myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Hari ini, hari yang kau tunggu, bertambah satu tahun, usiamu, bahagialah slalu. Yang kuberi, bukan jam dan cincin, bukan seikat kembang atau puisi, juga kalung hati, tapi doa stulus hati, itulah sepenggal lagu dari grup band Jamrud yang paling pas untuk menggambarkan kebahagian yang dialami oleh para mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes yang pada hari ini berulang tahun yang ke 10. Semua ini di ungkapkan dalam Gebyar Jawa 2019 yang merupakan sebuah momentum tahunan sebagai salah satu bentuk ulang tahun khususnya buat Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang pada tahun ini memasuki tahun ke 10.Gebyar Jawa 2019Pada tahun ini mengusung tema “Muleh Kamulane” yang mempunyai arti pulang kepada jati diri kita. Semua ini memiliki makna tentang pengharapan bahwa generasi muda (milenial) jangan sampai kehilangan atau tidak memahami dengan kaitannya budaya Indonesia khususnya Jawa, karena ditangan merekalah semua ini akan diteruskan.Gebyar Jawa 2019Terbentuknya acara ini dulu idenya berkaitan dengan sejarah berdirinya Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa dimana dulunya masih jadi satu dengan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang kemudian berdiri secara mandiri. Dari perpisahan prodi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa inilah, akhirnya diperingati sebagai hari jadi Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa yang diwujudkan dalam bentuk Gebyar Jawa ini.Gebyar Jawa 2019Gebyar Jawa 2019 merupakan bagian dari program kerja Mahasiswa HIMA pengurusan tahun ini di bawah koordinasi dari Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 7 Desember 2019, mulai pukul 07.00 wib sampai selesai di Kampung Budaya Unnes.Gebyar Jawa 2019

Gebyar Jawa 2019Acara ini tidak hanya diikuti oleh para mahasiswa buat Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes saja, tetapi juga diikuti oleh para Pemangku Jabatan dan para Dosen di Unnes, yang dibuka oleh Wakil Dekan 3 bidang kemahasiswaan (Drs. Eko Rahardjo, M. Hum) yang mewakili Dekan, serta perwakilan dari mahasiswa dari UPGRIS, UNS dan HIMA dari Jakarta dan Yogyakarta serta lintas organisasi mahasiswa.Gebyar Jawa 2019

Gebyar Jawa 2019Acara di mulai didepan Gedung Perkuliahan Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa dengan Kirab Budaya berupa arak-arakan dari para mahasiswa yang pada tahun ini tidak didalam kampus, tetapi berjalan dikampung-kampung seputar kawasan Kampus Unnes.Gebyar Jawa 2019

Gebyar Jawa 2019Hal ini dilakukan karena para mahasiswa ingin masyarakat di seputaran Kampus Unnes mengetahui bahwa di kampus Unnes ada acara Gebyar Jawa 2019 yang dilakukan Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, sebuah terobosan baru yang dilakukan para mahasiswa ini.Gebyar Jawa 2019Ada sesuatu yang menarik dan unik di dalam Kirab Budaya ini, dimana peserta hampir semuanya menggunakan pakaian tradisional Jawa. Yang putri menggunakan kemben dan jarik sedangkan yang putra menggunakan sorjan/lurik dengan beskap dengan bermacam-macam pakem, mulai dari Solo, Yogyakarta sampai Semarangan. Ini semua sebagai inspirasi bagi generasi milenial bahwa kita mempunyai keragaman budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan secara nyata.Gebyar Jawa 2019Kemudian dilanjutkan dengan Grebeg Gunungan di kampung Budaya Unnes, dimana para hadirin yang datang memperebutkan gunungan buah dan sayuran, suasana sangat ramai sekali. Setelah ini ada acara Pisowanan Ageng dan Kembul Bujana, dimana disini masing-masing Rombongan Belajar (Rombel) membuat tumpeng yang kemudian didoakan dulu kemudian dimakan secara bersama-sama.Gebyar Jawa 2019Ini semua sebagai bagian dari pelajaran yang mempunyai makna gotong royong, kerjasama serta saling peduli kepada sesama mahasiswa, yang nantinya semuanya ini akan di bawa kemasyarakat nyata manakala para mahasiswa ini setelah lulus.Gebyar Jawa 2019Acara Gebyar Jawa 2019 juga diwarnai dengan pentas per angkatan mulai dari musik Gamelan Klasik Jawa, Musikal Geguritan dengan variasi puisi serta tari gaya Semarangan yang dilanjutkan dengan pemilihan Duta Sinjang, yaitu pemilihan putri-putrian untuk acara ini yang diikuti oleh perwakilan dari Rombel yang diakhiri dengan Flash Mob di Kampung Budaya Unnes.Gebyar Jawa 2019Acara ini juga ingin memunculkan nguyup rukun atau kekompakan dalam sebuah format moment kebersamaan, serta mengenalkan yang berkaitan dengan seni budaya Indonesia khususnya budaya Jawa yang berkaitan dengan gamelan klasik Jawa, gendhing-gendhing, langgam dan tari tradisional.Gebyar Jawa 2019“Mengharapkan yang berkaitan dengan budaya dan bahasa Jawa yang selama ini mengalami perkembangan yang signifikan yang menjadi pekerjaan rumah khusus bagi Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, agar generasi milenial ikut tertarik dalam pelestarian dan mengembangkan budaya dan bahasa Jawa khususnya”, ujar Dr. Prembayun Miji Lestari, S. S., M. Hum, selaku Ketua Jurusan disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here