myimage.id | Bhekun adalah prajurit berkuda yang mengiringi Laksamana Cheng Ho atau Kongco Sam Poo Tay Djien dalam perjalanannya berkeliling dunia. Ini terlihat di dalam ritual arak-arakan kedatangan Laksamana Cheng Ho di Indonesia. Acara ini sudah berlangsung yang ke 612 dan sampai sekarang masih di peringati oleh warga Semarang bahkan di jadikan salah satu destinasi wisata yang sangat menarik untuk kita saksikan dan nikmati.bhekunBhe yang mengandung arti kuda sedangkan kun berarti prajurit. Selama perayaan ini bhekun selalu hadir. Yang pada kenyataan di lapangan sekarang bhekun ini di lakukan oleh orang-orang yang sedang melakukan ujar, nadar atau kaul dalam melakukan sesuatu agar keinginan yang belum di capainya itu dalam terlaksana.bhekunMereka tiap tahunnya bisa merupakan orang-orang yang sama atau bahkan berbeda dan yang menarik disini adalah yang menjadi bhekun ini bisa di lakukan oleh semua orang dengan agama yang berbeda-beda dalam artian tidak harus orang pengikut klenteng Tay Kak Sie atau Sam Poo Kong. Mereka mendaftar  di panitia acara ini dan pendaftar tidak di batasi jumlahnya. Rekor jumlah yang menjadi bhekun dalam acara ini sekitar 200 orang.bhekunMereka merias wajahnya seperti yang di gambarkan di dalam opera-opera klasik cina pada jaman dahulu. Dalam riasan ini biasanya di lakukan mereka pada malam hari sebelum acara berlangsung sekitar jam 23.00 wib sampai 02.00 wib, karena acara arak-arakan yang akan mereka laksanakan berlangsung mulai pukul 05.00 wib.

Dalam riasanya, bhekun ini mempunyai karakter sendiri-sendiri. Seperti riasan yang memakai warna merah ini menggambarkan salah satu tokoh prajurit kuda yang sifatnya berani dan jujur, warna hitam putih menggambarkan seorang prajurit kuda yang mempunyai sifat licik dan warna hijau menggambarkan prajurit kuda dengan sifat yang kejam.bhekunTapi pada perkembangan jaman sekarang riasan bhekun sudah tidak pakem lagi artinya mereka cenderung menyesuaikan dengan dirinya sendiri, bahkan ada yang merias wajahnya dengan bentuk spiderman.bhekunWalaupun merubah pakem tersebut, niatan mereka tetap sama yaitu ingin ujar, nadir atau kaul pada intinya. Biasanya dalam membuat riasan ini mereka yang ingin menjadi bhekun menyesuaikan tokoh apa yang di kehendaki dalam nadar ini. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here