myimage.id | Tari Jemparingan adalah sebuah tari yang menggambarkan para prajurit Kraton yang sedang berlatih ketrampilan perang yang menggunakan property panahan.

Tari Jemparingan

Tarian ini merupakan tarian kesepuluh pada acara Gelar Karya “Pahlawan Tari” dalam rangka hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Seni Jawa Tengah di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah kota Surakarta pada tanggal 18 November 2017.

Tari Jemparingan

Tari Jemparingan

Jemparingan merupakan sebuah seni memanah tradisional khas gaya Mataraman Yogyakarta, sedangkan jemparing dalam bahasa Jawa berarti panah. Disini busur dan anak panahnya terbuat dari kayu dan bambu. Dulu ini di mainkan sebagai ketrampilan yang harus dipunyai seoarang Prajurit Kraton dimana dalam memainkannya harus menggunakan busana tradisonal khas Jawa berupa jarik untuk perempuannya serta blangkon dan surjan serta blangkon untuk prianya. Dan untuk memainkannya kita harus duduk bersila untuk menembakan panah ke sasaran/target panahan tersebut.

Tari Jemparingan

Tari Jemparingan

Dalam tarian ini Jemparingan mengandung syarat dan makna filosofi yang dalam, artinya jemparing bukan hanya digunakan untuk olah raga tapi lebih ke seni mengolah rasa. Para pemanah harus fokus terhadap jiwa dan raganya untuk memainkan tarian ini sehingga harus padu, kompak dan rampak. Karena kali ini tarian ini dilakukan secara berkelompok. Tarian ini juga bisa dilakukan secara tunggal ataupun berpasangan.

Tari Jemparingan

Keberhasilan tarian ini juga sangat tergantung dari suasana hati para pemainnya. Maka kesabaran dan konsentrasi yang mendalam dalam melakukan tari Jemparingan ini sangat dibutuhkan karena tarian ini tidak hanya berdiri saja tapi dikombinasikan dengan duduk dan bersila.

Tari Jemparingan

Didunia nyata Jemaparingan tidaklah segampang yang terlihat, duduk, melepas anak panah pada sebuah target. Ketika kita mencoba pasti akan menemui kesusahan. Duduk dan bersila dengan pakaian khas Jawa klasik, mulai dari surjan dan beskap dan berblangkon, melepas anak panah. Walaupun susah kita pasti penasaran dan ketagihan untuk mencoba lagi dan lagi, walau sudah bolak-balik ambil panah dari sasaran yang mengenai ataupun jauh dari target sasaran

Tari Jemparingan

Tari Jemparingan

Tari Jemparingan ini ini diciptakan oleh Sunarno S. Kar. M.Sn pada tahun 1983/1984. Gerak dasarnya banyak mengadopsi pada tari keprajuritan yang dilakukan secara gagah, kompak dan rampak. Penuh tenaga dan mengalir sesuai dengan irama yang mengalun dengan irama gamelan Jawa Klasik.

Tari Jemparingan

Tari Jemparingan

Persembahan:Griya Seni Kasunarnan (Surakarta)
Karya:Sunarno S. Kar. M.Sn
Penata Iringan:Karawitan “Komunitas Gamelan Mutihan” (KGM) Surakarta pimpinan Mas Lubini, S.Sn
Penari:Achmad Dipoyono, S.Sn., M.Sn, Wahyu Sapto Pamungkas, S.Sn, Tri Ageng Giatno Mukti,  Nandhang Wisnu Pamenang S.Sn.,M.Sn, Sanggita setyaji widhiadarma

Tari Jemparingan

Bukan anak seni dan budaya kalau tidak mengenal tarian ini. Jemparingan sangat terkenal di kalangan anak muda terutama mereka yang tinggal disekitar Kraton Yogya dan Solo karena di kedua Kraton tersebut banyak tempat untuk berlatih jemparing atau panahan. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here