myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Cerita klasik Ramayana dari generasi ke generasi tidak pernah habisnya untuk diangkat dalam mengekspresikan jiwa seni para seniman-seniman dunia dalam mempertunjukan karyanya, yang pastinya menarik untuk disimak. Sepertinya halnya Drama Tari Kiskedha Kandha yang ide ceritanya mengambil dari epos Ramayana yang bercerita tentang Subali dan Sugriwa sebagai tokoh centralnya.Drama Tari Kiskedha KandhaDiceritakan di pertapaan “Grastina” yang berada di puncak Gunung Sukendro terdapat pertapa yang sakti mandraguna yang masih keturunan Sang Hyang Ismaya bernama Resi Gotama. Beliau mempunyai istri yang sangat cantik jelita bernama Dewi Windradi.Drama Tari Kiskedha KandhaKeduanya mempunyai 3 anak, satu seorang putri bernama Dewi Anjani, dan dua putra, yaitu Raden Anjanarka (Subali) dan Raden Guwarsi (Sugriwa) yang keduanya berwujud kera. Ketiganya hidup berkecukupan dan bahagia.Drama Tari Kiskedha KandhaNamun semua itu terusik, karena ketiganya ribut memperebutkan “Cupu Manik Astagina”. Keajaiban cupu ini adalah, bila dibuka tutupnya, maka seluruh kejadian di dunia ini akan terlihat serta dapat memberikan apapun yang diminta oleh pemiliknya.Drama Tari Kiskedha KandhaDikisahkan juga Dewi Windradi sebelum menjadi istri dari Resi Gotama, pernah menjadi kekasih Batara Surya. Sebagai bukti cintanya, Batara Surya memberikan atau menghadiahkan Cupu Manik Astagina kepada Dewi Windradi.Drama Tari Kiskedha KandhaDari sinilah kemudian keributan ini berawal, karena Dewi Windradi sangat sayang kepada putrinya, cupu  tersebut diberikan kepadanya. Tapi ternyata kedua putranya juga mengetahui hal tersebut, sehingga ketiganya bertengkar dengan hebatnya. Mengetahui hal tersebut Resi Gotama marah dan melempar Cupu tersebut. Tutup cupu menjadi telaga Nirmala dan badannya menjadi telaga Sumala di tengah hutan lebat.Drama Tari Kiskedha KandhaDikisahkan Raden Anjanarka (Subali) dan Raden Guwarsi (Sugriwa) bertempur hebat memperebutkan Cupu Manik Astagina yang dilempar ayahnya. Walaupun pada akhirnya Raden Anjanarka (Subali) lebih unggul dari saudaranya. Tapi semua ini tidaklah perbuatan yang baik, karena meraka adalah saudara.Drama Tari Kiskedha KandhaOleh karena itu mereka berdua disuruh ayahnya untuk bertapa, untuk mendapatkan petunjuk dari Dewata. Dalam bertapanya mereka di datangi utusan dari Batara Narada untuk pergi ke Khayangan. Karena Khayangan sedang dibuat ricuh oleh Lembu Sura yang menculik Dewi Tara dan keduanya berhasil melaksanakan tugas tersebut.Drama Tari Kiskedha KandhaDrama tari ini digelar sebagai bagian dari Ujian Tata Rias I, Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Sendratasik, Universitas Negeri Semarang (Unnes) angkatan 2018, pada hari Senin tanggal 8 Juli 2019 di Gedung B6 FBS Unnes mulai pukul 13.00 wib sampai selesai dengan Dosen Pengampu Dra. Eny Kusumastuti, M.Pd.Drama Tari Kiskedha KandhaKomposisi didalam Drama Tari Kiskedha Kandha menggambarkan tentang keseimbangan perjalan hidup menuju puncak kesempurnaan, dalam menebus dosa karena telah tenggelam dalam napsu duniawi. Semua ini dapat ditebus dengan menghancurkan angkara murka yang ada di dunia ini.Drama Tari Kiskedha KandhaGerak dalam Drama Tari ini sangat dinamis dan variatif dimana ragamnya menggunakan ragam tari klasik wayang orang gaya Surakarta dengan sedikit pengembangan dari instrumentnya. Geraknya penuh makna dan arti seperti filosofi dari gerak tari gaya Surakarta khususnya tari klasik.Drama Tari Kiskedha KandhaBusana yang dikenakan berpijak pada busana yang tergambar dalam wayang Purwo sebagai repertoarnya. Terlihat memfokuskan pada gemerlapnya kastum yang semuanya itu merupakan pencitraan semangat dan penghayatan pada karakter tohoh yang dimainkan.Drama Tari Kiskedha KandhaIringan yang mengiringi menggunakan gamelan klasik Jawa secara live show, dengan beberapa pengembangan atau tambahan alat musik seperti drum dan trompet, tanpa merubah makna dan esensi pagelaran yang ditampilkan, sehingga pertunjukan ini tetap nikmat dan enak untuk ditonton.Drama Tari Kiskedha KandhaKarena ini merupakan materi Mata Kuliah Tata Rias semester 2, tentang Rias Wayang Orang yang diwujudkan dalam bentuk Drama Tari Kiskedha Kandha, diharapkan para Mahasiwa ini kedepannya menjadi pendidik (Guru) dapat menerapkan dilapangan untuk masyarakat”, ujar Dra. Eny Kusumastuti, M.Pd selaku Dosen Pengampu. (Soebijanto/reog biyan)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here