myimage.id | Beksan Gatotkoco Sutijo adalah sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang peperangan antara Raden Gatotkoco dari kerjaan Pringgodani dengan Raden Sutijo dari kerajaan Trajutresno dalam memperebutkan lahan Kikis Tunggorono.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Ide cerita tarian ini mengambil dari epos Mahabarata dalam lakon Kikis Tunggorono. Karena saling mempertahankan pendapatnya, maka terjadilah perang tanding diantara keduanya.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, cultureWalaupun keduanya sama-sama sakti mandraguna, tapi pada akhirnya Raden Sutijo dapat ditaklukan dan dipaksa mundur oleh Raden Gatotkoco, sehingga lahan Kikis Tunggorono dapat dipertahankan.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Tarian ini ditarikan pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Trajumas yang merupakan sebuah acara rutin yang digelar pada tanggal 19 Agustus 2018 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Tarian ini ditarikan oleh sanggar tari Krido Bekso Wirama yang merupakan salah satu sanggar tari klasik gaya Yogyakarta yang pertama kali keluar dari tembok Kraton Yogyakarta. Sanggar ini didirikan oleh Gusti Pangeran Haryo Tejokusumo dengan Bendoro Pangeran Haryo Suryodiningrat.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Beliau-beliau ini adalah putra dari Hamengku Buwono VII. Sanggar ini dulunya di Ndhalem Tejokusuman. Sekarang ini sanggar ini mempunyai di 3 tempat untuk berlatih, antara lain di Ndhalem Tejokusuman, Tirtodipuro dan Pendopo Ambarukmo.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Pada tahun ini sanggar ini sudah seabad umurnya karena dulu berdirinya pada tanggal 17 Agustus 1918. Alamat Sanggar Krido Bekso Wirama di jalan S Parman no 16, tepat dibelakang Ndhalem Tejokusuman.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Ragam gerak dalam Beksan Gatotkoco Sutijo terbagi menjadi dua, dimana ragam gerak Raden Gatotkoco disebut dengan Kambeng, sedangkan Raden Sutijo disebut dengan Kalang Kinantang Raja. Sedangan pola lantainya seperti pada tari klasik gaya Yogyakarta dalam beksan dimana pola lantainya berbentuk hurup X.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Busana dalam beksan ini  mengaju pada busana Wayang Orang yang biasanya digunakan di dalam Kraton Yogyakarta yang keduanya sangat mirip. Raden Sutijo menggunakan irah-irahan berbentuk tropong, kainnya menggunakan motip parang, celana cinde, sampur cinde, probo sebagai kesatria yang bisa terbang.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Sedangkan busana Raden Gatotkoco menggunakan irah-irahan yang berbentuk gelung, kainnya motip parang, celana cinde, sampur cinde, serta probo sebagai kesatria yang bisa terbang.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Wayang Orang merupakan personifikasi wayang kulit, dimana dalam tari klasik gaya Yogyakarta kastumnya digarap dengan pola yang sederhana tidak sama persis dengan wayang kulit dengan maksud lebih menampilkan karakter apa yang ditampilkan, berbeda dengan tari klasik gaya Surakarta yang dibuat persis sehingga lebih dinamis dan glamour.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Iringan gendhing dalam tarian ini, untuk maju gendhingnya menggunakan gendhing ladrang sidromangsah, kemudian enjernya menggunakan gendhing agun-agun.

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Beksan Gatotkoco Sutijo

1Persembahan:Sanggar Krido Beksa Wirama
2Penari:
  1. Tunggul Pujangkoro (Raden Gatutkoco)
  2. Rangga Sri (Raden Sutijo)

Beksan Gatotkoco Sutijo, javanese classic dance, culture

Makna dalam tarian ini memberi kita pelajaran tentang menjadi seorang kesatria seperti Raden Gatotkoco, kesetiaan membela negara harus dipikul diatas kepentingan pribadi maupun golongan, sehingga sebagai abdi dan warga negara tidak bisa lepas dai rasa tanggung jawab untuk mempertahankan negaranya apapun alasannya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here