myimage.id | Golek Ayun-ayun adalah sebuah tarian klasik gaya Yogyakarta yang mengisahkan tentang seorang gadis cantik yang menginjak dewasa yang sedang senang-senangnya merias diri supaya terlihat cantik. Tarian ini nama aslinya adalah tarian golek nawung asmara (baru jatuh cinta).

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Golek Ayun-ayun merupakan tarian ciptaan KRT. Sasmintadipura (Romo Sas) pada tahun 1970 an, dalam satu rangkaian bersamaan dengan terciptanya Tari Klana Raja Gagah oleh KRT. Soenartomo Tjondroradono. Dalam era 1970 an memang merupakan era produktifnya KRT. Sasmintadipura (Romo Sas) membuat karya-karya tarian khususnya tari klasik gaya Yogyakarta.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakartaTarian ini diciptakan dulu dengan tujuan digunakan untuk pelatihan guru-guru seni se DIY yang nantinya akan di berikan kepada murid-muridnya, maka durasinya dibuat pendek dengan maksud tidak membenani dan mudah dihapalkan. Berangkat dari kanan dan pulang dari kiri merupakan pakem dari tari klasik gaya Yogyakarta.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Tarian ini ditarikan oleh Bale Seni Condroradono special di  Bangsal Trajumas, karena Bangsal  Srimanganti sedang dalam masa rehabilitas lepas gempa Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Acara ini di gelar pada tanggal 1 Juli  2018 yang merupakan sebuah acara rutin digelar bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Bale Seni Condroradono berdiri pada tanggal 19 Oktober 2009 yang diresmikan oleh Sri Sultan HB X. Bale Seni ini mengambil spirit dari alm. KRT. Soenartomo Tjondroradono, yang mempunyai aktivitas setiap rutin tiap jumat sore dan sering juga mengadakan sarasehan budaya yang diadakan tiap malam sabtu pahing yang merupakan weton dari KRT. Soenartomo Tjondroradono.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Base campnya di kadipaten Kidul Kp I/355 Yogyakarta, sebelah Utara Plengkung Tamansari. Disini juga mengajarkan bahasa Jawa termasuk dalam pembelajaran tari, sehingga anak-anak belajar bahasa sambil belajar menari. Program di Bale ini sejak awal berdiri ingin kiprahnya tidak hanya di tari (beksan), tetapi juga bahasa (basa) dan batik atau lebih dikenal dengan gerak 3 B yaitu beksan, basa dan batik.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Golek Ayun-ayun waktu penciptaan KRT. Sasmintadipura (Romo Sas), terinspirasi dari tari gambyong gaya Surakarta, sehingga terciptalah tarian ini  dimana tari golek satu dengan yang lain mempunyai perbedaan gerak dan dinamikan yang spesifk .

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Awalannya dulu Golek Ayun-ayun ini dulu ditarikan sekitar 10 menit, dan ketika di tampilkan di dalam Kraton Yogyakarta tarian ini jarang sekali menggunakan kareografi padat, sehingga cenderung ditarikan apa adanya secara utuh.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Gerak dan pola lantai pada tarian ini hampir sama dengan tari golek yang lainnya yang mana bisa dikatakan pernes (lebih dinamis) dibandingkan dengan tari bedhaya maupun tari srimpi. Untuk geraknya diawali dengan maju beksan yang diawali dengan gerakan menyembah, kemudian inti beksan yang berisi gambaran cara-cara seorang gadis  sedang berhias agar terlihat canti dan menarik seperti gerakan memakai bedak (tarikan), bercermin (ngilo), memakai hiasan sanggul (atrap cundhuk), memakai jamang (atrap jamang), memakai sabuk ( atrap slepe) dan pada bagian akhir atau mundur beksan, seperti gerakan berjalan (kapang-kapang), mohon pamit dan diakhiri gerakan duduk sembahan (sila panggung).

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Busana yang dikenakan menurut Dr. Kuswarsatyo atau yang lebih dikenal dengan Doktor Jathilan dilihat dari segi semiotikanya mengapa memakai bulu (jamang elar) dikepala,  adalah mencari sesuatu itu harus mengembara sampai kemana-mana dan itu bisa dilakukan yang mempunyai sayap, idiom dari elar adalah mencari sesuatu tidak hanya disatu tempat, tetapi di banyak tempat, seperti yang tersirat didalam wayang purwo yang diakhiri dengan golek ono (carilah) apa yang ada di dalam cerita.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Busana yang dikenakan memakai rompi yang merupakan pengembangan dari mekak dengan  kain batik bercorak parang rusak, dilengkapi dengan sondher/sampur, slepe yang di pakai dipinggang, konde dengan sinyong serta pelik, ceplok jebehan, godhegan, cundhuk mentul, cundhuk jongkat, sepasang subang (ronyok), sumping, klat bahu, cincin, gelang kana dan kalung sungsun.

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Iringan ngendhingnya terdiri dari Ladrang Ayun-Ayun Pl Nem, IR I, Dados IR II Gerong kinanthi juga dengan lirik Sinawang Kidung swara rum, linuding laguning gendhing, ayun-ayun kendhang ladrang, lumiring sang medhar beksa (mencerminkan alur cerita didalam gendhing dinamika ritme), IR III, Gerong kinanthi wetah dengan lirik Tuhu wanodya pinunjul, wedana anawang sasi gandhes sedhet sariranya, pasmon jatmika awingit, besus wirageng sarira, respati amilangoni (Wanita yang utama, mecerminkan wanita yang mengolah busana dan riasan agat terlihat cantik, aura di dalam wajah supaya tetap berwibawa, rapi dalam setiap penampilannya, didalam setiap penampilannya selalu enak dilihat), Gobyog, tis wirama manuksa wileding gendhing, mumpuni kridhaning beksa, karya lam-laming pengeksi yang diakhiri dengan IR I, Seseg suwuk lagon jugag yang berisi purneng beksa sang kusuma, babo, lengser saking ngbyantara ae-an tuhu wanodya hutama (sebagai wanita utama)

Golek Ayun-ayun, culture, tari klasik yogyakarta

Golek Ayun-ayun

1Persembahan:Bale Seni Condroradono
2Penari:
  1. Coirulnisa Juanico

2. Nur Asizah

Tarian ini dalam sisi pemaknaan merupakan tarian welcome dance karena golek ayun-ayun ini merupakan sebuah harapan agar dalam sebuah even, pagelaran atau hajatan itu bisa sukses sesuai dengan apa yang diharapkan, diluar makna itu sendiri sebenarnya tarian ini sudah menyiratkan misi untuk anak-anak gadis remaja yang sedang menginjak dewasa yang ingin menjadi wanita seutuhnya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here