myimage.id | Salam Budaya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjang, sugeng makaryo. Indonesia mempunyai keragam budaya yang tak terhingga yang semuanya mempunyai nilai yang sangat tinggi, mengekspresikan tentang keindahan visual maupun memancarkan nilai filosofi dan pengalaman spriritual yang sangat dalam. Salah satunya Festival Kembul Sewu Dulur 2018 yang merupakan sebuah festival rakyat yang turun temurun sebagai bagian dari pelestarian upacara adat saparan rebo pungkasan kembul sewu dulur sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat yang diterima oleh masyarakat Pendoworejo Girimulyo Kulon Progo kepada Yang Maha Kuasa.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureKembul berarti makan bersama, Sewu Dulur berarti seribu saudara, sehingga secara makna filosofisnya ini merupakan makan bersama dengan saudara kita yang banyak sebagai ungkapan rasa syukur yang tak terhingga kepada Yang Maha Kuasa yang merupakan bagian dari silaturahmi yang merupakan warisan dari nenek moyang kita, ungkap Priyo Mustiko (Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara), yang selama sepuluh tahun ini selalu mendampingi festival ini.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureFestival Kembul Sewu Dulur 2018 dilaksanakan mulai dari tanggal 1-7 Nopember 2018 di Pendoworejo Girimulyo Kulon Progo, yang diawali dengan Pasar Malam dan Kirab Jatilan, kemudian pada tanggal 6-7 November 2018 acara Eksplorasi Bendung Khayangan, Upacara Adat Saparan dan Upacara Ritual Guyang Jaran.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureTradisi ini dilaksanakan tidak hanya diikuti oleh masyarakat Pendoworejo Girimulyo Kulon Progo saja, banyak warga sekitarnya yang ikut sebagai partisipasi dalam festival ini yang merupakan warisan budaya yang dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat secara nyata yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Banyak anaka-anak muda sebagai generasi penerus bangsa yang ikut ambil bagian dari festival ini.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureSejarah diadakan Festival Kembul Sewu Dulur 2018, dulunya konon kabarnya di Desa Pendoworejo Girimulyo Kulon Progo ini dirintis oleh Mbah Bei Khayangan (salah satu punggawa Sang Prabu Brawijaya V), moksa disini.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureBeliau meninggalkan Bendungan Khayangan yang membendung Sungai Kiwo (Sungai Kiri) dan Sungai Gunturan yang sangat berguna sekali bagi pertanian di daerah ini. Dengan bendungan ini masyarakat menjadi sejahtera dan kehidupannya makmur dengan hasil pertaniannya, yang setiap tahunnya kemudian diperingati tepatnya pada hari rebo pungkasan sapar dengan nama Festival Kembul Sewu Dulur.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureFestival Kembul Sewu Dulur 2018 di mulai dengan kenduri Saparan yang diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh Desa yang intinya berterima kasih kepada Yang maha Kuasa atas segala rejeki yang melimpah selama ini. Kenduri saparan ini di bawa oleh penduduk yang berisi makanan sehari-hari seperti nasi, ingkung, lauk pauk serta tak lupa jajan pasarnya, semua disajikan disini.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureMakanan yang digunakan sebagai kenduri Saparan ini kemudian di makan bersama-sama, penonton bersama masyarakat desa ramai-ramai menyantap makanan yang telah disajikan ini, tapi beberapa ada yang di bawa pulang dengan pengharapan dapat mendatangkan rejeki dan keselamatan dirumah mereka.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureSetelah itu dilanjutkan dengan memandikan Jaran Kepang, dimana sebelum acara ini mereka lakukan kelompok Jathilan ini melakukan ritual sesaji dengan membakar menyan dan menyandingkan bunga di tepi Sungai Khayangan ini.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureKemudian dilanjutkan acara puncak yaitu memandikan Jaran Kepang di tengah Sungai Khayangan yang merupakan pertemuan dua sungai yaitu Sungai Kiwo (Sungai kiri) dan Sungai Gunturan, yang di iringi dengan tembang-tembang Macopot dari Lembaga Budaya Jawa Sekar Pangawikan yang intinya bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureSetelah memandikan Jaran Kepang, kelompok Jathilan ini melakukan tarian Jhatial di pinggir sungai. Gerak yang rampak dan kompak mereka tampilkan pada tarian ini. Memang kali ini tidak ada adegan trance (ndadi), karena kali ini hanya di gunakan sebagai ritual yang terkait dengan kelompok Jathilan ini saja.Festival Kembul Sewu Dulur 2018, cultureFestival ini dapat dijadikan salah satu daya tarik Pariwisata yang embrionya lahir dan tumbuh dari masyarakat yang sudah ada dari jaman dulu, dimana sekarang tinggal dikemas agar dapat mendatangkan wisatawan lokal maupun asing agar melihat festival ini, ujar Budiman sebagai Kepala Desa Pendoworejo Girimulyo Kulon Progo. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here