myimage.id | Gelar Karya Pahlawan Tari 2017 merupakan sebuah event pagelaran untuk mengenang Pahlawan dalam hal ini Pahlawan Tari dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Ini diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Taman Budaya Jawa Tengah yang di adakan di Pendopo TBJT di kota Surakarta pada tanggal 18 Nopember 2017.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Acara ini di hadiri oleh para penggiat dan pemerhati seni budaya yang tidak hanya berasal dari Jawa Tengah saja, tetapi banyak juga yang dari luar Jawa Tengah hadir menyaksikan pagelaran ini. Walaupun baru pertama kali mengelar acara ini tapi tampilan dan sambutan dari para penonton bisa di katakan luar biasa.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Apalagi pada tahun ini ada pembentukan Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah dimana forum ini sangat penting atau signifikan. Dengan adanya forum ini bisa di jadikan jembatan untuk melestarikan sanggar-sangar tari yang bisa dijadikan penerus kelangsungan seni dan budaya tari pada khususnya.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Sanggar tari ini bisa dalam bentuk klasik maupun  kontemporer. Dengan pembentukan forum ini muncul ide membuat sebuah pagelaran yang yang temanya mengucapkan terima kasih atau menghargai para leluhur yang mengembangkan seni dan budaya tari yang sudah ada sekarang ini.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Para pahlawan tari tersebut adalah S. Maridi, S. Ngaliman, Rusman, Sunarko, S. Kar. M.Sn dan Suwoko. Beliau-beliau inilah yang mewariskan suatu hal yang sangat berguna dan bermanfaat bagi sanggar-sanggar tari yang ada di Jawa Tengah. Dengan ide ini maka Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah mengelar Karya Pahlawan Tari karena dengan spirit, konsistensi dan survivenya mereka sangat layak disebut Pahlawan yang layak kita hargai dan contoh.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Warisan mereka sangat beraneka ragam dan harus kita lestarikan sampai kapanpun, serta kita kembangkan sehingga menjadi hidup dan dan lestari di Jawa Tengah. Para Pahlawan Tari hidup secara keseluruhan diabdikan untuk seni tari dan itu diketahui oleh masyarakat luas terutama para pengiat dan pemerhati seni tari.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Wujud terima kasih tersebut diabadikan dengan mengelar tari ciptaan beliau-beliau ini di Pendopo TBJT, dimana tarian yang ditampilkan merupakan tarian paling popular di mata para pencinta seni tari. Dan semua yang menarikan juga dari anak-anak sanggar tari. Mereka datang, latihan dan menarikan tanpa di bayar dan yang jelas mereka bangga bisa menarikan tarian para Pahlawan Tari ini.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017 ini juga memberikan penghargaan terhadap Pahlawan Tari yang diwakili keluarga mereka yang di tinggal. Mereka sangat senang bukan hanya terhadap penghargaan tersebut tapi mereka lebih bangga ada yang nguri-nguri (melestarikan) tari ciptaan para Pahlawan Tari, sehingga tidak hilang ditelan bumi.

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

1Pembukaan, Tari Denok Deblong dari Sanggar Tari Greget (Semarang)
2Sekapur sirih dari FSST-Jateng oleh ST Wiyono, S. Kar
3Laporan Kepala TBJT
4Tayangan dokumentari tentang Pahlawan Tari

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

1Srimpi JayaningsihSunarko, S. Kar. M.SnSanggar Tari Greget (Semarang)
2Handogo BugisS. MaridiSanggar Tari Moncar (Surakarta)
3Lengger SolasihSuwokoSanggar Tari Satria (Wonosobo)
4Gatutkaca PergiwoRusmaWO Sriwedari (Surakarta)
5PejuangS. NgalimanSanggar Seni Kembang Lawu (Karanganyar)

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Penyerahan penghargaan kepada Pahlawan Tari

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

6KaronsihS. MaridiSanggar Tari Kusuma Ratih (Karanganyar)
7ManipuriS. MaridiSanggar Tari Gedong Kuning (Surakarta)
8Fragmen Joko TarubS. NgalimanPagutri (Surakarta)
9JemparingSunarko, S. Kar. M.SnGriya Seni Kasunarnan (Surakarta)
10Mujung LeluhurFSST-JatengSesepuh Tari, Sanggar Greget Semarang dan Studio Taksu (Surakarta)

Gelar Karya Pahlawan Tari 2017

Forum Silaturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah berharap agar acara ini di jadikan agenda tahunan dengan pagelaran yang tiap tahunnya selalu baru dan inovatif, serta mengharapkan partisipasi masyarakat dan pemerintahan untuk ikut melestarikan seni budaya untuk kelangsungan anak cucu kita. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here