myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Lagi-lagi tari dan cerita klasik di tampilkan. Memang selama ini kata-kata klasik selalu dihubungkan dengan istilah hasil karya seni yang bermutu, mempunyai nilai estetika yang tinggi dan dihasilkan dilingkungan Kraton. Semua ini terlihat dalam Catur Sagatra 2019 merupakan gelar budaya dalam pentas tari klasik ragam seni gaya Mataraman yang kesemuanya untuk mengali sejarah budaya yang adiluhung pada masa peradaban masa Mataram yang melibatkan 4 Kraton di Yogyakarta dan Surakarta.Catur Sagatra 2019Acara ini juga merupakan sebuah konsep kosmo Jawa yang bertumpu pada mikro dan makro kosmo yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri dalam satu kesatuan yang saling melengkapi. Dengan kesatuan ini mengandung pesan bahwa dengan bersatunya ke empat Kraton trah Mataram ini menjadi Catur Sagatra.Catur Sagatra 2019Catur berarti empat trah Agung Mataram, Sagatra berarti bersatu untuk menjalin ikatan persaudaraan dan persahabatan yang lebih erat, melalui kegiatan seni dan budaya, dimana lebih mengutamakan seni dan budaya Kraton.Catur Sagatra 2019Catur Sagatra 2019 diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY yang pada tahun ini memasuki tahun ke 9, yang diselenggarakan di Kagungan Dalam Bangsal Pagelaran Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, tepatnya tanggal 13 Juli 2019, mulai pukul 19.30 wib sampai selesai.Catur Sagatra 2019“Kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang positip bagi masyarakat luas akan pentingnya mencintai seni budaya Indonesia yang adiluhung yang syarat akan makna dan kehidupan yang luhur”, ujar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati selaku Wakil Gubernur DIY pada pembukaan acara ini.Catur Sagatra 2019Selama ini ke empat Kraton ini menjadi pusat kebudayaan dari jaman lampau sampai sekarang ini dan itu terus dijaga, dilestarikan dan dikembangkan secara nyata sesuai dengan jamannya. Semua ini sebagai bagian harta bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya yang semuanya mengandung syarat  akan kehidupan yang adiluhung.Catur Sagatra 2019Catur Sagatra 2019 pada tahun ini mengambil tema “Tegur Sapa Cultural” dengan menampilkan Wayang Orang dengan cerita Klasik Ramayana secara komplit, dengan urutan Pura Mangkunegaran “Sinta Murca”, Kasultanan Yogyakarta “Subali Lena”, Pura Pakualam “Anoman Duta” dan Kasunanan Surakarta dengan “Sinta Obong”.Catur Sagatra 2019Sebuah tontonan yang luar biasa, jarang sekali pertunjukan seperti ini diadakan, dimana masyarakat umum bisa melihat keunikan dan kekhasan serta rasa yang berbeda-beda dari masing-masing Kraton. Mulai dari gerak, kastum maupun gendhing-gendhing semua akan berbeda dan memiliki rasa klasik.Catur Sagatra 2019Tampilan Wayang Orang ini dalam Catur Sagatra 2019 merupakan ide dari Kanjeng Pangeran Haryo Noto Negoro, yang dulu dalam penyajiannya selalu ditampilkan selama dua hari, kali ini sajian ini ditampilkan hanya satu malam dengan maksud agar ke 4 trah Mataram ini bersilaturahmi dalam satu malam yang sama, sehingga lebih guyup dan rukun.Catur Sagatra 2019Wayang Orang yang ditampilkan sangat berbeda dengan Wayang Orang yang biasa kita lihat seperti tampilan WO Ngesti Pandowo, Bharata maupun Sriwedari, karena Wayang orang disini menggunakan konsep Pendopo, dimana penontonnya didepan dan samping kanan kiri para pemainnya.Catur Sagatra 2019“Masyarakat senang sekali dengan pertunjukan ini, karena mereka mendapat kesempatan untuk melihat langsung pertunjukan Kraton, yang dijaman sekarang ini Kraton lebih terbuka untuk masyarakat dan ini merupakan moment yang sangat langka sekali, dan semoga hal ini bisa berlangsung terus agar kaum milenial melihat dan mendapat gambaran bahwa budaya seperti ini diminati oleh masyarakat luas. Semua ini terlihat dari jumlah penonton yang luar biasa, dan kalau ini digilir diadakan di 4 Kraton pasti lebih menarik”, ujar Siti Sutiah (KRT Sasminto Murti) istri dari Maestro tari gaya Yogyakarta Al. Sasminta Dipura (Romo Sas) yang secara khusus hadir dalam acara ini. (Soebijanto/reog biyan)

3 COMMENTS

    • benar sekali, karena di tangan mereka semua ini akan diteruskan, dan dalam perkembangannya sangat menyenangkan , banyak kaum milineal sekarang yang ikut serta dalam pelestarian dan pengembangan budaya secara nyata, ini terlihat di dalam kraton maupun sanggar2 tari yang terus meregenerasi para penarinya dan mereka selalu dilibatkan dalam setiap pementasannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here