myimage.id | Fragmen Pergiwo Pergiwati merupakan sebuah tarian yang ceritanya diambilkan dari petilan Serat Kondo, yang menceritakan Pergiwo Pergiwati yang merupakan putri dari Raden Arjuna dengan Dewi Manuhara, dipaksa oleh Raden Dursosono dan bala Kurawa untuk di bawa ke kerajaan Astina untuk dijadikan patah sak kembaran. Tapi karena cara Raden Dursosono dan bala Kurawa kasar dan tidak sopan, maka Pergiwo dan Pergiwati tidak mau.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Tarian ini ditarikan pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti, yang merupakan sebuah acara rutin yang digelar pada tanggal 7 Januari 2018 tepatnya. Acara ini bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Karena ada paksaan dari Raden Dursosono dan bala Kurawa, maka cantrik dari Pergiwo Pergiwati yaitu Jonoluko membela kedua putri tersebut. Tapi karena kalah dalam jumlah, Jonoluko dalam pertemuran ini dihajar habis-habisan atau dapat dikatakan dijadikan bulan-bulanan oleh para Kurawa ini, sampai Jonoluko meninggal.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Dalam keadaan seperti ini kedua putri Raden Arjuna ini melarikan diri ketengah hutan, dimana didalam hutan malah ketemu Raden Abimanyu yang masih kakak mereka, karena Raden Abimanyu juga merupakan anak dari Raden Arjuna.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Raden Abimanyu yang melindungi Pergiwo Pergiwati diadalam hutan ini malah kemudian di keroyok oleh para Kurawa ini. Karena di keroyok oleh bala Kurawa, Raden Abimanyu keteteran dalam pertempuran ini. Dalam keadaan genting, Raden Abimanyu mendapat pertolongan dari Raden Gatutkoco yang mana bala Kurawa ini bisa ditaklukan dan dikalahkan oleh Raden Gatutkoco. Pada akhir cerita ada tarian yang menggambarkan tarian gandrung yang ditarikan oleh Raden Gatutkoco yang ternyata jatuh cinta dengan Pergiwo.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Busana yang dikenakan pada fragmen ini terbagi menjai beberapa, dimana busana yang dikenakan antara lain adalah jarik dan celana. Kain jariknya menggunakan motip parang rusak gordo, yang secara skala sosisal kain jarik ini digunakan hanya oleh para Pangeran atau putra Raja. Untuk busana yang dikenakan Pergiwo Pergiwati hampir sama dengan yang digunakan pada tari Golek Pamularsih yang hanya pada wayang orang tidak menggunakan rompi tetapi memakai mekak dan rimong. Inilah yang membedakan strata penduduk bumi dengan yang tinggal di khayangan.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Sedangkan busana yang di pakai Raden Gatutkoco ira-iranya itu gelung, bledekan kecil, jamang mangkoro,sumping, kaweng, kain jariknya bermotip parang rusak blur tidak memakai gordo. Inilah yang membedakan cerita pewayangan dari tanah Jawa dengan yang di luar negeri dimana kalau luar negeri pasti jariknya motipnya memakai gordo.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Irama pada Fragmen Pergiwo Pergiwati pada adegan bala Kurawa dinamakan dengan gendhing lancaran, dimana gendhing ini dilengkapi dengan gendhing playon (gendhing untuk trasisi). Gendhing utamanya ada 3 yaitu gending lancaran, gending ayak-ayak (adegan Raden Abimanyu) dan gendhing Kodok Ngorek (adegan Raden Gatutkoco) dengan gaya Yogyakarta, tapi biasanya pada bagian akhir ada gendhing galong yang mengisi kalau cerita fragmennya mau habis dan diakhiri dengan gendhing gangsaran.

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Fragmen Pergiwo Pergiwati

1Persembahan:Yayasan Siswo Among BeksoJl. Kadipaten Kidul no 44 Yogyakarta
2Penari:1. Reni dan Dina (Pergiwo Pergiwati)

2. Sri Widihardo S,Sn (Gatutkoco)

3. Putra Jalu P (Abimanyu)

4. Pulung Jati S, Sn (Dursosono)

5 Otok Spd, Trihonggo Handiko, Ikal Yulianto (Kurawa)

3Pengiring Irama:1. Widodo (kendang)

2. Wirogo Mulyo (keprak)

3. Rogo Mulyo (Bonang)

Fragmen Pergiwo Pergiwati, culture, dance classic

Pesan yang ingin disampaikan pada Fragmen Pergiwo Pergiwati ini sangat dalam sekali maknanya, dimana kita manusia janganlah memaksan kehendak kita tanpa melihat sekeliling kita. Baik buruknya harus benar-benar kita perhatikan. Janganlah menjadi orang yang egois, tapi bijaksanalah dalam mengambil keputusan. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here