myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Kolaborasi dalam sebuah pertunjukan pementasan seni membutuhkan penekanan ego masing-masing seniman. Semuanya harus saling menguatkan dengan keunikan masing-masing serta latar belakang seni pertunjukan yang berbeda-beda sehingga menjadi sebuah pertunjukan yang special dan spekta. Semua ini terlihat dalam International Collaboration “The Interrupted Dream Series” yang merupakan sebuah kolaborasi seniman-seniman dari 7 negara yang mementaskan sebuah karya yang berjudul “in search of a dream”, dimana pementasan ini bercerita tentang catatan sejarah yang rusak disebuah museum.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Danny Yung, seorang pelopor praktik teater eksperimental lintas budaya, membayangkan bangkitnya kembali Chinoiserie di Istana Versailles pada abad ke 17, yang memperkenalkan sebuah realitas penuh napsu dimana Timur dan Barat saling bercermin dan berinteraksi satu sama lainnya.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Pementasan ini merupakan kolaborasi yang serius dimana induknya mengambil dari cerita Peony Pavilion yang merupakan sebuah opera China yang terkenal dari Dinasti Ming. Dari cerita Peony Pavilion ini kemudian dipetik dan dikembangkan serta digarap menjadi sebuah sajian seni semi kontemporer.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Kastum yang digunakan dalam pementasan ini menggunakan kastum abad ke 16, sedangkan iringan melodinya terinspirasi dari terjemahan Shan Po Yang yang beberapa waktu yang lalu diterjemahkan. Sebuah lagu dari tokoh utama wanita Du Liniang dari The Interrupted Dream Series yang merupakan salah satu kutipan paling penting dari Pavilion Peony kedalam bahasa Indonesia.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Pementasan International Collaboration ini diawali pada tahun 2016 di Nanjing, yang dulunya hanya ada dua artis, yaitu Didik Nini Thowok dari Yogyakarta (Indonesia) dengan Sun Yijun yang merupakan artis Kungqu Opera dari Cina.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”International Collaboration “The Interrupted Dream Series” tahun 2019, terselenggara oleh Didik Nini Thowok Entertaiment yang berkolaborasi dengan ISI Yogyakarta, ISI Bali, Hong Kong dan Ibu Ratna Nuryanto (Omah Pakem).International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Pementasan pada tahun ini diselenggarakan di tiga tempat, dimana pada tanggal 15-16 Nopember 2019 diselenggrarakan di Concert Hall ISI Yogyakarta, kemudian pada tanggal 19 Nopember 2019 di ISI Denpasar dan kemudian ditutup pada tanggal 22 Nopember 2019 di Salihara Jakarta, yang semuanya dimulai pukul 19.30 wib sampai selesai.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Acara pementasan ini diawali dengan sambutan dari Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. M Agus Burhan, M. Hum yang kemudian di lanjutkan sambutan dari Gubernur DIY yang diwakili Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, Drs. Tri Mulyono sekaligus sebagai pembuka International Collaboration “The Interrupted Dream Series” di ISI Yogyakarta.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Ada keunikan dalam kolaborasi ini dimana para artis benar-benar menampilkan kekuatan gerak tari dimana dia berasal dengan segala keindahannya masing-masing, sehingga penonton disuguhi sebuah sajian kolaborasi tarian yang sungguh menawan dalam frame “in search of a dream”.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Disini ada 5 adegan, dimana tiap adegannya ada tokoh-tokoh yang kuat disini, semua artis menunjukan kekuatan di tiap adegannya, seperti Singapura dengan kontemporernya, Cina dengan operanya, Camboja dengan tarian keranya, Thailand dengan Nora  Dancernya, Indonesia dengan klasik dan tradisinya.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Karena induk ceritanya sudah ada, maka setiap tampil dalam pementasannya selain di Negara Indonesia selalu berubah-ubah, hal ini disebabkan karena untuk menyesuaikan panggung dan negaranya. Dan inilah yang dinamakan Cross Cultural, benar-benar sebuah kolaborasi seniman yang saling membahur dan mengerti kapasitasanya sendiri-sendiri, tapi dalam satu wadah.International Collaboration “The Interrupted Dream Series”Artis and Production Team International Collaboration “The Interrupted Dream Series”.

1Artistic Director, Director & Design:Danny NT Yung (Hongkong)
2Associated Direction:Liu Xiaoyi (Singapore)
3Associated Artistic Director:Cendric Chan (Hongkong)
4Producer:Wy Wong (Hongkong)
5Coordinator:Wu Zonghlun (Hong Kong)
6Artist:
  1. Didik Nini Thowok (Yogyakarta)
  2. Matsushima Makoto (Tokyo)
  3. Nget Rady (Phnom Penh)
  4. Soutari Amin Farid (Singapore)
  5. Sabrina SNG (Singapore)
  6. Nattapon Wannaun/Guide (Hat Yai–Bangkok)
  7. Jason Kong Chun Kit/Jason Kong (Hong Kong)
  8. Huang, Chao-hsin (Taipei)

International Collaboration “The Interrupted Dream Series”

7Production Manager/Stage Manager:Leo Siu (Hong Kong)
8Lighting Designer:Billy Wong (Hong Kong)
9Sound Engineer/Video Operator:Mat Hui (Hong Kong)
10Coordinator and Wardrobe:Magan (Hong Kong)
11Video Documentary:Mai Zhaofeng (Guangzhou)

International Collaboration “The Interrupted Dream Series”“Sebuah pembelajaran bagi semua seniman Indonesia, bahwa International Collaboration ini merupakan sebuah sharing untuk menunjukan bagaimana memadukan seniman kontemporer dengan seniman tradisi yang keduanya sama-sama kuat menjadi sebuah kolaborasi yang utuh”, ujar Didik Nini Thowok selaku artis dari Yogyakarta (Indonesia), disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here