myimage.id | Beksan Srimpi Mondrorini merupakan sebuah tari klasik dari Pura Mangkunegaran yang didalam tariannya menggambarkan tentang pertempuran antara Raja Putri Suprobowati yang dengan Patih bernama Dewi Genowati dari Kerajaan Sigaluh melawan Sri Kenyo Srirajadi dengan Patih bernama Dewi Nilowati dari Kerajaan Nuswro Brambang.

Beksan Srimpi Mondrorini

Beksan Srimpi Mondrorini merupakan tarian klasik gaya Surakarta yang diciptakan oleh Mangkunegoro VII. Tarian ini merupakan salah satu tarian srimpi yang terdapat di lingkungan Pura Mangkunegaran disamping ada satu lagi Tari Srimpi yang lain yaitu Srimpi Anglirmendhung.

Beksan Srimpi Mondrorini

Tarian ini ditarikan oleh Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta pada pegelaran seni tari di Dalem Prangwedan Pura Mangkunegaran dalam acara Setu Ponan ke 50, tepatnya pada tepat tanggal 11 Agustus 2018. Acara ini sebagai peringatan lahirnya KGPAA Mangkunegaran IX yang lahir pada hari Sabtu Pon yang selalu digelar setiap 35 hari sekali, dimana penyelengaranya adalah Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta.

Beksan Srimpi Mondrorini

Akademi Seni Mangkunagaran Surakarta (ASGA) adalah salah satu Perguruan Tinggi Seni yang dikelola oleh Yayasan Mangkunagaran di bawah pembinaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Indonesia, serta Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah 6 Semarang.

Beksan Srimpi Mondrorini

Sebagai sebuah perguruan tinggi yang diarahkan  untuk mempersiapkan para calon seniman yang kompeten dibidang kebudayaan, Pedalangan, Tari dan Teater, maka ASGA telah dirancang merupakan sebuah  pendidikan seni yang dilengkapi penguasaan Industri entertainment.

Beksan Srimpi Mondrorini

Gerak tarian ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu maju beksan diawali dengan gerak yang biasanya disebut sembahan yang dilanjutkan dengan gerak sabetan, lumaksono, trisik, kemudian maju ke gawang sebelah kanan untuk peran Raja Putri Suprobowati dengan Patihnya Dewi Genowati dan gawang sebelah kiri untuk peran Sri Kenyo Srirajadi dengan Patihnya Dewi Nilowati.

Beksan Srimpi Mondrorini

Kemudian inti beksan dengan adegan perang yang dimulai dengan tembang buko celuk padang bulan yang dilanjutkan dengan kembangan. Gerak kembangan terbagi dalam beberapa gerakan, yang pertama larasawit, kedua ukel angkrik, ketiga ipyek, keempat gajah-gajahan, enjer widung sampur dan terakhir leyotan. Dan terakhir dengan mundur beksan dengan gerak sembahan lagi, kapang-kapang mundur dari panggung.

Beksan Srimpi Mondrorini

Busana yang dikenakan pada Beksan Srimpi Mondrorini, seperti yang digunakan pada wayang orang, dimana pada bagian kepala menggunakan irah-irahan dan sumping, busananya menggunakan rompi warna merah yang dihiasi warna emas, klat bahu, kalung, gelang serta sampur berwarna hijau. Sedangkan jariknya menggunakan jarik samparan dengan motip parang. Riasan menggunakan riasan cantik dengan property keris dan jemparing (panahan).

Beksan Srimpi Mondrorini

Gendhing-gendhing pada tarian ini diiringi dengan musik gamelan klasik Jawa secara langsung dari grup Pakarti (Paguyuban Kerawitan dan Tari) Pura Mangkunegaran Surakarta secara live show, dimana awalan tarian menggunakan gendhing ladrang Gondosuli yang kemudian pada adegan perangnya menggunakan gendhing srepegan.

Beksan Srimpi Mondrorini

Beksan Srimpi Mondrorini

1Persembahan:Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta
2Penari:1. Winda

2. Anna

3. Farida

4. Anggie

3Pengrawit:Pakarti (Paguyuban Kerawitan dan Tari) Pura Mangkunegaran Surakarta

Beksan Srimpi Mondrorini

Sebuah tarian yang mempunyai makna dan filosofis yang dalam bagi kita sebagai abdi negara/warga negara yang harus selalu patuh kepada aturan-aturan negara yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kita dibutuhkan, kapan pun kita harus siap dengan jiwa dan raga kita. Dan kita diharuskan tidak boleh mudah menyerah dalam keadaan apapun. Pasti suatu ketika kita akan mendapatkan hasilnya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here