myimage.id | Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017 di warnai dengan cuaca yang kurang bersahabat di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis lereng Gunung Merbabu Kabupaten Magelang ini. Dari pagi suasana pada dusun ini sudah di selimuti kabut tebal. Suasana dingin yang tidak bisa di hindarkan sangat menusuk tulang. Semakin siang bahkan malah hujan rintik-rintik mulai terasa di dusun ini. Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017 di mulai dari jam 13.00 wib. Walaupun suasana masih dalam keadaan berkabut dan hujan rintik-rintik panitia, pengunjung dan pemain yang akan melakukan pentas di acara ini sangat antusias sekali menyambut siang ini. Kabut terlihat sesekali di area panggung seakan ingin ikut tampil pada acara ini.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Diawali dengan penampilan angklung yang di lakukan secara bersama-sama Ki Soddong melakukan pertunjukan ini. Para penonton yang datang pun diajak untuk berinteraktif dalam kegiatan ini untuk membunyikan alat musik angklung ini secara masal. Suasana tambah menarik karena penonton yang belum pernah membunyikan alat musik ini juga sangat antuias sekali. Mereka memainkan lagu-lagu kebangsaan dengan cara yang sederhana dengan arahan sang moderator di atas panggung.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Semakin siang suasana pada kawasan dusun Gejayan ini semakin berkabut. Walaupun semakin berkabut tebal, seakan malah menambah semangat para peserta untuk tampil lebih atraktif, ini terlihat dari ekspresi yang ditampilkan  para pemain di atas panggung. Tidak ada pengaruh cuaca dalam pertunjukan  Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Bahkan para penonton bukannya semakin sedikit, tapi malah semakin banyak. Suasana berkabut ini kadang diselingi dengan hujan yang rintik-rintik. Panitia sibuk membuat acara Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017 ini supaya berjalan dengan lancer dan baik. Terlihat panitia membuang garam di atas rumah dekat panggung yang di yakini menurut adat Jawa bisa menolak hujan. Dan penonton pun semakin banyak berdatangan yang terlihat melingkari panggung dengan ditengahnya ada symbol Garuda dari bahan utama jerami.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Kebersamaan penonton dengan atraktifnya pemain di panggung sangat terasa sekali di acara ini. Dari antusias penonton inilah kadang menambah semangat para pemain seni dan budaya ini untuk tampil all out di hadapan penonton. Sesekali diiringi oleh MC yang kocak dalam membawakan acara ini.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Terlihat ada sekelompok penari bahkan melibatkan anak kecil atau balita pada acara ini. Mereka tanpa canggung melakukan tarian ini. Dengan membawa serta balita dalam tarian ini malah membuat tarian ini mempunyai nilai plus tersendiri. Terlihat para photographer dengan antusias mengabadikan momen langka ini. Setiap gerakan yang di bawakan penari yang mengendong balita ini menjadi incaran para pelukis cahaya ini.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Acara ini sempat istirahat pada pukul 17.00 wib yang di lanjutkan lagi pada pukul 19.00 wib. Acara malam yang sangat ditunggu-tunggu. Semua ini di selenggarakan oleh penduduk Dusun Gejayan, walaupun mereka penduduk desa, penampilan panggung sangat di kemas dengan bagusnya. Mulai dari hiasan panggung sampai dengan penataan lampu yang mereka buat sangat atraktif untuk kita saksikan semua.  Sampai acara malam pun kabut tidak mau menghindari pada Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017 ini.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Dengan MC local yang sangat medok bahasanya, malah membuat suasana acara ini sangat meriah. Dan sekali lagi para pemain yang menampilkan acara seni budaya ini sangat tidak berpengaruh terhadap suasana kabut yang dingin untuk menampilkan tariannya secara maksimal. Dengan kastum yang atraktif,  mereka menampilkan pertunjukan ini secara berkelompok maupun individual.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017 merupakan kumpulan para pekerja seni dan budaya untuk berkumpul dengan hati mereka, semua di curahkan disini. Ini terlihat dari beberapa penampil yang berkolaborasi dengan para seniman asing seperti Prancis, Australia bahkan Chili yang ikut tampil di acara Festival 5 Gunung  tanpa pamrih apa-apa untuk mereka.

Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017

Pada Hari ke dua Festival 5 Gunung 16 | 2017 ini yang sangat special dari pertunjukan ini adalah kebersamaan anatara penonton, masyarakat Dusun Gejayan dengan para pemain panggung sangat terasa sekali. Terasa lagi kalau di lihat dari tema “MARI GOBLOK BARENG” ini sangat memberikan inspirasi untuk melakukan kegiatan goblok bersama-sama dalam versi yang lebih dalam. Sekelompok orang-orang yang goblok bersama tapi menghasilkan karya anak bangsa yang sangat berguna bagi tatanan kehidupan berbangsa dan bertanah air sangat di butuhkan oleh Negara kita untuk lebih maju menghadapi era yang semakin maju tanpa melupakan kebersamaan bukan perpecahan di dalamnya. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here