myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Semoga kita pagi ini selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Mencermati keberadaan tari klasik gaya Yogyakarta pasti tidak akan lepas dalam pembelajaran tentang kehidupan manusia yang tidak akan lekang oleh perkembangan jaman. Ya, semua ini tergambar dalam Beksan Srimpi Pandelori yang merupakan sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang didalamnya menggambarkan tentang peperangan antara  Dewi Kadarwati dari Kerajaan Koparman menghadapi Senopati  Ngambar Kustup, Dewi Ngumyun Madikin.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureCerita tarian ini diambil dari Cerita Menak. Karena Dewi Kadarwati dan Dewi Ngumyun Madikin sama-sama sakti mandraguna, sehingga dalam peperangan ini tidak ada yang menang dan kalah, dalam artian mereka sama-sama kuat.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureTarian ini merupalan ciptaan dari KRT. Sasmintadipura (Romo Sas) pada tahun 1980an di Pujokusuman. Tarian ini memang ada 2 versi, dimana yang pertama adalah versi lama/original  yang ditarikan di dalam Kraton dengan panjang durasi sekitar 40 menit dan versi Pandelori Jugag yang merupakan versi yang dipadatkan sekitar 15 menit.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureVersi Pandelori Jugag ini sering sekali ditampilkan di luar Kraton, hal ini dilakukan untuk pembelajaran saja dan waktunya pun sangat terbatas di Kampus, yang semuanya ini merupakan bagian dari apresiasi pada pembelajaran di Kampus dan untuk selanjutnya kalau ingin mempelajari semua ini secara komplit bisa didalam Kraton di Bangsal Ksatrian setiap Minggu dari jam 10.00-12.00 wib.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureTarian ini ditarikan oleh Mahasiswa Jurusan Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta pada Pagelaran Pariwisata di Bangsal Srimanganti, yang  merupakan sebuah acara rutin yang digelar pada tanggal 3 Maret 2019 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, culture“Secara filosofi tarian ini merupakan gambaran tentang latihan kesabaran dan dilihat secara internal  manusia, ini adalah gambaran konflik batin yang dipunyai oleh semua manusia di kehidupan ini, dimana ada aluamah, mutmainah, supiah dan amanah. Srimpi berbicara tentang 4 aspek ini”, ujar Dr. Kuswarsantyo, M.Hum selaku Kajur Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureDalam Beksan Srimpi Pandelori Jugag ini mungkin ada beberapa yang sama manakala ditarikan dengan sanggar-sanggar tari yang ada di Yogya selama ini, hal ini bisa dimaklumi karena mungkin dulunya waktu mendapat materi dari sumber yang sama.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureTapi ada juga yang mempunyai tafsir sendiri, tapi hal ini tetap pada urutan pola srimpinya menyambung dan tidak terlalu signifikan, hanya sedikit-sedikit dan itu hanya masalah style saja dengan pola-pola baku yang sama (pakem).Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureGerak dan pola lantainya dalam Beksan Srimpi Pandelori ini secara utuh tidak ada yang hilang artinya komposisi ruang yang sudah digariskan, dimana ada lajur yang berhadap-hadapan (simetris) dan diagonal tetap ada, hanya dalam melakukan ragam gerak tiap lajurnya tidak dilakukan secara rangkap tapi hanya sekali.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureBusana yang dikenakan relative mengacu pada busana yang dikenakan di dalam Kraton, dengan gelung bokor dengan motip hiasan bunga ceplok dan jebehan, berbaju tanpa lengan dan hiasan kepala yang khusus dari bulu burung kasuari. Sedangkan propertinya menggunakan keris kecil (Cudrik) yang diselipkan pada pinggang depan menyilang ke kiri.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureBeda dengan Bedhaya yang awalannya dulu menggunakan kembenan atau dodot ageng kemudian seiring dengan jaman berkembang dengan memakai baju seperti yang digunakan di dalam tari Srimpi seperti ini.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureIrama gendhingnya memakai gendhing Pandelori dengan ladrang Sobrangan, majunya memakai gati kumemcar, sedangkan endhingnya memakai gati main-main yang merupakan kombinasi masuknya orkestra di dalam Kraton pada masa HB V. Masuknya trompet dan tambur ini terbukti sangat harmonis dan sampai sekarang tetap digunakan dalam tari Lawung dan Srimpi.Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureBeksan Srimpi Pandelori.

1Persembahan:Mahasiswa Jurusan Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta
2Penari:
  1. Arin
  2. Koirul Nisa
  3. Farida
  4. Mona

Beksan Srimpi Pandelori, classic dance, cultureBeksan Srimpi Pandelori hanya sebuah implentasikan atau sebuah perwujudan melalui tokoh-tokoh yang ada di dalam serat menak dalam tarian ini dan ketika ada konflik yang ada di dalam diri kita, semua harus meleburkan diri dan kitalah manusia yang harus meredam semua ini. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here