myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Hari ini, hari yang kau tunggu, bertambah satu tahun, usiamu, bahagialah slalu. Yang kuberi, bukan jam dan cincin, bukan seikat kembang atau puisi, juga kalung hati, tapi doa stulus hati, itulah sepenggal lagu dari grup band Jamrud yang paling pas untuk menggambarkan kebahagian yang dialami oleh Wayang Orang Sriwedari yang pada hari ini berulang tahun yang ke 109. HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari Surakarta adalah sebuah peringatan hari lahirnya Wayang Orang Sriwedari Surakarta yang menurut sejarah lahir pada tahun 1910, yang mana setiap tahunnya selalu membuat pagelaran khusus Wayang Orang.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaWayang Wong yang digelar pada acara ini, dengan lakon “Mahabarata Adi Brata” yang mengisahkan tentang perjalanan Pandawa sejak mendirikan Kerajaan Amarta (Indraprasta) sampai akhir perang Baratayuda yang dimenangkan oleh Pandawa.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaLakon “Mahabarata Adi Brata” juga mempunyai makna dan filosofi tentang sebuah kemenangan tidak bisa diukur dengan kekuatan, kemenangan itu manakala kita bisa merasakan dan menerima dengan hati yang tulus dan iklas.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaMahabarata membicarakan tentang epos perang antara Pandawa dan Kurawa, sedangkan Adi Brata adalah kata-kata yang diambil dari bahasa Kawi yang mempunyai arti perbuatan yang baik, sehingga disini menceritakan tentang sebuah perjalanan Pandawa yang didalamnya menonjolkan perbuatan baik.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaPerang Baratayuda antara Pandawa dan Kurawa, setelah Duryodono gugur bukan merupakan titik kemenangan Puntadewa (Pandawa), tetapi itu malah titik kesedihan Pandawa, karena Pandawa kehilangan saudara-saudaranya. Semua hal ini terjadi karena napsu serakah dari Kurawa yang ingin menguasai Pandawa secara keseluruhan.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaPagelaran ini memang idenya memang mengambil dari cerita Mahabarata yang berasal dari India, tetapi disini oleh seniman-seniman Wayang Orang Sriwedari banyak disisipi atau dikembangkan dengan filosofi Jawa sehingga bentuknya menjadi unik yang khas dengan seni budaya Jawa.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaPesan yang ingin disampaikan oleh penonton adalah kemenangan Pandawa bukan kemenangan terhadap Kurawa tetapi sebuah kemenangan terhadap bagaimana kita bisa mengendalikan hawa nafsu yang pada puncaknya Puntadewa sedih karena saudara-saudaranya banyak yang mati dan dia bertekad tidak akan ada lagi peperangan di dunia ini.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaHUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari Surakarta diselenggarakan oleh Keluarga Besar Wayang Orang Sriwedari Surakarta yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta di Kompleks Taman Sriwedari, Gedung Wayang Orang Sriwedari Surakarta pada tanggal 21 Juli 2019 mulai pukul 19.30 wib sampai selesai.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaAcara ini di buka dengan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan, Kinkin Sultanul Hakim yang kemudian di lanjutkan oleh FX Hadi Rudyatmo selaku Walikota Surakarta yang secara simbolis memotong tumpeng yang diberikan kepada pemain Wayang Orang Sriwedari.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari“Pemain Wayang Orang Sriwedari diibaratkan sebagai atlit yang membawa harum nama bangsa Indonesia, maka mereka harus diperhatikan nasibnya. Mereka ditampung sebagai pegawai di Pemkot Surakarta, ini sebagai bagian dari menyesejahterakan para seniman oleh pemerintah Kota Surakarta karena mereka mengharumkan nama Indonesia lewat seni budaya Wayang Orang di mata dunia, khususnya untuk kota Surakarta”, ujar FX Hadi Rudyatmo di acara HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari Surakarta ini.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaAntusias penontonya layak di beri apresiasi oleh siapa saja, semua kursi yang disediakan panitia penuh, bahkan mereka mau berdesak-desakan untuk melihat pagelaran ini. Penonton tidak saja datang dari Surakarta, tapi dari berbagai kota di Indonesia hadir disini, seperti Ungaran, Semarang, Surabaya, Jakarta dan mereka rata-rata tahu pagelaran ini dari media sosial maupun jaringan komunitas Wayang Orang Sriwedari.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaSelama penyelengaraan HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari Surakarta, banyak sekali didukung oleh seniman-seniman di luar Keluarga Besar Wayang Wong Sriwedari, mulai dari kampus ISI Surakarta, SMKI Surakarta maupun dari RRI Surakarta.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari SurakartaPada pagelaran tahun ini memang spesial dimana Keluarga Wayang Orang Sriwedari Surakarta memberikan kesempatan secara penuh kepada anak-anak muda baik sebagai penyelenggara maupun sebagai pemain dalam acara ini.HUT ke 109 Wayang Orang Sriwedari Surakarta“Inilah satu satu kiat-kiat Wayang Orang Sriwedari untuk menggaet para kaum milineal agar mereka peduli terhadap seni budaya Wayang Orang, dimana mereka selalu dilibatkan dalam pagelaran dengan style meraka yang jauh lebih dinamis, baik dalam tatanan koreografer, musik maupun jalan ceritanya yang kekinian dengan memasukan dinamika sosial saat ini”, ujar Agus Prasetyo selaku koordinator Wayang Orang Sriwedari Surakarta. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here