa dia merupakan utusan dari Rama sebagai panglima perang prajurit Rama. Dia dihina oleh Rahwana, tapi dasarnya Anoman walaupun Rahwana marah dan menghinanya, ia malah mengacak-ngacak taman Argosoka tersebut yang malah membuat Rahwana tambah marah. Maka terjadilah perang tanding antara Rahwana dan Anoman.

Kidung Sang Lelana

Kidung Sang Lelana

Peperangan antara Rahwana dengan Anoman merembet di sebuah bukit dimana dengan lincahnya Anoman dengan cerdik dapat bersembunyi disana sini. Rahwana tambah marah dengan keadaan tersebut. Tapi dalam kemarahan tersebut Rahwana sayup-sayup mendengar kidung yang lama kelamaan membuat dia tidak berdaya. Ini merupakan kidung dari Rama. Tapi namanya Rahwana tidak akan dapat mati karena dia mempunyai ajian Pancasona, selama dia masih menginjak bumi maka dia tidak akan mati.

Kidung Sang Lelana

Setelah peristiwa tersebut Sinta di bawa oleh Anoman menghadap Rama, tapi ditolak oleh Rama karena Rama tidak percaya bahwa setelah puluhan tahun dalam genggaman Rahwana, Sinta masih suci. Betapa hancur hati Sinta mendengar penolakan Rama. Maka untuk membuktikan hal tersebut Rama minta supaya Sinta melakukan Pati Obong. Jika Sinta masih suci maka dia tidak akan terbakar oleh api tersebut.

Kidung Sang Lelana

Babak ke empat, yang merupakan babak akhir, diceritakan Lesmana bertemu dengan Trijata, dimana Trijata tidak setuju dengan keputusan Sinta untuk melakukan Pati Obong ini. Tapi Tridata diingatkan oleh Lesmana bahwa ini merupakan kehendak Batara Wisnu yang menitis ditubuh Rama. Sinta adalah Dewi alam semesta yang harus diuji kesetiaannya. Dan Lesmana yakin akan kesucian dari Sinta. Dan setelah dilakukan Pati Obong, Sinta memang tidak terbakar. Sinta memang menjaga kesucian dan kesetiaannya terhadap Rama, dan ia akhirnya diterima Rama sebagai pendampingnya.

Kidung Sang Lelana

Kidung Sang Lelana, Cerita tentang Sinta

Persembahan:Teater Lilin Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Sutradara:Drs. Sukisno, M. Sn
Pemain:Iren sebagai Sinta, Dineschara sebagai Lesmana, Vendra sebagai Rahwana, Siska sebagai Trijata, Nanto sebagai Anoman, Yusup sebagai Petruk, Aan sebagai Bagong, Thomas Soekarto sebagai Semar, Agung sebagai Kakek
Pengiring Gamelan:Ratna, Oyoy, Vitalis, Resti, Anin, Bagas, Albert, Duan, Bekti, Vincent, Monic, Cicca, Dika
Make up dan Kastum:Orin dan Dita
Lighting:Rahmat
Pimpinan Produksi:Syarifah Achda
Kru Produksi:Gita, Alfi, Belinda, Ucca, Davie, Echa, Cella, Desi, Cyntia, Rizal, Teo dan Icha

Ada keunikan dalam pagelaran Kidung Sang Lelana, Cerita tentang Sinta ini, dimana setting panggung dibuat tidak satu panggung tapi dibuat empat panggung. Penonton duduk di tengah tengah panggung yang melingkarinya. Ide ini mengingatkan pada teater rakyat yang mana antara penonton dan pemain tidak ada batasannya. Panggungnya juga disetting bermacam-macam tema mulai tema hutan, kerajaan, gunung dan taman.

Kidung Sang Lelana

Dengan adanya pagelaran ini diharapkan generasi muda sekarang lebih mencintai akan seni dan budaya Indonesia yang sangat banyak dan bermacam-macam ragamnya. Kita juga diharapkan bukan hanya nguri-nguri saja tapi lebih menghidupkan lagi (ngurup-ngurupke) seni dan budaya kita sekarang dan masa depan demi kelangsungan budaya Indonesia. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here