myimage.id | Beksan Gagah Ontorejo-Anggada adalah sebuah tari klasik Gaya Yogyakarta yang ide tariannya diambilkan dari petikan kisah Semar Boyong, yaitu peperangan antar Raden Jaya Anggada melawan Raden Ontorejo demi merebut Ki Lurah Semar Bodranaya.

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Hal ini di karenakan untuk menyelamatkan Woh Kalpataru-Dewandaru, Ron Kastula dan Sandiloto yang merupakan sumber kehidupan prajurit kera Pancawati.

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Tarian ini ditarikan oleh Paguyuban Kesenian Suryo Kencono special di  Bangsal Trajumas, karena Bangsal  Srimanganti sedang dalam masa rehabilitas lepas gempa Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Acara ini di gelar pada tanggal 24 Juni 2018 yang merupakan sebuah acara rutin digelar bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Paguyuban Kesenian Suryo Kencono berdiri pada tanggal 29 Juni 1979 di Ndalem Suryowijayan. Nama  Suryo Kencono yang memiliki makna dan filosofis yang dalam, Suryo berarti cahaya sedangkan Kencono berarti emas atau logam yg tidak pernah/bisa berkarat jadi tetap bercahaya sepanjang masa. Payuban ini selain memberikan pelatihan tari klasik juga memberikan latihan karawitan serta ketoprak (jarang dilakukan karena satu dan lain hal).

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Ragam gerak dalam Beksan Gagah Ontorejo-Anggada ini menggunakan ragam gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang sudah ada, dimana pola lantainya awalannya menggunakan maju gendhing, enjer di lanjutkan dengan peperangan. Pada  adegan perangnya disini tidak ada yang mati karena Raden Jaya Anggada lari dari peperangan tapi tetap di kejar oleh Raden Ontorejo (adegan akhir).

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Busana yang dikenakan persis yang digunakan dalam Wayang Orang yang biasanya dipakai di dalam Kraton Yogyakarta yang menunjukan peran sebagai Raden Ontorejo dan Raden Jaya Anggada, sedangkan riasannya menggunakan riasan bagus atau cakep pada Raden Ontorejo sedangkan Raden Jaya Anggada dengan busana kera dengan warna pink.

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Iringan gendhingnya pada Beksan Gagah Ontorejo-Anggada ini menggunakan gendhing agun-agun, dimana enjer dan perangnya menggunakan gendhing playon dan gangsaran.

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada

1Persembahan:Paguyuban Kesenian Suryo Kencono
2Penari:
  1. Tomy Priyambada (Raden Ontorejo)

  2. Wira Adhe (Raen Jaya Anggada)

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Dengan adanya acara tari klasik gaya Yogyakarta di Kraton Yogyakarta ini, Sri Sultan HB X ingin menunjukan bahwa Kraton Yogyakarta merupakan sumber tari klasik di DIY, yang sekarang bisa dinikmati oleh masyarakat umum,  yang mengikuti perkembangan jaman. Memang rata-rata sumber tari klasik itu berasal dari dalam Kraton, tidak hanya di Yogyakarta saja, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan seluruh wilayah Indonesia, semua tari klasik berasal dari Kraton-Kraton yang ada di daerah tersebut.

Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, cultureLangkah-langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menggandeng sanggar-sanggar tari klasik gaya Yogyakarta yang ada di DIY untuk selalu menampilkan tari klasik ini setiap Minggunya sehingga secara langsung, ini merupakan bagian dari pelestarian dan pengembangan tari klasik yang mengikuti perkembangan jaman tanpa meninggalkan pakem-pakem yang sudah ada.Beksan Gagah Ontorejo-Anggada, classic dance javanese, culture

Tari klasik gaya Yogyakarta bukan hanya ditarikan sebagai hobby saja, tetapi tarian ini merupakan wadah yang mengajarkan budi pekerti dalam unggah-ungguhnya, control wecono baik ucapan maupun tembang, seni rupa (jamang), seni suara (karawitan) yang perlu harus di uri-uri oleh semua orang baik muda maupun tua yang ada di Indonesia khususnya Yogyakarta. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here