myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Beksan-beksan pethilan atau fragmen tari klasik gaya Yogyakarta banyak mengambil dari wayang wong dengan berbagai makna dan nilai dari epos Mahabarata dan Ramayana. Ya salah satunya adalah Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro Kresno yang merupakan sebuah tari klasik gaya Yogyakarta dalam bentuk wayang orang yang didalamnya menceritakan tentang peperangan yang sengit antara Bhatara Wisnu dengan Prabu Kuncoro Kresno dalam memperebutkan Dewi Pertiwi untuk dijadikan pendamping hidupnya.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoBeksan Bhatara Wisnu  berasal dari Khayangan Nguntoro Segoro dan Prabu Kuncoro Kresno merupakan Raja Dwaropati. Didalam peperangan yang sengit ini, akhirnya dimenangkan Bhatara Wisnu sehingga Dewi Pertiwi bisa di jadikan pendamping hidupnya.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoTarian ini secara khusus di kreasi oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn pada tahun 2019, yang ditampilkan dalam Pagelaran Tari Wisata Gaya Yogyakarta bersama dengan 4 repertoar tari klasik yang lainnya dengan durasi yang tidak panjang, menarik dan tidak membosankan sebagai bagian dari menarik wisatawan Yogyakarta.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoPagelaran ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY yang bekerjasama dengan POS Aji Mataram Yogyakarta, pada hari kamis, tangal 19 Desember 2019 di rumah Budaya POSRAM Yogyakarta, Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta mulai pukul 19.00 wib sampai selesai.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoPusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram (POSRAM) adalah sebuah sanggar tari klasik gaya Yogyakarta dan tari modern yang berdiri pada tanggal 9 Juli 1984 yang didirikan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn. Sanggar tari ini mempunyai base camp di , Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta 55142- Indonesia.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoSelain menerima anggotanya untuk generasi anak-anak, juga untuk ibu-ibu yang umurnya diatas 50 tahun, yang di sanggar ini dibuatkan khusus tarian  mempelajari sesuai dengan umur anggotanya. Selain sebagai bagian dari ekspresi bagi orang tua , tarian ini dapat dijadikan healing atau terapi kesehatan bagi tubuh yang sudah tidak muda lagi.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoKomposisi didalam Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro Kresno menggambarkan sifat atau napsu manusia yang diimbangi dengan rasa cinta kasih terhadap pujaan hatinya, apapun resiko yang dihadapi dalam mendapatkan cinta yang diinginkannya, manusia pun rela mengorbankan nyawa untuk mendapatkan itu semua.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoRagam gerak Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro Kresno sebenarnya sudah ada didalam tari klasik gaya Yogyakarta. Disini Dr. KRT Sunaryadi Maharsisworo, SST, M.Sn hanya merangkai kembali geraknya dimana ada beberapa bagian yang ditambahi dan dikurangi, intinya di variasi kembali, tanpa meninggalkan pakem-pakem gerak tari gaya Yogyakarta yang sudah ada.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro Kresno

Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoGerak dalam Wayang Orang Gagrag Yogyakarta semua geraknya menggunakan gerak tari klasik gaya Yogyakarta. Tari Klasik Gaya Yogyakarta yang mempunyai prinsip gerak yang pakem atau yang biasanya disebut joged Mataraman, dimana gerakan itu harus sawiji (konsentrasi), greged (penuh semangat), sengguh (percaya diri) dan ora mengkuh (pantang menyerah).Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoSecara teknis beksan peperangan dalam tari klasik gaya Yogyakarta, struktur komposisi yang lengkap terdiri dari bagian-bagian yang disebut sembahan sila, jengkeng awal, maju gendhing, enjer, peperangan, kemudian mundur gendhing dan diakhiri jengkeng, sila.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoBusananya pun sudah ada pakemnya, yang biasa dipakai didalam Kraton, pada tarian ini juga menggunakan persis yang dipakai di dalam Kraton yang menunjukan peran sebagai Bhatara Wisnu dan Prabu Kuncoro Kresno. Pada jaman HB VII busana yang dipakai pada tarian ini memakai iket saja, sehingga kalau kita menonton tarian ini harus benar-benar tahu karakter dari kedua penari ini memerankan apa. Baru pada jaman HB VIII mengalami perubahan dengan menggunakan busana seperti yang tercermin pada wayang kulit.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoBusana yang digunakan wayang orang dalam tari klasik gaya Yogyakarta dan sangat berbeda dengan gaya Surakarta yang lebih cenderung sebagai repertoar dari wayang Purwo. Walaupun disini tidak memusatkan pada gemerlapnya kastum, tapi lebih diambilkan dari citra semangat dan penghayatannya pada karakter tokoh yang dimainkan.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoUntuk iringan dalam Beksan ini menggunakan bentuk ketawang gendhing yang sangat jarang diexplore, tetapi uniknya kendangannya menjadi ketawang biasa, juga ada playon yang dibuat dengan bentuk racikan yang sifatnya lebih energik karena disini ada tari Garudanya. Tabuhannya dibuat kekinian dengan maksud agar audience bisa lebih menikmati dan merasa tidak bosan.Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro KresnoBeksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro Kresno.

1Kreasi:Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn
2Penata Busana dan Rias:Dra. R. Ay Mary Condronegoro
3Penata Iringan:Bayu Purnama S.Sn, M.Sn
4Penari:
  1. Inggar Bagus Wibisono (Bhatara Wisnu)
  2. Haryadi (Prabu Kuncoro Kresno)

Beksan Bhatara Wisnu Prabu Kuncoro Kresno“Walaupun ini sebuah tarian klasik, tapi kali ini dibuat inovatip dan tidak membosankan. Semua ini terlihat dalam pengaturan iringan dalam tarian ini yang sedikit unik dan berbeda, dimana dibuat lebih ekspresive dan kekinian, sehingga membuat audience tidak bosan melihat tarian ini sampai akhir”, ujar ujar Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here