myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang sedherek-sedherek. Kata Festival masih menjadi senjata ampuh untuk mempromosikan bahwa sebuah event yang digelar akan keren dan jaminan mutu bagus. Apalagi di ramu dengan kata gaul, semakin menambah suasana evet tersebut untuk kalangan muda anak-anak jaman sekarang (anak milenial). Semua ini terlihat dalam Festival Ketoprak Gaul 2019 yang merupakan sebuah acara festival ketoprak tradisional yang digelar oleh para mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang dikemas dalam rangkaian pertunjukan ketoprak yang pada tahun ini memasuki tahun ke 8.Festival Ketoprak Gaul 2019Sejarah sampai terwujudnya festival ini, awalannya dulu hanya ingin membuat sebuah wadah untuk membekali mahasiswa dalam hal unggah-ungguh dalam pemakaian Bahasa Jawa supaya dicintai dan di mengerti, kemudian digagas dengan praktek langsung dengan pementasan ketoprak yang sekarang masuk dalam mata kuliah Drama Jawa Tradisional.Festival Ketoprak Gaul 2019Dulu irama/gendhing yang mengiringi acara ini hanya dengan media recording, tetapi kemudian ada inisiatif untuk bekerja sama dengan UKM Kesenian Jawa yang malah menjadi kolaborasi yang apik antara mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa dengan UKM terutama Karawitan sehingga terbentuklah pertunjukan Ketoprak Gaul yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011.Festival Ketoprak Gaul 2019Festival Ketoprak Gaul 2019 diselenggarakan oleh Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang di gedung B6 FBS, pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 23-24 Nopember 2019, mulai pukul 19.00 wib sampai selesai.Festival Ketoprak Gaul 2019Event ini sekarang malah menjadi “trade mark” nya para mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang menjadi acara berkelanjutan tiap tahunnya. Biasanya diselenggarakan pada bulan Nopember yang kedepannya mungkin bisa diajukan bulannya, yang pastinya menyesuaikan kurikulum yang ada di Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa.Festival Ketoprak Gaul 2019Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang tiap tahunnya pada bulan oktober hingga Nopember di FBS ada ulang tahun dalam rangka Bulan Bahasa dengan menyelenggarakan beberapa rangkaian acara, salah satunya adalah Festival Ketoprak Gaul 2019.Festival Ketoprak Gaul 2019Rangkaian Bulan Bahasa dimulai pada tanggal 1 Oktober 2019 dengan acara dialog budaya dengan pemberian penghargaan “FBS Award” yang diberikan kepada lulusan-lulusan FBS terbaik seperti budayawan Prie GS dan Triwiyanto Triwikromo, serta ada juga rangkaian pembacaan puisi dan beberapa seminar-seminar di beberapa jurusan.Festival Ketoprak Gaul 2019Pada tanggal 22 Oktober 2019 Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, menyelenggarakan lomba monolog bahasa Jawa di gedung B6 FBS tingkat Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur dan acara Bulan Bahasa ini di akhiri dengan Festival Ketoprak Gaul 2019 sekaligus sebagai penutup dari Bulan Bahasa pada tahun 2019 ini.Festival Ketoprak Gaul 2019Di dalam Festival Ketoprak Gaul 2019 ada 5 Rombel (rombongan belajar) yang semuanya menampilkan lakon yang berbeda-beda, diawali pada tanggal 23 Nopember 2019 dengan Ketoprak Prawita Diwangkara (Pambayun), Ketoprak Praba Sastrika (Sumpah Satyasmara) yang kemudian ditutup dengan Ketoprak Kamayaran (Kembang Putet Selawe).Festival Ketoprak Gaul 2019Kemudian dilanjutkan pada hari kedua tanggal 24 Nopember 2019 diawali dengan Ketoprak Pratima Pinasthika (Kagiwang Rasa) yang kemudian diselinggi dengan acara penutupan seremonial sebagai penutupan Bulan Bahasa yang dilanjutkan dengan Ketoprak Lebda Wicitra (Sang Ra Kuti) sebagai penutup acara.Festival Ketoprak Gaul 2019Ketoprak Gaul ini berproses dari awal semester yang harus di jalani oleh para Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang di semester 5, yang mana tema pemilihan lakon sepenuhnya diserahkan kepada para mahasiswa, jadi ini murni dari kreatifitas para mahasiswa. Mulai dari penulisan naskah, penggalian ide cerita sampai chasting berproses selama 6 bulan (1 semester).Festival Ketoprak Gaul 2019Para mahasiswa selain berlatih management panggung (pertunjukan), mereka juga berlatih management produksi, ini semua sangat membantu mereka manakala mereka sudah lulus dari jurusan ini, mereka sudah siap bertemu masyarakat yang sesungguhnya.Festival Ketoprak Gaul 2019Beberapa unsur yang harus dipunyai pemain ketoprak diantaranya harus mengenal istilah konsep 3 W yaitu Ingkang kawastan djoged inggih punikaobahing sadajo sarandhuning badhan (Wiraga), katata pikantoek wiramaning gendhing (Wirama), Djoemboehing pasemon kalajan pikadjenganing djoged (Wirasa).Festival Ketoprak Gaul 2019Dalam sebuah pertunjukan, improvisasi sangat penting tetapi masih dalam koridor benang merah, dialog-dialog yang spontan mampu menghidupkan suasana dengan para penontonnya dengan bahasa yang tertata, tidak membosankan yang semuanya mampu memancing penonton untuk ikut larut dalam suasana yang diinginkan.Festival Ketoprak Gaul 2019Beberapa nilai-nilai kearifan yang disampaikan dalam event ini adalah sebagai sebuah sarana untuk mengekspresikan diri dengan cara mengenalkan pemain dihubungkan dengan kecintaan kepada seni budaya tradisional Indonesia, belajar bahasa Jawa ternyata lebih efektif dengan praktek langsung dengan pertunjukan ketoprak dan belajar unggah-ungguh bagaimana bersikap terhadap orang yang lebih tua dengan aturan-aturan yang harus mereka taati.Festival Ketoprak Gaul 2019“Ketika ketoprak ini menjadi jiwa para mereka, apa yang mereka pelajari selama ini menjadi bekal di masyarakat dengan jatidiri sebagai orang Jawa ada di hati mereka dan siap hidup di masyarakat manakala mereka dihadapkan dalam pertunjukan yang sesungguhnya”, ujar Sungging Widagdo S.Pd M.Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah Drama Jawa Tradisonal disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here