budidaya jamur tiram

myimage.id | Mengapa harus budidaya jamur tiram? Jenis jamur ini sangat cocok untuk daerah yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Usaha budidaya jamur tiram investasi yang dikeluarkan cukup murah dan bisa kamu lakukan secara bertahap. Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram. Berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu. Ini banyak di kembangkan di desa Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur. Salah satunya adalah pak Hamid. Dulunya beliau usahanya adalah ternak ayam. Tapi karena usaha itu ijinnya sudah tidak di keluarkan, karena usaha itu sekarang dianggap menganggu lingkungannya terutama polusi bau dari kotoran ayam, mau tidak mau pak hamid harus banting setir ke usaha lainnya. Salah satu usaha yang sekarang digelutinya adalah budidaya jamur tiram.

1.Budidaya jamur tiram ada 2 cara awalannya. Buat baglog sendiri atau beli baglog. Yang dilakukan pak hamid ini adalah membeli baglog dengan alasan menghemat waktu dan biaya. Satu baglog dihargai  Rp. 2000. Diletakan dikumbung (tempat baglog yang sudah disediakan) semacam rak yang terbuat dari bambu.

2.Kira-kira 25-30 hari menunggu miselium tumbuh didalam baglog. Miselium adalah semacam spora tempat tumbuhnya jamur tiram tersebut. Tanda-tanda miselium tumbuh adalah didalam baglog muncul spora berwarna putih secara keseluruhan.

3.Setelah muncul miselium beberapa hari dipastikan muncul jamur kecil-kecil yang merupakan bibit jamur tiram. Bibit budidaya jamur tiram ini harus dipelihara dengan rutin dan dijauhkan dari ulat dan tidak boleh terlalu lembab di dalam ruangan tersebut.

4.Dari bibit jamur tiram muncul, hanya menunggu dua sampai tiga hari jamur tiram ini akan menjadi lebih besar dan siap dipanen. Jamur tiram yang siap panen dipilih jamur yang benar benar dalam kondisi bagus, jauh dari ulat serta berwarna putih bersih dengan bentuk seperti tiram.

5.Jika kondisi budidaya jamur tiram di dalam ruangan agak panas maka dilakukan penyemprotan didalam ruangan baik pagi maupun sore hari dengan selang waktu 2 sampai 3 hari. Penyiraman sebaiknya dalam bentuk kabut, yang berfungsi untuk menurunkan suhu didalam ruangan, serta merangsang jamur tiram untuk lebih berproduksi.

6. Budidaya jamur tiram yang telah dipanen, sebelum dikemas biasanya ditimbang dulu. Rata-rata dikemas dalam plastik sekitar seperempat kiloan dengan harga Rp. 3.500,-  atau bisa yang dengan kemasan  lain, tergantung pesanan dari pembeli.

7.Biasanya pembeli sudah pada datang sendiri dan banyak yang dijual kembali dipasar maupun warung kelontong. Jamur tiram ini dapat diolah dengan berbagai resep seperti jamur tiram “krispi” atau bahkan dibuat sayur, bahkan banyak dimodifikasi sebagai pengganti rebung

Dari usaha ini pak Hamid sekarang banyak sekali tetangga yang mengikuti usaha tersebut. Bahkan pak Hamid kemudian menambah usaha lain yang juga masih berhubungan dengan jamur yaitu budi daya jamur kuping , karena pemeliharaanya hampir sama dengan budi daya jamur tiram . Terlebih pemasaran di pasar pun juga sangat mudah, banyak yang membutuhkan. Bahkan kalau dibilang hasil panen setiap hari masih belum bisa memenuhi pemesanan di pasar. Tip dari pak Hamid untuk yang mau usaha ini adalah berusaha konsisten untuk mengeluti satu usaha walau di situ banyak rintangan.

Karena rata-rata dalam kumbung ini keadaanya low light maka jika ingin meliput perlu disiapkan kamera dengan setingan iso yang agak tinggi, kita juga perlu lensa dengan bukaan atau f yang besar dan kalau perlu bawalah tripod supaya waktu mengambil foto tidak goyang. Saran…lebih baik foto kita agak noise tapi kita dapat moment, daripada kita memaksa dengan iso dan speed yang rendah  tapi tidak dapat moment. Foto berseri seperti ini cenderung saya kategorikan dengan nama photo story. Buat photostory saya kira sangat mudah,  yang utama adalah kita dapat akses dulu dapat untuk meliputnya. Ini adalah kunci pokoknya, baru kemudian kita buat skenario-skenario yang menarik untuk ditampilkan. Buatlah skenario ini dengan rekan kalau bisa jangan sesama photografer. Cari teman yang sudut pandangnya yang berbeda (seniman) dengan para photografer, nanti pasti hasilnya akan lebih kaya dalam sudut pandang maupun kreasinya. Biasakanlah bekerja sama dengan disiplin ilmu yang lain. Buatlah photostory seperti ini seperti kita membuat sebuah film pendek. Dimana disitu pasti akan banyak disiplin ilmu yang tampil yang membantu kita supaya photo story ini mampu bercerita, mulai dari lighting, cabelman, soundman, sutradara dll. Itulah sedikit tip dan trik fotografi yang saya kira dapat membantu jika anda kesulitan buat photostory yang sederhana. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here