myimage.id | Indonesia kaya akan keberagaman seni dan budaya, namun pada dasarnya semuanya itu adalah satu kesatuan yang utuh. Lewat Gelar Seni Kawasan Candi 2018 inilah muncul kreasi-kreasi seni budaya yang baru, ya salah satunya dalam bentuk Sendratari Babad Kalasan yang merupakan sebuah sendratari garapan yang menceritakan tentang berdirinya kawasan Kalasan, dimana dulunya merupakan sebuah hutan yang di buka oleh Ki Joko Pangalasan sebagai tempat hidup bagi dia dan pengikutnya.Babad Kalasan, Culture, tradistional danceDahulu kala tempat ini tidak ada yang menempati karena terkenal dengan keangkerannya. Tapi dengan tekad yang bulat, Ki Joko Pengalasan dan pengikutnya membuka kawasan tersebut sebagai tempat bercocok tanam dan tempat hidup. Tapi dalam prosesnya dia menghadapi kendala dari penghuni kawasan tersebut berupa mahluk gaib (buto).Babad Kalasan, Culture, tradistional danceMahluk gaib tersebut tidak mau dipindahkan ketempat lain dan menyerahkan kawasan tersebut kepada Ki Joko Pangalasan. Maka terjadilah pertempuran antara keduanya, walaupun keduanya sama-sama sakti mandraguna tapi pada akhirnya makluk gaib tersebut dapat di tundukan oleh Ki Joko Pangalasan, sehingga kawasan tersebut pada akhirnya di huni oleh Ki Joko Pangalasan dengan para pengikutnya.Babad Kalasan, Culture, tradistional danceIde cerita Babad Kalasan ini terispirasi karena belum pernah diwujudkan dalam bentuk Sendratari yang ceritanya sangat menarik dalam bentuk konflik kehidupan dan diharapkan masyarakat kawasan kalasan tahu legenda cerita dari daerah mereka. Memang dulu pernah ada yang menampilkan tapi dalam bentuk Jhatilan.Babad Kalasan, Culture, tradistional danceBabad Kalasan dipersembahkan oleh Sanggar Tharah Bhawana Tirtomartani yang masuk dalam rangkaian acara Gelar Seni Kawasan Candi 2018 yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta di Kawasan Candi Kalasan, Tirtomartani, Sleman pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2018 mulai pukul 19.30 wib sampai selesai.Babad Kalasan, Culture, tradistional dance

Babad Kalasan, Culture, tradistional danceSanggar Tharah Bhawana Tirtomartani merupakan sanggar tari yang masih sangat muda, berdiri pada akhir tahun 2017, didirikan oleh Setiawan Jalu Pamungkas dan Totok, yang berhomebase di Glodong, Tirtomatani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sanggar ini bergerak di bidang tari garapan khususnya bagi para remaja putra maupun putri.Babad Kalasan, Culture, tradistional danceAda yang menarik dalam tampilan acara Gelar Seni Kawasan Candi 2018 kali ini, dimana selama ini para penontonnya banyak sekali anak-anak kecil. Apalagi pada tampilan di Candi Kalasan ini besoknya merupakan hari libur. Mereka berbondong-bondong bersama keluarga, menonton pagelaran ini. Merupakan sebuah fenomena akan ketertarikan nonton hiburan seni budaya yang ada di daerah Kalasan yang sangat menarik sekali, dari merekalah nantinya generasi penerus seni budaya ini akan selalu hidup sampai sepanjang jaman.Babad Kalasan, Culture, tradistional danceGerak dalam Sendratari Babad Kalasan ini memang berpijak dari ragam gerak tari gaya Yogyakarta, tapi sudah melalui penggarapan yang dikembangkan maupun dikurangi, yang kemudian digabungkan dengan unsur-unsur tari kerakyatan yang mengambil dari Jhatilan dan Angguk.Babad Kalasan, Culture, tradistional dancePola lantainya mementingkan alur keluar masuk pemain sepaya lancar, sehingga para pemain sendratari ini tampil lebih maksimal, dari kanan kiri menuju ketengah dan sebaliknya, menyesuikan panggung yang ada.Babad Kalasan, Culture, tradistional danceBusana yang dikenakan lebih cenderung berkiblat ke busana tari kerakyatan dalam hal ini Jhatilan, yang disesuaikan dengan tokoh-tokoh yang ditampilkan, sedangkan tokoh lainnya menyesuaikan dengan suasana, seperti tokoh mahluk gaib yang bentuknya seperti buto.Babad Kalasan, Culture, tradistional danceIringan gendhingnya menggunakan gamelan klasik Jawa, dengan iringan ladrang dan lancaran yang digabungkan dengan musik kerakyatan yang mediumnya didominasi pada garapan Jawa yang berkesinambungan dengan alat musiknya, dimana perpindahan bentuk adegannya selaras dengan kreasi suara kendangnya.Babad Kalasan, Culture, tradistional dance

Babad Kalasan

1Persembahan:Sanggar Tharah Bhawana Tirtomartani
2Kareografer:Setiawan Jalu Pamungkas
3Penata Iringan:Agus Mawarto
4Penari:
  1. Damas (Ki Joko Pangalasan)
  2. Deni Hermanto ( Adik Ki Joko Pangalasan)
  3. Dika, Arif, Dito, LIntang (Rampak Putra)
  4. Nurdiyani, Bening, Galuh, Rena (Rampak Putri)

Babad Kalasan, Culture, tradistional danceSebuah sendratari yang memberikan edukasi, bagaimana kita menghadapi kekerasan yang harus dilebur dengan tindakan kebaikan. Lewat Ki Joko Pangalasan yang membuka lahan untuk kehidupan manusia dengan segala halangan dan rintangan dari mahluk gaib yang harus kita teladani. Dengan kerendahan hati serta kebersamaan dan selalu dekat dengan Yang Maha Kuasa, maka semuanya dapat kita lewati di dunia ini. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here