myimage.id | Setaun menari adalah sebuah pagelaran pentas tari yang diadakan oleh HIMA Pendidikan Seni Tari (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta yang sebagai sebagai tanda akhir kepengurusan HIMA Pendidikan Seni Tari (FBS) UNY tahun 2017. Acara ini rutin digelar tiap tahunnya yang mana pada tahun 2017 ini merupakan acara yang kelima sejak diadakan pertama kali pada tahun 2012.

Setahun menari

Acara ini diselenggarakan di Pendopo Tejokusumo FBS UNY pada tanggal 18 Desember 2017 pada pukul 19.00 sampai 23.00 Wib dengan tema tahun ini “Sak Roso Gregeting Rogo” yang artinya menyatukan rasa/batin dengan semangat raga di kala membawakan sebuah gerak tarian hendaknya benar-benar total yang menampilkan greget/ekspresi sesuai dengan tema tarian tersebut sehingga bisa dinikmati oleh siapapun yang melihatnya.

Setahun menari

Pada acara ini grup tari yang tampil diberi kebebasan dalam pemilihan tariannya, mulai dari tradisional klasik, tari klasik yang diperbaharui sampai dengan tari kontemporer dengan mengambil gerak dari ragam tari Nusantara yang ada di Indonesia ditampilkan disini.

Setahun menari

Sebelum acara dimulai kita disuguhi gemelan klasik khas Banyuwangi yang dimainkan oleh Keluarga Mahasiswa Banyuwangi, dengan elok mereka membawakan gending-gending khas Banyuwangian.

Setahun menari

Sedangkan acara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Dr. Kun Setyaning Astuti, M.Pd selaku Wakil Dekan 3 FBS UNY. Hampir semua para Dosen dan para mahasiswa FBS hadir dalam acara ini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan pagelaran ini.

Setahun menari

Acara ini diawali dengan tarian Aji Kembang Jaran Buto (Mahasiswa Banyuwangi), sebuah tarian khas Banyuwangian tersaji apik dan elok dengan runtutan cerita yang jelas tersaji dalam pentas ini. Mulai dari busana, riasan dan gerak pada tarian ini terlihat jelas semua khas daerah Banyuwangian.

Setahun menari

Yang tampil pada acara ini bukan hanya par mahasiswa saja, para dosen pun ikut andil dengan spontanitas membawakan sebuah tarian poco-poco tapi gerak tariannya khas Tari Jawa Klasik. Perpaduan yang sangat unik antara keduanya. Melihat tarian para dosennya sangat menarik membuat para mahasiswa yang menonton langsung ikut dipanggung untuk menari bersama-sama.

Setahun menari

Tarian yang ditampilkan pada Setaun menari di FBS UNY ini benar-benar menarik. Mulai dari tari klasik Jawa sampai kontemporer seperti Tari Kono Topeng Sewandono (angkatan 2013), Tari Indung-Indung (angkatan 2013 B), Tari Dara Lumau (ISI Yogyakarta), Tari Todaw (angkatan 2016), dan tari Nusantara (Angkatan 2014).

Setahun menari

Ada yang special pada acara ini dimana ditampilkan tari Lampor dari Angkatan 2016 yang mana pada Gelar Festival Tari Nasional 2015 di Universitas Brawijaya Malang meraih penghargaan untuk ketegori penata tari terbaik, penata music terbaik, penyaji terbaik dan dinyatakan sebagai juara umum pada festival ini. Suatu kebanggaan tersendiri bagi UNY khususnya FBS UNY.

Setahun menari

Bukan itu saja yang memuat heboh dan histerisnya penonton pada acara ini, ketika sebuah tari Lengger Lanang dari angkatan 2015 ditampilkan, suasana menjadi “pecah”. Hampir semua mahasiswa yang menonton menjadi histeris, teriakan, tepuk tangan sampai yel-yel pendukung tarian ini menjadi satu. Gerak tari yang mereka tampilkan sangat sensual. Walaupun di tarikan oleh para lelaki tapi gerak mereka melebihi para penari perempuan mulai dari goyang tangan, kepala, perut sampai goyang pinggangnya sangat erotis. Busana dan riasan mereka sangat mendukung sekali terhadap gerak tari yang ditampilkan. Intinya mereka cantik dan bodinya melebihi para perempuan yang cantik walaupun mereka seorang laki-laki.

Setahun menari

Acara ini ditutup dengan tarian dari angkatan 2017 dengan judul tari Seling Surup yang ditampilkan secara kolosal, yang menceritakan kekisruhan antara Subali dan Sugriwo. Tarian ini sangat pas  sebagai penutu acara Setaun menari di FBS UNY.

Setahun menari

Harapan kedepannya dengan berakhirnya kepengurusan HIMA Pendidikan Seni Tari (FBS) UNY tahun 2017 ini, semoga kedepannya kepengurusan lebih baik dan inovatif dari sekarang ini. Pentas pagelaran seni dan budaya yang diwakili oleh para mahasiswa ini sangat layak mendapat apresiasi yang besar, karena secara tidak langsung mereka ikut melestarikan dan menjaga tradisi budaya Indonesia yang sangat beragam. Bahkan mereka menciptakan tarian-tarian baru yang berbasic tari traidisonal yang disesuaikan dengan jaman sekarang ini. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here