myimage.id | Salam Budaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan. Natal adalah hari raya umat Kristen yang selalu diperingati tiap tahunnya oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember sebagi hari kelahiran Yesus Kristus. Semua ini terlihat dalam Dramatari Sang Timur yang didalamnya menceritakan tentang kelahiran Yesus Kristus yang banyak mengalami ujian-ujian bagi Maria dan Bapa Yosep, dimana keduanya selalu mengalami penolakan untuk mendapat tempat yang layak bagi kelahiran putranya sampai pada akhirnya di sebuah kandang domba Yesus lahir di atas palungan yang ditemani para domba dan 3 orang majus dari Timur.Dramatari Sang Timur, culturePenggarapan dramatari ini diawali perjalanan Maria dan Yosep dari negeri Nasaret sampai di Betlehem, kemudian perjalanan panjang ini hingga mencapai diberbagai tempat untuk mencari penginapan meski pada akhirnya di kandang domba inilah Yesus dilahirkan yang dikemas dalam sebuah sisipan-sisipan.Dramatari Sang Timur, cultureKarena ini adalah acaranya Polda Jateng, maka mucullah kerjasama polisi sebagai pengayom masyarakat yang dihubungkan dengan Natal sehingga polisi juga bisa bersinergi dengan perayaan Natal ini.Dramatari Sang Timur, cultureDramatari ini dipentaskan di Gedung Borobudur Polda Jateng, jalan Pahlawan No. 1 Semarang pada tanggal 22 Januari 2019, tepatnya pada pukul 09.00 wib sampai selesai dalam rangka perayaan Natal Polda Jateng 2018 dan menyambut Tahun Baru 2019.Dramatari Sang Timur, cultureTema dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 kali ini adalah Hikmah Natal menjadikan Polri professional, modern dan terpecaya yang dihadiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Condro Kirono MM.M.Hum beserta jajarannya, Uskup Agung Semarang Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko serta para umat yang merayakan kegiatan ini.Dramatari Sang Timur, cultureDramatari ini ciptaan Yoyok B Priyambodo pada tahun 1990 yang kemudian di on progress sampai sekarang ini. Awalannya dramatari ini dulu pertama kali ditayangkan oleh TVRI Jateng dengan menggunakan bahasa Jawa, tapi sekarang ini setiap tahun dramatari ini selalu ditampilkan dengan melihat situasi dan kondisi isu global yang terjadi yang kemudian diangkat di dramatari ini.Dramatari Sang Timur, cultureYoyok B. Priyambodo lahir pada tanggal 25 April 1966 di Semarang, Belajar menari dari orang tuanya (Bpk/Ibu Soedibyo) di Sanggar Tari Kusuma Budaya pada tahun 1972. Kemudian pada tahun 1982 bersama keluarganya mendirikan Sanggar Greget Wilang, tapi kemudian berganti nama menjadi sanggar Greget pada tahun 1992 sampai sekarang.Dramatari Sang Timur, cultureKali ini isunya adalah tsunami dan gagal panen, dimana ditampilkan nelayan yang mencari ikan kemudian muncul gelombang besar dan ketika gagal panen dimuculkan babi hutan yang merusak hasil panen petani, tapi semua itu akhirnya tetap bisa diatasi oleh Bangsa Indonesia.Dramatari Sang Timur, cultureInilah fungsi dari perayaan Natal, dimana kita semua masyarakat ikut turut serta merasakan dan kemudian membantu masyarakat yang kena musibah, sehingga bencana-bencana seperti ini dapat diatasi oleh Bangsa Indonesia sehingga lepas dari cengkeraman bencana alam ini menuju masyarakat adil dan makmur.Dramatari Sang Timur, cultureGerak dalam Dramatari ini sangat variatip dan dinamis, dimana disini menggunakan ragam gerak tari tradisional dengan pengembangan-pengembangan yang disesuaikan dengan makna Natal yang kemudian diolah menjadi bahasa tubuh (tarian) dengan pola lantai yang sangat dinamis, mulai dari pola melingkar, diagonal maupun lurus.Dramatari Sang Timur, cultureBusana yang digunakan merupakan garapan atau modifikasi pakaian tradisi yang disesuaikan dengan pengembangan jaman sekarang. Ciri khasnya caping untuk para petani/nelayan, sedangkan tokoh lain menyesuaikan dengan suasana yang dibawakan sesuai perannya seperti Maria dan Yosep menggunakan busana yang mewah dan gemerlap.Dramatari Sang Timur, cultureIringan gendhingnya dalam Dramatari Sang Timur ini menggunakan gamelan klasik Jawa secara live show dengan garapan-garapan baru yang tetap berpaku pada tradisi seperti menggunakan gendhing ladrang, ketawang dan lancaran.Dramatari Sang Timur, cultureDramatari Sang Timur.

1Koreografer:Yoyok B. Priyambodo
2Penata Busana:Yoyok B. Priyambodo
3Penata Iringan:Yoyok B. Priyambodo
4Penari:Khairul Mawahib, Ndoha Arya Mustoga, Agus Dwiyanto, Watno, Arisman, Nur Hidayat, Mukammad SaiQ Pangudi,  Paimin, Ratu Gayatri, Via, Putri, Davina Dara, Elvareta Anggun, Sines, Yhagi, Sofia, Mia, Andi, Dwi Pamungkas, Eldo, Sangghita Anjali, Dona.
5Pengrawit:Sulamin, Eko, Panji, Amir, Novi, Kirno, Godeg, Fiki, Tika, Hendra, Darsono, Waket Prasudi Puger, Dwi Yuworo.

Dramatari Sang Timur, cultureSebuah dramatari yang memiliki muatan Natal yang disinergikan dengan kearifan budaya lokal yang sangat energik yang dimaknai adanya kerjasama kepolisan dengan masyarakat dalam menjaga negara Republik Indonesia ini, ujar Yoyok B. Priyambodo. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here