myimage.id | Tari Beksan Srimpi Muncar merupakan sebuah tarian klasik Jawa yang yang berarti gemilang, bersinar,sumorot, gumebyar. Nama ini diambil dari iringan pokok yang digunakan, yakni gendhing muncar. Tarian ini juga dinamakan Srimpi Cina karena ada usaha penekanan peran penari putri cina, dalam sajian ini. Tarian ini ditampilkan pada acara Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7, tahun 2017 pada hari ke dua, dari Pura Mangkunegaran Surakarta yang diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1885-1877), penyaji yang terahkhir bisa direkontruksi merupakan karya gubahan jaman Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939)

Tari Beksan Srimpi Muncar

Tari Beksan Srimpi Muncar ini di tarikan oleh 4 orang putri dengan gerak badan yang sangat gemulai yang menggambarkan kisah dua perempuan dengan latar belakang yang berbeda, yaitu seorang putri Jawa, Kelasworo dan putri keturunan Cina, Adaninggar yang secara kebetulan kedua putri tersebut jatuh cinta dengan orang yang sama yaitu Wong Agung Menak. Cerita tarian ini diambil dari serat menak mengenai peperangan antar Dewi Ardaninggar dengan Dewi Kelasworo dengan menggunakan senjata jemparing/panah. Serat menak adalah sumber cerita sastra yang diilhami kepahlawanan paman Nabi Muhammad, Amir Hamzah.

Tari Beksan Srimpi Muncar

Pada Tari Beksan Srimpi Muncar yang di tarikan di Gelar Budaya Catur Sagotra ke 7 ini, ditarikan oleh Pertiwi SE, M.Si, Retno Widayanti, SE, Retno WulanSulanjari, SE dan Novita Sofia Iskandar,S. Sn.

Tari Beksan Srimpi Muncar

Kemunculan Tari Srimpi berawal dari masa kejayaan Kerajaan Mataram saat Sultan Agung memerintah antara tahun 1613 sampai 1646. Tarian ini dianggap sakral karena hanya di pentaskan dalam lingkungan Kraton saja serta untuk ritual kenegaraan sampai peringatan seorang Sultan naik tahta.

Tari Beksan Srimpi Muncar

Tari Beksan Srimpi Muncar dari tahun ketahun mengalami perkembangan, diantaranya durasi waktu pementasan. Tarian klasik Jawa ini di kembangkan menjadi lebih singkat menjadi 15 sampai 20 menit.

Tari Beksan Srimpi Muncar

Dari segi pakaian Tari Beksan Srimpi Muncar terbagi menjadi 3 yaitu Dewi Kelasworo menggunakan rias seperti pengantin Kraton Yogyakarta, bedak warna kuning, alis mata menjangan ranggah, lipstik dan lulur kuning. Busana terdiri dari kain motip parang gurdha, baju tanpa lengan, sampur cindhe, slepe, keris dengan oncen. Hiasan rambut gelung bokor, rajutan pandhan, rajut melati, gajah ngoling. Perhiasan yang digunakan berupa kalung sungsun, gelang, cincin, subang, sumping ron, cundhuk menthul, centhung bunga ceplok jebehan, jungkat, kelat bahu.

Sedangkan untuk Dewi Adaninggar (putri Cina) menggunakan rias wajah cantik dengan penebalan garis-garis wajah. Busana yang dikenakan terdiri dari kain motip cindhe, baju lengan panjang krah tegak, sampur cindhe. Kepala menggunakan mahkota yang terbuat dari dari kain berhiaskan manik-manik. Perhiasan berupa gelang tangan, kelat bahu, subang, kalung, cincin, gelang kaki, slepe, cundrik, rimong, dasi, rajutan ekor kuda dan slempang.

Untuk penari tambahannya (dhudhuk) yang membawa senjata perang berupa jemparing atau panah menggunakan kain motip parang, baju tanpa lengan, sampur motip gendhala giri.  Perhiasan yang digunakan berupa kalung, gelang slepe, cincin, sumping ron, kelat bahu, jungkat, bunga ceplok, cundhuk mentul. Rias wajah seperti pengantin dengan menggunakan gelung reja (bentuk segi tiga)

Tari Beksan Srimpi Muncar

Untuk gerakan Tari Beksan Srimpi Muncar ini juga ada sedikit perbedaan gerakan dari ke empat penari ini, yaitu pada gerakan kepala dimana gerakan ini mencermikan akan peran sebagai putri Jawa dan Cina. Walaupun secara keseluruhan gerakan yang dilakukan mereka berempat sama semua, serta dengan kompak dan elegan.

Tari Beksan Srimpi Muncar

Atribut pendukung pada Tarian ini juga beda dimana yang memperankan putri Jawa menggunakan senjata panah sedangkan putri Cina menggunakan pistol. Pola iringan lagu menggunakan Lagon laras pelog pathet barang. DenganGendhang Gati Kumencar Laras Pelog Pathet Barang yang terdiri dari lagon laras pelog pathet barang, , kawin sekar megatruh, bawa sekar tengahan sari mulat. Kemudian gendhing muncar laras pelog pathet barang, ladrang grompol, gendhing gati harjuno mangsah laras pelog pathet barang.

Tari Beksan Srimpi Muncar

Secara umum komposisi penari Srimpi melambangkan empat mata angin atau empat unsur dunia yaitu api, udara, air dan bumi. Tarian ini merupakan tarian yang adiluhung yang hidup dilingkungan Kraton Surakarta dan Yogyahadiningrat, sedangkan tema yang di gunakan biasanya menggambarkan pertikaian dua hal yang bertentangan antara yang baik dan buruk, benar dan salah yang sangat dipengaruhi oleh akal dan napsu manusia. (Soebijanto/reog biyan)

2 COMMENTS

    • iya mas bambang, dulunya kan itu hanya di nikmati para orang-orang kraton saja, kebetulan mereka mulai mmemikirkan untuk pelestariannya, makanya sekarang mulai di perlihatkan untuk kalayak umum agar bisa menikmati tarian tersebut sebagai salah satu pelestarian trah kerajaan Mataram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here