myimage.id | Untuk merekam suatu kehidupan humanisme keluarga TNI yang mau di jadikan photostory atau suatu gambar yang bercerita itu sebenarnya tidaklah sulit atau susah. Semakin sederhana cerita atau konsep kita yang kita buat akan semakin baik. Buatlah cerita yang sebenarnya, ini akan mempermudah kita untuk membuat alur cerita pada foto kita. Berikut ini akan saya berikan suatu trik membuat foto bercerita versi team myimage di salah satu keluarga TNI yang sangat sederhana tapi menyentuh hati (sisi humanisme)

Sebenaranya cerita humanisme keluarga TNI sudah biasa kita lihat di kehidupan sehari-hari mereka tapi, kehidupan seperti ini sangat jarang kita perhatikan secara seksama. Cerita ini berdasarkan cerita asli yang di alami oleh keluarga Peltu Suryanto dimana sebagai anggota TNI kodam IV Diponegoro mau merelakan pengalaman nyatanya di abadikan pada photostory ini dan cerita ini sangat menyentuh hati dan sangat jauh dari perkiraan kita yang berhubungan dengan kehidupan kantor yang selalu tegas dan tertib yang harus  beliau jalani, tapi disini menceritakan sisi kehidupan yang lebih humanisnya satu keluarga TNI yang menyentuh hati.

  1. KESEHARIAN

humanisme keluarga TNI

Kehidupan humanisme keluarga TNI pada keseharian mereka sangat sederhana dan menarik. Semakin sederhana suatu kehidupan kalau di kemas dengan baik pasti akan menjadi suatu yang sangat keren dan patut di ajungi jempol. Di kehidupan setiap harinya  Peltu Suryanto pada pagi harinya selalu membantu istrinya mencuci dan menjemur. Apa benar? Tentu saja ini benar sekali dan tanpa rasa sungkan-sungkan sebelum berangkat dinas beliau membantu menjemur pakaian keluarga dengan lugasnya. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap harinya untuk meringankan beban istrinya. Benar-benar kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab.

  1. KESETIAAN

humanisme keluarga TNI

Pada kejadian ini Peltu Suryanto masih teringat terus dan yang pasti tidak akan melupakan kejadian ini. Waktu dia sedang mengantar istrinya dan anak yang paling kecil, di tengah jalan motor yang mereka kendarai macet. Padahal acara yang akan mereka datangi sangatlah penting untuk keluarganya. Ya tahu sendiri. Dengan motor dinasnya yang sudah tua dia rela memperbaiki dulu ditengah jalan yang ditunggui anak dan istrinya sampai kendaraan itu jadi. Disini yang sangat menarik untuk dijadikan cerita adalah suasana waktu Peltu Suryanto ini sedang memperbaiki kendaraan yang ditunggui oleh anak istrinya di tengah jalan yang banyak keramian tanpa ada rasa malu mereka menjalani itu semua. “So sweet” banget bagi yang melihatnya. Suatu kebersamaan keluarga yang sangat utuh dan didambakan oleh semuanya.

  1. SATU TUJUAN

humanisme keluarga TNI

Karena motor yang diperbaikinya tidak bisa berjalan sesuai harapan mau tidak mau Peltu Suryanto memutuskan untuk mencari bengkel sepeda motor terdekat. Nah disinilah momen ini sangat menyentuh hati, siapapun yang melihat secara lebih detail akan mendapat momen foto yang sangat bagus. Dia mendorong motornya mencari bengkel terdekat. Pada waktu ada jalan menanjak, dia di bantu anak dan istrinya mendorong kendaraan ini. Suatu kejadian yang langka sekali di abadikan. Dan siapapun yang melihat pasti terharu. Mereka satu tujuan untuk menjalani kehidupan ini. Dan arahnya jelas yang ada didepan.

  1. KEBERSAMAAN

humanisme keluarga TNI

Kebersamaan ini di ceritakan Peltu Suryanto setelah mendatangi acara bersama anak dan istrinya pulang. Waktu sampai rumah anaknya yang paling kecil ingin main sepeda, ternyata ban sepedanya kempis. Dengan sabar Peltu Suryanto mengambil pompa ban dirumah dan memompa ban tersebut yang ditunggui sama anak dan istrinya. Momen yang sangat manis sekali untuk diabadikan. Dan saya yakin semua keluarga dimanapun pasti ingin melakukan hal seperti ini.

Inilah sekelumit humanisme keluarga TNI photostory yang bisa di ceritakan tentang keluarga Tentara Nasional Indonesia dengan melihat sisi humanis mereka yang di jalani sehari-hari. Pesan saya sabagai team myimage.id, buatlah cerita yang sederhana yang jarang dilihat oleh orang lain, dan kalau orang lain lihat akan berpikir “iya ya ….. kok bisa begitu, tidak terpikirkan olehku”. Disini butuh kreatifitas dalam kita berpikir. Ajaklah teman kita untuk mencari ide, kalau bisa dalam mencari ide ajak teman selain fotografer seperti kita. Tunggu tip dan trick dari saya selanjutnya, (SOEBIJANTO/REOG BIYAN)

4 COMMENTS

  1. Mantap mas critanya memang bener2kisah seorg tni yg benar benar bercerita tentang kesederhanaan. Jarang seorg fotografer dan penulis yg bisa mengambil moment moment penting seperti itu. Sukses terus Reog Biyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here