myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Ngaturaken sugeng enjang kagem sedaya, mugi-mugi tansah pinaringan keraharjan. Semoga Tuhan melindungi kamu, tetap tercapai angan dan cita-citamu, mudah-mudahan  diberi umur panjang, sehat selama-lamanya. “Happy Birtday”, itulah ungkapan yang paling pas untuk HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa yang merupakan ulang tahun yang ke 57 yang kali ini dirayakan bersama dengan Djoged Selasa Legen ke 6.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaHal ini dilaksanakan bersama karena kebetulan dua hari yang bersejarah ini tidak terlalu jauh bulannya, dimana HUT Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa tepatnya tanggal 14 Juli sedangkan Djoged Selasa Legen pada tanggal 4 April. Karena banyaknya kegiatan Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa, maka HUT keduanya ini di jadikan satu, tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2019.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaHUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan HUT ke 6 Djoged Selasa Legen diselenggarakan oleh keluarga besar Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa di Ndalem Pujokusuman Yogyakarta yang menampilkan Tari Nawung Sekar, Renggo Mataya, Bedhaya Angron Sekar dan Wayang Anak dengan lakon Suradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaYayasan Sasminta Mardawa didirikan sejak tahun 1962, yayasan ini bergerak spesifik pada pelatihan tari klasik gaya Yogyakarta dan karawitan sebagai bagian pendukungnya. Yayasan ini mengalami perjalanan yang panjang. Dulu awal tahun 1962 awalnya bernama Mardowo Budoyo.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaKarena animo masyarakat untuk belajar tari klasik ini besar dan banyak maka pada tahun 1976 dibuatkan satu wadah lagi dengan nama Pamulangan Bekso Ngayogyakarto (PBN), yang mana untuk Mardowo Budoyo untuk mengajar tari klasik untuk anak-anak sedangkan Pamulangan Bekso Ngayogyakarto (PBN) untuk mengajar yang lebih dewasa.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaYayasan ini didirikan oleh Alm. Sasmita Dipura (Romo Sas). Pada tahun 1988, untuk mengenang beliau akhirnya kedua yayasan ini dilebur menjadi satu dengan nama Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa yang berbasecamp di Ndalem Pujokusuman.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaSedangkan Selasa Legen adalah hari kelahiran Alm. Sasmita Dipura (Romo Sas), sebagai bagian memperingati hari kelahiran beliau inilah acara ini digunakan untuk berkumpul, belajar tari klasik gaya Yogyakarta. Bahkan bukan hanya alumni saja, tapi juga siapa saja yang mau belajar jadi satu disini. Sehingga terjalin komunikasi yang bagus bagi senior dan junior tanpa ada jarak dengan sharing-sharing sesama anggota.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaDalam HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa kali ini memang ada yang spesial dimana hampir 80 % pertunjukannya diperuntukan kepada anak-anak, dengan special perform tampilnya “Wayang Bocah” dan ini merupakan bagian dari kiat-kiat Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dalam menghadapi era milenial agar mereka kenal dengan Wayang Orang khususnya gaya Yogyakarta.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa“Dengan semangat HUT ini, anak-anak milenial yang bergabung dalam Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa semakin banyak belajar seni budaya Indonesia, khususnya tari klasik gaya Yogyakarta, sebagai bagian dari regenerasi dan merupakan bagian dari pelestarian dan pengembangan seni budaya secara nyata “, ujar Ali Nursantya Nugraha selaku Ketua Umum Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaAcara di mulai dengan serimonial pemotongan tumpeng sebagai lambang ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala rejeki dan hidayah yang telah diterima oleh segenap pengurus dan Yayasan Pamulangan Beksan Sasminta Mardawa selama ini bisa meneruskan dan menghidupkan sanggar tari klasik ini menjadi lebih baik.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaDalam HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa kali ini tidak hanya di hadiri oleh para anggotanya saja, tetapi banyak kolega-kolega dari Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa, bahkan banyak turis asing maupun peminat dan pemerhati dari berbagai kota datang untuk memeriahkan acara ini.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta MardawaAntusias penontonya layak di beri apresiasi oleh siapa saja, semua kursi yang disediakan panitia penuh, bahkan mereka mau berdesak-desakan untuk ikut merayakan HUT ini. Ndalem Pujokusuman terasa kecil dengan pengunjungnya malam ini.HUT ke 57 Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa“Dengan tampilnya anak-anak dalam Wayang Bocah di acara HUT ini, maka tercapailan regerasi yang diharapkan dari Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa, mereka diharapkan mengenal dan mencintai seni tari klasik gaya Yogyakarta yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi mereka”, ujar Siti Sutiah (KRT Sasminto Murti) istri dari Maestro tari Gaya Yogyakarta, Al. Saminta Dipura/Romo Sas. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here