myimage.id | Selasa Legen (legi) adalah sebuah even/acara tari klasik gaya Yogyakarta yang dibuat oleh Yayasan Pamulangan Beksan Sasminta Mardawa yang awal mulainya hanya untuk ajang para penarinya yang dulunya belajar menari di tempat ini (Ndalem Pujokusuman) menunjukan ekspresi lewat menari tari klasik gaya Yogyakarta.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Ide ini muncul dari kerinduan para alumni dari Sanggar ini akan ekspresi jiwa mereka (menari), tetapi seiring dengan waktu malah kemudian banyak peminat dan pemerhati  tari klasik gaya Yogyakarta lebih antusias untuk meramaikan acara Selasa Legen di Ndalem Pujokusuman ini. Selain itu event ini juga sering menampilkan tarian-tarian klasik gaya Yogyakarta yang sudah jarang sekali tampil dihadapan umum.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Selasa Legen adalah hari kelahiran Alm. Sasmita Dipura (Romo Sas), sebagai bagian memperingati hari kelahiran beliau inilah acara ini digunakan untuk berkumpul, belajar tari klasik gaya Yogyakarta. Bahkan bukan hanya alumni saja, tapi juga siapa saja yang mau belajar jadi satu disini. Sehingga terjalin komunikasi yang bagus bagi senior dan junior tanpa ada jarak dengan sharing-sharing sesama anggota.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Yayasan Sasminta Mardawa didirikan sejak tahun 1962, yayasan ini bergerak spesifik pada pelatihan tari klasik gaya Yogyakarta dan karawitan sebagai bagian pendukungnya. Yayasan ini mengalami perjalanan yang panjang. Dulu awal tahun 1962 awalnya bernama Mardowo Budoyo. Karena animo masyarakat untuk belajar tari klasik ini besar dan banyak maka pada tahun 1976 dibuatkan satu wadah lagi dengan nama Pamulangan Bekso Ngayogyakarto (PBN), yang mana untuk Mardowo Budoyo untuk mengajar tari klasik untuk anak-anak sedangkan Pamulangan Bekso Ngayogyakarto (PBN) untuk mengajar yang lebih dewasa. Yayasan ini didirikan oleh Alm. Sasmita Dipura (Romo Sas). Pada tahun 1988, untuk mengenang beliau akhirnya kedua yayasan ini dilebur menjadi satu dengan nama Yayasan Sasminta Mardawa yang berbasecamp di Ndalem Pujokusuman.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Tepatnya tanggal 1 Mei 2018, acara Selasa Legen ini sudah berlangsung selama 5 tahun. Tidak terasa acara yang dulunya hanya untuk reunian menjadi lebih besar bahkan lebih menarik bagi siapa saja yang mau belajar menari terutama generasi muda sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan tari klasik gaya Yogyakarta khususnya.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Acara HUT Selasa Legen ke V di Ndalem Pujokusuman ini tidak hanya di hadiri oleh para anggotanya saja, bahkan banyak turis asing maupun peminat dan pemerhati dari berbagai kota datang untuk memeriahkan acara ini.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Acara di mulai dengan serimonial pemotongan tumpeng sebagai lambang ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala rejeki dan hidayah yang telah diterima oleh segenap pengurus dan Yayasan Pamulangan Beksan Sasminta Mardawa selama ini bisa meneruskan dan menghidupkan sanggar tari klasik ini menjadi lebih baik.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Kemudian dilanjutkan dengan menari bersama, dalam menari bersama ini ada yang menarik perhatian dimana ada satu keluarga mulai dari nenek, ibu dan cucunya ikut semua dalam acara ini. Sebuah nostalgia yang selalu diidamkan oeh siapapun itu. Diiringi dengan gamelan klasik Jawa secara live show, para penari yang berjumlah kurang lebih 150 orang, menari tari klasik gaya Yogyakarta bersama-sama, kurang lebih 20 menit.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Setelah itu dilanjutkan dengan tari Golek Ayun-Ayun dari ibu-ibu dengan usia 50 tahun keatas. Walaupun sudah tidak muda lagi, ibu-ibu ini  menarikan tarian klasik gaya Yogyakarta ini dengan gerak yang tidak kalah dengan yang muda-muda. Mereka lebih menep dan sareh dalam penghayatan tarian ini.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Dilanjutkan pemutaran film tari klasik Menak Kelasworo Polokromo yang ditarikan oleh anggota Yayasan Pamulangan Beksan Sasminta Mardawa 24 tahun yang lalu di Kraton Yogyakarta. Dan disinilah uniknya acara HUT Selasa Legen ke V ini, para penarinya yang dulu, ikut menarikan dengan lakon yang sama dalam acara ini. Sebuah konsistensi di bidang tari klasik gaya Yogyakarta yang layak mendapat apresiasi besar sebagai pembelajaran generasi muda sekarang secara nyata dan utuh. Mereka adalah Suhartanto (Jayengrono), Suwantoro (Kelanjajali), Retno Nuryastuti (Kelasworo), Isti Nurhayati (Adaninggar).

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Dan acara terahkir adalah ramah tamah dari para penari klasik Menak Kelasworo Polokromo ini yang berbagi pengalaman dan rahasia seputar menjaga konsistensi mereka selama ini, serta kenikmatan dan derita yang mereka alami sepanjang menjaga konsistensinya.

Selasa Legen, HUT Selasa Legen ke V, culture

Congratulation HUT Selasa Legen ke V, semoga menghadapi tahun-tahun mendatang lebih dapat maju lagi dalam misi pelestarian dan pengembangan tari klasik gaya Yogyakarta sebagai bagian dari daya tarik Pariwisata yang dapat mendatangkan wisatawan asing maupun lokal untuk datang ke Indonesia, khususnya Yogyakarta. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here