myimage.id | Beksan Srikandhi Suradewati adalah sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang ide tariannya diambilkan dari epos Mahabarata ketika Prabu Dosolengkoro meminta Suradewati untuk melamar Siti Sendari.

Tetapi lamaran tersebut ditolak oleh Srikandhi karena Siti Sendari sudah dijodohkan dengan Raden  Abimanyu (anak dari Raden Arjuna). Akibat dari penolakan tersebut terjadilah perang sengit antara Srikandhi dengan Suradewati yang akhirnya dimenangkan oleh Srikandhi.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Tarian ini ditarikan oleh Bale Seni Condroradono special di  Bangsal Trajumas, karena Bangsal  Srimanganti sedang dalam masa rehabilitas lepas gempa Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Acara ini di gelar pada tanggal 1 Juli  2018 yang merupakan sebuah acara rutin digelar bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Bale Seni Condroradono berdiri pada tanggal 19 Oktober 2009 yang diresmikan oleh Sri Sultan HB X. Bale Seni ini mengambil spirit dari alm. KRT. Soenartomo Tjondroradono, yang mempunyai aktivitas setiap rutin tiap jumat sore dan sering juga mengadakan sarasehan budaya yang diadakan tiap malam sabtu pahing yang merupakan weton dari KRT. Soenartomo Tjondroradono.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Base campnya di kadipaten Kidul Kp I/355 Yogyakarta, sebelah Utara Plengkung Tamansari. Disini juga mengajarkan bahasa Jawa termasuk dalam pembelajaran tari, sehingga anak-anak belajar bahasa sambil belajar menari. Program di Bale ini sejak awal berdiri ingin kiprahnya tidak hanya di tari (beksan), tetapi juga bahasa (basa) dan batik atau lebih dikenal dengan gerak 3 B yaitu beksan, basa dan batik.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Gerak dan pola lantai pada tarian ini semua mengacu pada pakem tari klasik gaya Yogyakarta seperti gordo, kipat gagah, ukel tawing, ulap-ulap. Karena Beksan Srikandhi Suradewati ini sudah menunjuk sebuah tokoh dan sebuah karakter, maka sudah ada ragam geraknya yang baku. Srikandhi gordo sedangkan Suradewati pucang kanginan.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Busana mengacu pada wayang purwo (wayang kulit), dimana Srikandhi pada kepala atau mahkotanya disebut dengan tekes, sumping januran, jariknya menggunakan motip parang gendreh polos, bajunya menggunakan rompi warna hitam. Sedangkan Suradewati mahkotanya disebut dengan togok keling dan sumpingya mankoro, jariknya menggunakan motip parang gordo dengan busana rompi warna merah. Suradewati menggunakan probo serta mempunyai karakter gerak tari putri brayak.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Riasan keduanya tokoh ini menggunakan riasan cantik yang berkarakter yang dapat menambah peran yang ditampilkan menjadi lebih dalam, sedangkan properti yang dikenakan dalam beksan ini adalah sebuah keris yang dipakai kedua tokoh tersebut.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Gendhing yang mengiring beksan ini menggunakan lagon penunggul PL Nem yang dilanjutkan dengan ladrang srikuncara PL Nen, IR II Gerong Jugag, IR I Seseg Suwuk dan terakhir Ketawan Kontap Umpak Kalih. Yang isinya dua-duanya mewakili kerajaan dengan misi yang berbeda, yang satunya mempertahankan satunya merebut. Suraewati mewakili Prabu Dosolengkoro, Srikandhi mewakili Dworowati adik dar Prabu Kresna. Dua-duanya mengaku benar, tetapi pembuktian harus dengan peperangan, siapa yang benar dia yang dilindungi oleh Yang maha Kuasa.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Satu bentuk ungkapan untuk menunjukan kesaktian masing-masing secara maksimal. Kesaktian atau kekuatan di keluarkan secara maksimal, dan keduanya tidak mengecewakan dan sama-sama sakti. Semua punya kesaktian, tidak akan kesulitan menghadapi tantangan, kedua putri akhirnya perang dengan sengit yang akhirnya dengan kekalahan Suradewati.

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Beksan Srikandhi Suradewati

1Persembahan:Bale Seni Condroradono
2Penari:
  1. Ratih (Srikandhi)

  2. Ariel Astuti (Suradewati)

Beksan Srikandhi Suradewati, culture, classic dance javanese

Sebuah tarian yang menyimbolkan kesetiaan yang tauladan yang dapat dipetik adalah bahwa seseorang itu kalau sudah mempunyai pasangan itu harus setia atau tidak boleh mingkuh melihat kanan dan kiri. Tidak akan beralih cintanya kepada siapapun dan dengan alasan apapun kecuali  ajal yang memisahkannya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here