myimage.id | Beksan Anila Prahasta adalah sebuah tarian yang ceritanya mengambil dari petilan Wayang Wong Ramayana yang menceritakan tentang pertarungan antara Senopati Anila dan Patih Prahasta dalam rangka mempertahankan dan membela negaranya untuk menuju kemenangan. Hal ini dikarenakan istri dari Rama Wijaya diculik oleh Rahwana.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Tarian ini ditarikan pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti merupakan sebuah acara rutin yang digelar pada tanggal 11 Pebruari 2018 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Anila merupakan senopati kerajaan Pancawati yang membela Prabu Rama Wijaya, sedangkan Prahasta adalah patih kerajaan Alengka Diraja. Dengan segala kesaktian keduanya, mereka bertanding untuk memperoleh kemenangan. Walaupun pada akhirnya pertarungan ini dimenangkan oleh Anila.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Walaupun menang terhadap Prahasta, Anila dalam pertempuran tersebut sempat terdesak, tapi dalam keadaan itu, Anila menjumpai tugu besar dan menggunakannya untuk memukul kepala Prahasta, dan Prahastapun tewas dengan kepala dan badannya hancur.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Ternyata tugu yang dipakai untuk memukul kepala Prahasta tersebut merupakan perwujudan dari seorang bidadari yang bernama Indradi, yang tidak lain adalah ibu kandung Raja Sugriwa. Indradi adalah istri dari seorang resi yang bernama Gotama yang mengutuk istrinya menjadi tugu batu, karena berselingkuh dengan Batara Surya. Dengan kematian Prahasta oleh pukulan Anila menggunakan tugu ini, malah membebaskan Indradi dari kutukan resi Gotama.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Gerak tari pada Beksan Anila Prahasta memadukan gerak gagah antep, lincah dan sangat atraktif. Dimana Anila memadukan dengan gerak yang cerdik dan galak, sedangkan Prahasta dengan tubuh yang lebih besar lebih terlihat geraknya yang lebih menawan. Tapi gerak kesemuannya ini menggunakan gerak pakem gerak tari klasik khas Gaya Yogyakarta yang lebih dikenal dengan Joged Mataraman. Gerak awal disebut dengan maju gendhing berupa gerakan sembahan, kemudian ulap-ulap ketika mereka bertemu dan diteruskan pada adegan gerak peperangan sampai akhir yang disebut dengan mundur gendhing. Polanya menggunakan gerak tari Wayang Wong yang biasanya ada gerak sembahan, lumaksono, ngambak banyu dan srisig.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Busana yang dikenakan keduanya sangat berbeda, Prahasta menggunakan busana berwarna hitam dengan sulaman emas lengan panjang dengan kaos tangan putih, jamang dengan hiasan bentuk segitiga dan memakai probo, kalung susun satu, slepe, celana chindhe, sampur, jarik dengan motip parang polos dan memakai topeng warna merah yang menandakan sifatnya seorang raksasa.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Sedangkan Anila memakai busana lengan panjang dengan warna bitu tua, jamangnya bentuknya lung-lungan (melengkung), slepe, kalung susun satu, celana cindhe, sampur, sumping, jarik dengan motip parang gordo dan topeng warna biru tua berbentuk muka binatang kera biru sesuai dengan karakter Anila sebagai kera biru. Busana ini sangat dapat menghidupkan karakter pelaku atau tokoh yang dibawakan, artinya sebelum adegan didalamnya, busana ini dapat menunjukan peran apa yang akan ditarikan.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Iringan gendhing pada Beksan Anila Prahasta menggunakan gamelan klasik Jawa, dengan gendhing pada maju gendhing menggunakan gendhing ketawang, sedangkan pada adegan perangnya menggunakan gendhing playon pada inti beksan yang pada adagan akhir atau mundur gendhing menggunakan gendhing playon tapi lebih dilambatkan. Tapi bisa juga dikreasi para penata musiknya, sesuai dengan apa yang mau dipakai, karena tidak ada pakemnya dalam hal ini.

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Beksan Anila Prahasta

1Persembahan:Sanggar Krida Beksa Wirama
2Penari:1. Rangga (Anila)

2. Toni (Prahasta)

 

Beksan Anila Prahasta, tari klasik gaya yoyakarta, classicdance, culture

Secara umum Tari Klasik Gaya Yogyakarta memakai gerak pakem yang mengadopsi budaya Kraton Yogyakarta dengan prinsip Joged Mataram. Dimana menari itu disusun dengan irama sehingga menciptakan sebuah ekspresi apa yang mau disampaikan, maka itu harus menjadi satu kesatuan antara gerak, irama dan penjiwaan, ini semua dapat diraih secara sempurna dengan cara terus berlatih secara rutin dan berkala. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here