myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Ngaturaken sugeng enjang kagem sedaya, mugi-mugi tansah pinaringan keraharjan. Memang kata-kata festival masih menjadi andalan untuk menarik penonton dalam memuat sebuah acara. Festival identik dengan sebuah acara seni yang pastinya menarik dan sukses. Ini semua terbukti dalam Bedog Arts Festival 2019 atau biasanya lebih familiar disebut dengan BAF 2019 yang merupakan sebuah ajang pertunjukan seni yang unik dan menarik yang diselenggarakan di atas Sungai Bedog yang melibatkan tidak hanya seniman-seniman dari Indonesia saja tetapi juga seniman-seniman dari luar negeri untuk berekspresi di festival ini.Bedog Arts Festival 2019Sungai Bedog merupakan sebuah sungai yang sumber airnya berasal dari Gunung Merapi yang letaknya paling Barat di Yogyakarta, disamping ada juga sungai Winonggo dan Code. Dan asiknya sungai ini paling aman sendiri, tidak pernah ada lahar dingin sampai di sungai ini makala Gunung Merapi sedang meletus.Bedog Arts Festival 2019Bedog Arts Festival (BAF) pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 yang waktu itu masih bertajuk “Bedog Arts Night” yang dalam acara ini selalu dihiasi ribuan lampu sentir (sebuah lampu dengan bahan bakar minyak tanah) yang diletakan secara acak di sepanjang kawasan panggung yang di selenggarakan pada malam hari.Bedog Arts Festival 2019Bedog Arts Festival 2019 diselenggarakan oleh Yayasan Banjarmili di Studio Banjarmili, tepatnya di Kali Bedog, Kradenan RT 04 RW 17, Banyuraden, Gamping, Sleman Yogyakarta selama dua hari dari tanggal 20-21 September 2019 mulai pukul 19.30 wib sampai selesai yang bekerjasama dengan Pemerintah DIY melalui Dana Istimewa.Bedog Arts Festival 2019Pada tahun ini Bedog Arts Festival 2019 membuat ruang baru yang disebut “Latar Sentir” dan “Latar Bebas”. Latar Sentir menggunakan seperti gumuk pasir di pantai dengan back ground pohon bambu dan lampu sentir, dimana ada penari yang menari yang merespon sound dari panggung utama selama 3 jam.Bedog Arts Festival 2019Latar Bebas merupakan tempat untuk mewadahi perform arts dipelataran Sungai Bedog karena ini sudah dekat dengan performing arts yang sudah tidak membatasi diri dengan tidak memakai koreografer dan inilah yang baru dan menarik serta penting.Bedog Arts Festival 2019Tema tahun ini adalah “Satu Dalam Keragaman” yang menjelaskan tentang persatuan keragaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dengan Lambang Burung Garuda yang memuat Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman ini sudah ada sejak dahulu kala dan ini menjadi kekuatan, kekayaan dan mempersatukan kita, yang harus selalu dijaga sampai akhir hayat.Bedog Arts Festival 2019Ditengah acara ada Orasi Budaya yang disampaikan Sardono W. Kusumo yang berujar, “Tradisi kesenian dulunya dihadirkan lewat wayang kulit, tembang dan cerita yang semuanya ini memberikan imajinasi kepada kita sejak kecil tentang keindahan alam semesta dan rasa syukur kepada Sang Pencipta yang sangat layak diterapkan dalam kehidupan manusia sehari-hari”.Bedog Arts Festival 2019Bedog Arts Festival 2019 juga mengangkat isu International tentang sampah plastik. Kita semua harus mulai belajar dengan arif dan bijaksana dalam memperlakukan sampah ini. Janganlah kita membuang sampah plastik disungai. Sungai bukan merupakan tempat sampah. Pengetahuan ini harus selalu diulang-ulang dengan harapan masyarakat semakin tahu dan tidak membuang sampah sembarang, karena akan berdampak buruk kedepan bagi kehidupan manusia dan lingkungannya.Bedog Arts Festival 2019Materi dalam festival ini kali ini terbagi menjadi 4 bagian dimana ada Performance Arts, Performing Arts, Community Arts, dan Experimental Arts. Dimana Community Arts iniorientasinya kepada dunia pendidikan yang melibatkan anak-anak difabel yang diberi ruang dalam festival ini dengan harapan mereka dapat merasakan hidup lebih berarti dan bermakna dikehidupan ini.Bedog Arts Festival 2019Performing Arts ini memang asli dari seniman-seniman yang berorientasi pada pencarian kreatifitas dan inovasi (high arts), sedangkan Performance Arts adalah pertunjukan dengan latar sentir dan latar bebas. Yang perlu digaris bawahi festival disini bukan hanya untuk komunitas saja tetapi seni yang berbasis masyarakat yang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang karya seni yang harus dihargai.Bedog Arts Festival 2019BAF dapat disebut sebagai meeting point seniman karena mereka tidak hanya berkarya tetapi mereka bisa berekspresi bersama dalam ruang yang sama. Ratusan seniman datang kesini dari seluruh penjuru dunia yang dijamu oleh masyarakat Kali Bedog, Kradenan RT 04 RW 17, Banyuraden, Gamping, Sleman Yogyakarta selama dua hari.Bedog Arts Festival 2019Festival ini tidak hanya berdampak terhadap para seniman tetapi juga berdampak terhadap ekonomi kreatif masyarakat sekitar. Tanpa disadari masyarakat diuntungkan dengan perspektif ekonomi, mulai dari orang-orang berjualan sampai kemudian munculnya home stay sebagai tempat tinggal sementara bagi para penonton luar daerah.Bedog Arts Festival 2019“Ada yang special dari BAF 2019 ini, karena acara ini sangat menarik bagi anak-anak milenial, ini semua bisa dibuktikan dengan seniman-seniman yang tampil disini hampir semuanya anak-anak milenial, begitu juga para penontonnya, sebagian besar adalah anak-anak milenial. Festival ini di buat sangat kreatif yang sesuaikan dengan trends jaman sekarang yang disukai anak-anak milenial. Dan panitia diserahkan kepada anak-anak milenial juga” ujar Martinus Miroto selaku ketua penyelengara Bedog Arts Festival 2019. (Soebijanto/reog biyan).

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here