[metaslider id=2932]

myimage.id | Hari buruh Internasional merupakan hari para buruh merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh yang dirayakan setiap tanggal 1 Mei, dimana sekarang sudah menjadi hari libur Internasional (May Day).

Sejarah Hari Buruh.

Hari buruh Internasional (May day) merupakan perjuangan para pekerja (buruh) meraih kendali ekonomi, sosial, politik serta hak-hak para pekerja. Berawal pertama kali muncul di Eropa Barat dan Amerika. Hal ini muncul gerakan ini karena tidak adanya keseimbangan antara dunia kerja dengan upah yang diterima para pekerja. Hasil profit terlalu dinikmati oleh para pemilik pabrik atau pemodal, sehingga terjadi ketimpangan hidup antara pekerja dan pemilik modal (pabrik).

Pencetus pertama kali gerakan Hari buruh Internasional (May day) adalah Peter Mcguire dan Mattew Mcguire yang mana keduanya melobi pemerintah dan para pabrik untuk menyeimbangan keadaan ekonomi para pekerja dengan pengurangan jam lembur, kalau pun lembur hendaknya para pekerja di bayar dengan sepantasnya. Selain itu Peter Mcguire dan Mattew Mcguire menindak lanjuti gerakan buruh ini dengan mendirikan United Brotherhood Of Carpenters and Joiner of America dimana disini tugasnya mengkoordinasi para buruh sesuai dengan keahlian di bidang masing-masing para buruh. Dengan segala upaya akhirnya di tetapkan pada 1 Mei 1886 sebagai Hari buruh Internasional (May day) oleh Federation Of Organized Trades and Labor Union, yang sampai sekarang selalu di peringati sebagai Hari buruh Internasional (May day) oleh seluruh buruh di dunia.

Tuntutan Para Buruh.

Tuntutan para buruh dalam peringatan hari buruh Internasional tahun ini mengambil tema Penegakan Hukum Undang-Undang Ketenagakerjaan adalah :

  1. Hapus pekerja kontrak dan outsouching
  2. Cabut PP no 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
  3. Tingkatkan pelayanan BPJS Kesehatan
  4. Pelaporan dasar BPJS Ketenagakerjaan harus sesuai aturan
  5. Hapus diskriminasi tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia
  6. Stop Union Busting (pemberangusan SP/SB)
  7. Kerja lembur sesuai aturan dan stop jam kerja molor.
  8. Tolak revisi UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
  9. Pengawasan ketenagakerjaan yang berintegritas.
  10. Stop ekspolitasi pekerja rumahan
  11. Ratifikasi konvensi ILO no 177 tahun 1966

Dari beberapa kejadian Hari buruh Internasional  masih banyak diisi oleh kegiatan demontrasi untuk menuntut tuntutan buruh tersebut. Tapi ada juga para buruh ini juga mengisi hari buruh ini dengan kegiatan amal seperti donor darah dan membantu fakir miskin di tempat yatim piatu. Semoga dengan memperingati hari buruh Internasional, pemerintah dan para pemilik pabrik mau mendengarkan keluhan-keluhan para buruh sehingga terjadi kesimbangan hidup ekonomi, sosial dan poitik di masyarakat Indonesia. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here