myimage.id | Dugder Semarang, di waktu malam, sebenarnya tak berbeda jauh dengan saat siang atau sore hari, tapi memang suasana udara relatif sejuk tidak sepanas dan terik seperti saat siang hari. Banyak pula orang yang hanya punya kesempatan berkunjung di malam hari, karena kesibukan pekerjaan di siang hari. Untuk suasana siang bisa melihat foto-fotonya di Dugderan Semarang, Tradisi Menjelang Puasa.

Dugder Semarang, Ombak Banyu

Saat malam hari, semua wahana permainan, menarik perhatian pengunjung dengan kerlap kerlip lampu warna-dugderan semarangwarni dan suara lagu dangdut ataupun house music. Benar-benar suasana pasar malam. Permainan Ombak Banyu di Dugder Semarang dimainkan atau diputar manual dengan tenaga manusia. Para kru permainan silih berganti menarik dan mendorong wahana ini dan ini juga menjadi atraksi tersendiri saat mereka ikut meloncat menaiki wahana Ombak Banyu. Tentu saja butuh kebernian dan keterampilan untuk melakukan hal ini.

Tong Stand

Permainan lainnya yang cukup menarik adalah di wahana Tong Stand (dulu tong setan), dimana pemainnya dugderan semarangmenggunakan kendaraan roda dua dan sepeda onthel, mengelilingi arena yang dibuat menjadi tong berdiri. Butuh keterampilan dan latihan yang baik sehingga pemain tidak terjatuh ke dasar tong. Di atas tong, para pemain bisa lepas tangan dan mengambil uang saweran yang diacungkan penonton. Pada wahana tong stand ini suara yang ditimbulkan dari motornya cukup bising dan asap knalpotnya lumayan juga. Jadi yang nggak tahan asap, bisa menggunakan pelindung udara atau masker.

Bianglala

Bianglala atau orang kadang menyebutnya dremolen, juga cukup menarik untuk difoto. warna warni lampu yang difoto dengan teknik slowspeed atau kecepatan lambat menghasilkan foto, sebuah wahana dengan lampu yang terlihat menjadi lingkarandugderan semarang. Bagi penghobby foto, bisa mencoba memotretnya beberapa kali dengan beberapa variasi kecepatan. Pada foto ini saya memotretnya beberapa kali dengan beberapa varisasi kecepatan. sehingga ada yang lampunya  masih terlihat beberapa detik berjalan. Bawalah tripod atau bila kelupaan kita harus meletakkan kamera di benda yang tidak bergerak. Sayang sekali di kawasan ini sudah tidak ada lagi jembatan penyeberangan, sehingga agak sulit untuk mendapat view tinggi atau meletakkan kamera di pegangan besinya. (Rahman Hakim)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here