myimage.id | Tari Lengger Solasih adalah sebuah tarian yang menggambarkan kehidupan anak remaja putri  yang suka berias, berhias serta bergaya di masa selayaknya seorang perempuan menurut alam remaja putri  pada umumnya.

Tari Lengger Solasih

Tarian ini merupakan tarian keempat pada acara Gelar Karya “Pahlawan Tari” dalam rangka hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Seni Jawa Tengah di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah kota Surakarta pada tanggal 18 November 2017.

Tari Lengger Solasih

Makna simbolis dari Tari Lengger Solasih didasarkan dalam bahasa Jawa dialek Wonosobo, Solah asih berarti asal bisa asih atau bisa di katakana tarian ini diciptakan untuk dapat menghibur seseorang yang sedang dicintai atau disayangi yang ada di dalam masyarakat sehingga bermanfaat bagi yang dicintai dan disayangi tersebut.

Tari Lengger Solasih

Berpijak dari pengertian (bahasa Jawa) Lengger berasal dari dua kata yaitu Leng dan Ngger, dimana Leng berarti lubang (perempuan) dan Ngger dari kata jengger yang berarti laki-laki. Sehingga tarian Lengger adalah tarian perempuan yang diperankan oleh laki-laki yang berpakaian layaknya seorang perempuan.

Tari Lengger Solasih

Tapi pada perkembangan jaman sekarang ini Tari Lengger ini banyak ditarikan oleh para perempuan. Tarian Lengger menurut banyak cerita merupakan salah satu tarian klasik Jawa merupakan pengembangan dari tari Tayub.

Tari Lengger Solasih

Tarian ini dulunya banyak dianggap tarian negative (seronok) karena gerak dan adegan tariannya dianggap mengundang birahi  dan syahwat serta banyak para penonton yang ikut menari dalam keadaan mabuk minuman keras.

Tari Lengger Solasih

Tapi pada Tari Lengger Solasih semua ini dirubah menjadi lebih santun dan sopan, hal ini dilakukan untuk menghilangkan kesan negative atau seronok yang menempel pada tari Lengger. Bahkan dalam Tari Lengger Solasih disisipi tentang makna ajaran agar kita mengingat akan kebesaran Yang Maha Kuasa.

Tari Lengger Solasih

Busana yang dikenakan pada Tari Lengger Solasih yang ditarikan oleh semua anak remaja putri menggunakan kemben, kain jarik, mahkota dan selendang dimana ini dipadukan dengan tat arias yang apik sehingga membuat para penarinya terlihat cantik dan menawan hati bagi siapa saja yang melihat tarian ini. Selain itu iringannya menggunakan Gamelan Klasik Jawa seperti bonang, gambang, saron, kendang dan gong.

Tari Lengger Solasih

Tari Lengger Solasih

Persembahan:Sanggar Tari Satria (Wonosobo)
Karya:Suwoko
Penata Iringan:Karawitan “Komunitas Gamelan Mutihan” (KGM) Surakarta pimpinan Mas Lubini, S.Sn
Penari:Ika Rustiana, Rosita Dwi, Irene Dwita Natalia, Nathalia Shitty C.B, Agustin Rimba Wardani, Aprilia Happy Jayanti, Efina Lestari

Tari Lengger Solasih

Tari Lengger Solasih masih mengadopsi Tarian Klasik Tradisional Jawa, selain itu tarian ini sering juga ditampilkan dalam acara hajatan, menyambut tamu agung maupun festival seni dan budaya di Jawa Tengah khususnya di daerah Banyumasan dan Wonosobo.

Tari Lengger Solasih

Dari semua ini, Tari Lengger Solasih sangat mencirikan kesenian rakyat Banyumasan/Wonosobo yang mana sekarang banyak dipadu dengan sisipan ajaran akan Yang Maha Kuasa, yang membuat tarian ini yang semakin greget dan eksotis  jika di tampilkan. (Soebijanto/reog biyan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here