myimage.id | Festival Kembul Sewu Dhulur 2017 merupakan sebuah festival rakyat yang sudah turun temurun dengan inti memandikan Jaran Kepang yang merupakan salah satu perangkat yang digunakan untuk kesenian Jhatilan di sungai atau bendung Khayangan di Desa Pendoworejo Girimulyo Kulonprogo Yogyakarta pada penutupan bulan Sapar atau tepatnya pada tanggal 14-15 November 2017.

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Ritual memandikan Jaran Kepang di sungai atau bendung Khayangan ini sangat di yakini dan dipercaya oleh grup-grup Jathilan di seputar Kulonprogo dapat mendatangkan pelarisan bagi mereka sehingga tanggapan akan banyak dan laku serta disukai oleh masyarakat pada umumnya. Dan kepercayaan ini sudah mereka yakini sejak dulu kala sampai sekarang.

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017 di mulai dengan kenduri Saparan yang diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh Desa yang intinya berterima kasih kepada Yang maha Kuasa atas segala rejeki yang melimpah selama ini. Kenduri saparan ini di bawa oeh penduduk yang berisi makanan sehari-hari seperti nasi, ingkung, lauk pauk serta tak lupa jajan pasarnya, semua disajikan disini.

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Makanan yang digunakan sebagai kenduri Saparan ini kemudian di makan bersama-sama, penonton bersama masyarakat desa ramai-ramai menyantap makanan yang telah disajikan ini, tapi beberapa ada yang di bawa pulang dengan pengharapan dapat mendatangkan rejeki dan keselamatan dirumah mereka.

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Setelah itu dilanjutkan dengan memandikan Jaran Kepang, dimana sebelum acara ini mereka lakukan kelompok Jathilan ini melakukan ritual sesaji dengan membakar menyan dan menyandingkan bunga di tepi Sungai Khayangan ini. Bahkan pada Festival kali ini di samping sesaji diadakan tari teatrikal Jaran Kepang yang menggambarkan tentang seorang sedang naik kuda yang sedang melakukan perjalanan mencari Yang Maha Kuasa.

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Kemudian dilanjutkan acara puncak yaitu memandikan Jaran Kepang di tengah Sungai Khayangan yang merupakan pertemuan dua sungai yaitu Sungai Kiwo (Sungai kiri) dan Sungai Kledung (Sungai kanan).

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Setelah memandikan Jaran Kepang, kelompok Jathilan ini melakukan tarian Jhatial di pinggir sungai. Gerak yang rampak dan kompak mereka tampilkan pada tarian ini. Bahkan ditengah pementasan, kelompok Jathilan ini menghadirkan adegan trance (ndadi) yang mana ini merupakan bagian dari ritual yang terkait dengan kelompok Jathilan ini.

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Iringan Jhatilan pada kelompok ini masih sangat klasik belum tercampur dengan alat musik modern. Mereka menggunakan gamelan, kendang, rebab dan angklung. Festival ini dapat dijadikan salah satu daya tari Pariwisata yang embrionya lahir dan tumbuh dari masyarakat yang sudah ada dari jaman dulu, dimana sekarang tinggal dikemas agar dapat mendatangkan wisatawan lokal maupun asing agar melihat festival ini.

Festival Kembul Sewu Dhulur 2017

Diharapkan juga pada Festival Kembul Sewu Dhulur 2017 ini seni Jhatilan dapat tumbuh dan berkembang baik secara kuantitas maupun kualitas, hal ini sangat memungkinkan sekali karena semakin meningkatnya pola pemikiran, pergerakan dan daya kreasi masyarakat yang semakin maju yang diiringi dengan dinamika zaman yang terus berlangsung di Pendoworejo Girimulyo Kulon Progo khususnya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here