myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Perkembangan seni budaya sudah selayaknya harus mengikuti perkembangan jaman sekarang ini (milenial) dengan segala kebijaksanaan atau pakem-pakem yang berfungsi sebagai koridor dan pondasinya. Kalau kedua faktor ini dilebur dengan baik, maka niscaya akan dapat menambah keanekaragaman seni budaya Indonesia. Ya semua ini terlihat dalam Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya Yogyakarta yang merupakan sebuah pagelaran tari klasik yang bertujuan untuk menarik wisatawan dimana tarian yang ditampilkan dikemas dengan durasi yang pendek tanpa menghilangkan pakem-pakem yang sudah ada.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaTari klasik dengan durasi yang pendek sekarang ini menjadi trens yang sangat menarik bagi wisatawan yang dibuat klasik tetapi rasa kekinian, selain itu juga pagelaran ini para penonton disuguhi sajian tari yang selain menarik juga tidak membosankan.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaPagelaran ini menggunakan pola tari klasik gaya Yogyakarta yang sudah ada sejak jaman Kraton Mataram, tinggal dirangkai dan dikreasi sedemikian rupa mulai dari waktu, gerak, irama dan busana tanpa menghilangkan pakem-pakem yang sudah ada.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaTari gaya Yogyakarta sering disebut dengan gaya Mataraman yang mempunyai filosofi yang disebut dengan “Joged Mataraman” yaitu sawiji, greged, sengguh, ora mingkuh. Gaya ini merupakan warisan Kraton Mataram sebelum pecah menjadi Kraton yang ada di Yogyakarta dan Surakarta.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaPagelaran ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY yang bekerjasama dengan POS Aji Mataram Yogyakarta, pada hari kamis, tangal 19 Desember 2019 di rumah Budaya POSRAM Yogyakarta, Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta mulai pukul 19.00 wib sampai selesai.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya Yogyakarta

Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaPusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram (POSRAM) adalah sebuah sanggar tari klasik gaya Yogyakarta dan tari modern yang berdiri pada tanggal 9 Juli 1984 yang didirikan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn. Sanggar tari ini mempunyai base camp di , Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta 55142- Indonesia.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaSelain menerima anggotanya untuk generasi anak-anak, juga untuk ibu-ibu yang umurnya diatas 50 tahun, yang di sanggar ini dibuatkan khusus tarian  mempelajari sesuai dengan umur anggotanya. Selain sebagai bagian dari ekspresi bagi orang tua , tarian ini dapat dijadikan healing atau terapi kesehatan bagi tubuh yang sudah tidak muda lagi.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaGelar Atraksi Tari Wisata Gaya Yogyakarta pada tahun ini sudah memasuki tahun ke 4 yang mana tema tahun ini mengusung tentang tari yang digunakan untuk paket wisata, selain ini juga pagelaran ini dapat dijadikan edukasi anak-naka milenial tentang susunan tari klasik yang di buat dengan rasa kekinian, tidak susah dengan harapan anak-anak milenial tertarik dan mau mempelajarinya.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaMemang pertahunnya pagelaran ini digelar dengan konsep yang semotip yang terus dikreasi dan dikembangkan dengan alasan adanya keprihatinan tari gaya Yogyakarta hanya itu-itu saja, dari ini semualah kemudian Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn berpikir untuk menambah keanekaragaman tari gaya Yogyakarta dengan warna baru tanpa meninggalkan pakem-pakemnya.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya Yogyakarta5 repertoar tari yang secara khusus di kreasi dan diciptakan Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn ditampilkan dalam Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya Yogyakarta, diantaranya Tari Mangastuti Pujo, Janoko Cakil yang diselinggi dengan pertunjukan Dalang Cilik (Ramadhanu Aji Putra) dengan lakon Kikis Tunggorono, Tari Golek Moyo Asmoro, Beksan Bethara Wisnu Kuncoro Kresno yang diakhiri dengan Beksan Ontorejo Burisrowo.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya YogyakartaSelain menampilkan rangkaian gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang lebih dinamis, disini juga memperhatikan busana dan iringan yang banyak terpengaruh terhadap musik pedalangan yang alunannya lebih atraktif dan dinamis. Semua ini terlihat manakala penonton sangat menikmati pagelaran ini dari awal sampai akhir dengan setia.Gelar Atraksi Tari Wisata Gaya Yogyakarta“Sangat mengharapkan para seniman dan sanggar-sanggar tari lain di Yogyakarta khususnya bisa membuat paket-paket seperti ini dengan style masing-masing, dengan tujuan program ini bisa berkelanjutan dan tidak berhenti. Meskipun dalam koridor tari klasik dengan rasa kekinian, tapi tetap  menggunakan pakem-pakem yang sudah ada”, ujar Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here