myimage.id | Beksan Srikandi Bisma adalah sebuah tarian yang idenya diambil dari pethilan cerita Mahabarata disaat perang Bharatayuda antara Resi Bisma (Senopati Kurawa) melawan Dewi Srikandi (Senopati Pandawa), dimana dalam peperangan tersebut Resi Bisma gugur oleh panah Dewi Srikandi.

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Tarian ini ditarikan oleh UKM Swagayugama (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada) pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti yang merupakan sebuah acara rutin, digelar pada tanggal 25 Pebruari 2018 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

UKM Swagayugama (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada) merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan intra universitas yang peduli terhadap pengembangan dan pelestarian kesenian tradisional Jawa, khususnya tari dan karawitan gaya Yogyakarta yang berdiri pada tanggal 6 Maret 1968. Sedangkan tujuannya adalah mewadahi minat berkesenian para mahasiswa UGM yang disalurkan lewat seni tari Gaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai luhur.

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Dalam perang Baratayuda ini, Dewi Srikandi menjadi Panglima Senopati perang dari pihak Pandawa yang menggantikan Seta, kesatria Wirata yang gugur ketika menghadapi Bisma. Namun pada akhirnya Bisma bisa di bunuh oleh Dewi Srikandi dengan panah Hrusangkali, hal ini disebabkan karena kutukan dari Dewi Amba yang dendam terhadap Bisma karena cintanya ditolak oleh Resi Bisma. Pada saat sebelum Dewi Amba meninggal dia bersumpah akan berinkarnasi untuk membunuh Bisma melalui Dewi Srikandi.

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Gerak pada Beksan Srikandi Bisma ini sangat di dominasi gerak yang menggambarkan tentang persiapan perang keduanya, tapi selain itu terlihat gerak muryani busono juga, seperti pada saat atrap jamang, atrap nipis yang dilanjutkan gerakan peperangan. Gerakan Bisma dalam tarian ini walaupun dalam keadaan perang lebih terlihat gerak halus beda dengan gerak klono-klono gagah yang biasanya.

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Busana yang dikenakan Dewi Srikandi, memakai irah-irahan tekes warna hitam, godekan, rambut panjang yang mana bila penarinya berambut pendek pasti akan dikenakan rambut pasangan yang dinamakan oren, sumping (kudu putri), kalung susun tiga, rompi, klat bahu wayang, jariknya menggunakan sistem cukat urang (ksatria) dan motipnya parang, celana dan sampur cindhe.

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Sedangkan yang dipakai oleh Resi Bisma irah-irahannya berbentuk keong, sumping, telanjang dada sepih, celana cindhe, boro, lontong, kamus timang, sampur (satu). Kedua penari menggunakan property keris tapi Dewi Srikandi juga menggunakan panah. Riasan keduanya menggunakan riasan cantik dan cakep.

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Irama gendhing pada tari ini menggunakan gendhing ladrang pamularsih, ketawang puspowarno, tapi disaat adegan perang menggunakan gendhing playon dan terakhir menggunakan playon tlutur dimana kesemuanya ini menggunakan Gamelan Pelog Pathet Barang.

 

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Beksan Srikandi Bisma

1Persembahan:UKM Swagayugama (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada)
2Penari:1. RA Keshari Adiarasti (Srikandi)

2. I Made Christian WR (Bisma)

3Tim Pengrawit:1. Vidya Yudha BW (Bonang barung)

2. Fadli (Bonang penerus)

3. Nur Huda Mustaim (Slenthem)

4. Puri Sarwo K (Peking)

5. Veronika Inggrit Hapsar (Saron)

6. Lalitya Pradya (Saron)

7. Arifiana TP (Saron)

8. Zora Kumala F (Saron)

9. Surya Aditya (Demung)

10. Filipi Ayinnoel CPK (Demung)

11. Muji ( Kethuk Kenong)

12. Paradigma Gabriel (Kempul)

13. Nuki (Gong)

14. Puguh Noviarsito M.Sc. Apt (Gerong)

15. Feri Darmawan, S.Sn (Kendhang)

 

Beksan Srikandi Bisma, culture, classic dance

Sebuah tarian gaya Yogyakarta yang sangat elok yang ditampilkan para mahasiswa UGM melalui UKM Swagayugama, yang mengharapkan agar masyarakat lebih mengerti dan mencintai budaya Indonesia, dimana di Pendopo Srimanganti ini dapat dijadikan ajang untuk menampilkan ekspresi para mahasiswa tapi juga sebagai ajang latihan agar kedepannya bisa tampil maksimal di hadapan penonton yang dalam hal ini bukan saja wisatawan lokal tapi lebih ke wisatawan asing agar lebih sering datang ke Indonesia khususnya Yogyakarta. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here