myimage.id | Om Swatiastu, Namo Buddaya, lagi-lagi kata “Festival” menjadi sebuah label yang kekinian dalam berbagai acara seni budaya di Indonesia, ya salah satunya International Mask Festival (IMF) 2018 yang merupakan sebuah festival pertunjukan seni topeng berskala International yang diadakan di Pendopo Prangwedanan Istana Mangkunegaran Solo, melalui Dance Performance, International Seminar, Mask Painting Workshop dan Exhibition.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, mask

International Mask Festival (IMF) 2018 akan di adakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’. Tema ini sengaja diusung karena menyesuaikan dengan spirit topeng dan juga lokasi penyelenggaraannya.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskKetika keberadaan topeng ini menyatu dalam tempat yang mengandung nilai sejarah tinggi maka yang terbayang bukan sekadar ekspresi tapi juga imajinasi yang mengagumkan. Seperti diketahui topeng adalah artefak seni yang sudah dikenal manusia sejak zaman pra-sejarah, artinya dimungkinkan topeng adalah salah satu bentuk ekpresi manusia paling tua yang pernah ada.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskDengan usianya yang telah menembus batas maka topeng dimungkinkan memiliki nilai magis. Maka tak heran jika dibalik ekpresi topeng yang ada hingga sekarang tetap saja akan memunculkan pula daya imajinasi tersendiri.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskInternational Mask Festival (IMF) 2018 diselenggarakan oleh SIPA Community, ASGA (Akademi Seni Mangkunegaran) dan Komunitas Tujuh Warna.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskDulu festival ini bernama Indonesia International Mask Festival (IIMF), dimana penggagas pertama kali acara ini adalah Dra. R. Ay. Irawati Kusumosasri M.Sn pada tahun 2014 yang mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata Indonesia.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskDalam perkembangan jamannya acara IIMF ini menjadi International Mask Festival (IMF). Gagasannya dulu festival ini tidak hanya diselenggarakan di Solo saja tetapi juga di kota-kota di Indonesia lainnnya seperti, Yogyakarta, Malang, Denpasar dan Jakarta.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskInternational Mask Festival (IMF) 2018 kali ini diikuti oleh peserta dari kota-kota besar di Indonesia seperti, Jakarta, Bandung, Pati, Trenggalek, Surabaya, Timor Leste, selain itu juga diikuti negara-negara manca negara seperti, Malaysia, Mexico, Hungay, Slavakia, Japan dan Spain.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskYang pasti festival kali ini akan beda dengan event yang sudah diselenggarakan tahun-tahun lalu, dan pastinya festival akan akan lebih asik dan heboh untuk diikuti. Makanya diharapkan kehadirannya di Festival ini.International Mask Festival (IMF) 2018, culture, mask

Jadwal Acara International Mask Festival (IMF) 2018 di Pendopo Prangwedanan Istana Mangkunegaran Solo.

1Tanggal 26-27 Oktober 2018:Dance Performance (19.00 wib)
2Tanggal 27 Oktober 2018:International Seminar (08.30-12.00 wib)
3Tanggal 27 Oktober 2018:Mask Painting Workshop (13.00-17.00 wib)
4Tanggal 26-27 Oktober 2018:Exhibition

International Mask Festival (IMF) 2018, culture, maskInternational Mask Festival (IMF) 2018 diselenggarakan dengan tujuan untuk edukasi tentang apresiasi seni bagi masyarakat. Sekaligus untuk sarana menjaga nilai dari kehidupan seni sebagai bagian dari kehidupan budaya yang menjadi karakter bangsa. Membuka peluang menjadi industri kreatif di sub sektor seni pertunjukan dan menjadi destinasi wisata berbasis seni budaya, ujar Dra. R. Ay. Irawati Kusumosasri M.Sn (Soebijanto/reogbiyan)

5 COMMENTS

  1. […] International Mask Festival (IMF) 2018 di adakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’ yang digelar di Pendapa Prangwedanan Istana Mangkunegaran Surakarta dari pukul 19.00 wib sampai selesai.Reog Yoga Banyuanyar Solo merupakan grup reog anak-anak yang didirikan oleh Agung Setiono pada tanggal 14 Nopember 2018 yang berhome base di kampung Margorejo RT 05, RW 04 Banyuanyar, Banjarsari Surakarta. Sanggar ini beberapa kali tampil di sebuah pertunjukan sebagai opening atau closing ceremony di beberapa festival-festival atau pagelaran  di seputar Kota Solo dan Yogyakarta.Walaupun setiap penyelenggaraan pertunjukan Reog sampai sekarang masih dihubungkan dengan pertunjukan seni yang berbau mistik dan kebatinan, tapi kali ini Reog Bocah menyuguhkan tidak dengan itu semua, tapi malah dibuat menjadi sebuah pertunjukan hiburan yang esensinya masih memegang teguh dari aslinya (pakem) dengan tetap menampilkan warok, jathilan, bujang ganong, barongan dan klono sewandono versi anak-anak.Gerak dalam tari ini selalu menampilkan kelicahan dan geraknya selalu mantap yang menjadi salah satu ciri khasnya yang diselingi gerakan-gerakan lucu dari para anak-anak ini sehingga tercipta gerakan yang dinamis dan variatip yang sangat menghibur para penonton.Busana yang dikenakan masih identik dengan aslinya dari warok yang identik dengan senjata pamungkasnya berupa kolor warna putih dengan celana hitamnya, jhatilan yang identik dengan prajurit putri yang cantik menggunakan kain satin putih, jarik dan udheng sebagai penutup kepala serta mengendarai kuda kepang.Sedangkan bujang ganong menggunakan rompi dan topeng merah, sampur, celana, embong gombyang, binggel dan stagen, Barongan membawa dadak merak yang beratnya hampir 60 kg, klono sewandono menggunakan topeng merah, celana cinde, jarit, boro, stagen, kace, epek timang, binggel dan probo.Untuk riasan cenderung menggunakan riasan karakter make up dengan penebalan-penebalan make up muka yang membantu penari lebih mendalami peran yang ditampilkan dalam tarian yang dibawakan, seperti penebalan alis.Musik pengiring dari pertunjukan Reog Bocah ini rata-rata dari alat musik tradisional gamelan klasim Jawa secara live, yang masih mengadopsi musik tradisional reog yang dominan di kendang dan trompet. Tapi seiring perkembangan jaman dan para seniman juga ingin menambah kasanah seni musiknya, mereka mencampurkan musik pengiring ini dengan musik lainnya sehingga menambah bervariasinya seni pengiring musik pertunjukan reog ini.Reog Bocah. […]

  2. […] International Mask Festival (IMF) 2018 di adakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’ yang digelar di Pendapa Prangwedanan Istana Mangkunegaran Surakarta dari pukul 19.00 wib sampai selesai.Dini Maulidya S.pd lahir tanggal 27 September 1990 di Banjarmasih merupakan alumnus S1 Sendratasik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Beberapa karya yang sudah dihasilkan antara lain kambang sasirangan, kuasa atas kuasa, watun banjar, manginang, tampurung, rimprak, budaya seribu sungai, pusaka batuah dan piluntang.Inspirasi terciptanya Tari Astraprana ini berawal dari keinginan Dini Maulidya S.pd untuk mengikuti festival karya tari daerah tahun 2014 di Kalimantan Selatan Banjarmasin, dimana disini Dini ingin mengangkat tema tari topeng Kalimantan Selatan yang sudah sulit ditemukan didaerah ini, sehingga dengan memunculkan kembali maka akan dikenal serta diakui keberadaannya di masyarakat.Gerak Tari Astraprana mengambil ragam gerak tari topeng Banjar dimana didalamnya ada gerak sasar, tandang, kijik, jumasang, sasar bintang alih, lagoreh yang dikembangkan menjadi sebuah tarian yang dinamis dan variatip.Busana yang dikenakan pada bagian kepala atau irah-irahanya memakai surban kreasi dengan memakai kidah bawah dan atas, baju dan selawar handap, sabuk, selempang sasirangan dengan asesories klat bahu, bengkab tangan dan kaki dan  kerenceng kaki serta topeng.Irama yang mengiringi menggunakan gamelan klasik dimana ada gong besar dan kecil, sarun 1, sarun 2, pecking, sarantam, boning, bebun, beduk dan kangsi dengan irama jinggung, ayakan, pantang, peperangan, dan ada beberapa irama klasik lainnya.Tari Astraprana. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here