JALAN BANGUNHARJO, SUATU KEUNIKAN KAWASAN KAUMAN SEMARANG #1

0
873
Jalan Bangunharjo

myimage.id | Jalan Bangunharjo adalah suatu jalan yang terdapat disekitar kawasan jalan Kauman Semarang, yang banyak sekali keunikan yang dapat kita temui. Selain disekitar jalan ini ada bangunan Masjid Gede Semarang yang sangat terkenal,  juga kaya akan bangunan yang Arsitekturnya masih model Semarangan dan kehidupan sosialnya yang unik di bandingkan dengan daerah Semarang lainnya.

Jalan Bangunharjo banyak pertokoaan dari yang jual parfum sampai makanan ada semua disini. Tapi disini ada yang aneh, ada 2 titik di tengah jalan itu terdapat tiang listrik dan pohon yang masih kokoh berdiri disitu. Mungkin bagi pengguna jalan yang baru pertama lewat situ pasti merasa aneh. Karena pohon dan tiang listrik itu sangat mengganggu pengguna jalan. Ternyata masyarakat situ memang mengingikan hal tersebut tidak usah dipindah, karena mereka berpikir tiang dan batang pohon itu sudah ada dulu sebelum jalan yang baru ini diaspal, suatu hal yang aneh. Dan yang jelas sangat mengganggu lalu lintas kendaraan yang ada disitu.

Bangunan-bangunan di sepanjang jalan bangunharjo ini banyak yang masih asli dengan ciri khas Arsitektur Semarangan (kolonial). Dengan keunikan bangunan ini masih terlihat melihat detail-detail Arsitekturnya berupa ornamen-ornamen khas ukiran Semarang (berupa bentuk daun waru yang terdapat pada Masjid Kauman Semarang) dari konsol besi, pintu dan jendela sampai pada ornament lisplank.

Selain itu kawasan di Jalan Bangunharjo ini terkenal dengan kampung Quran. Memang kampung ini banyak sekali santri santri pada mondok disini untuk memperdalam ilmu membaca Alquran. Mereka datang dari seluruh Indonesia, untuk belajar membaca Alquran di kawasan ini. Rata-rata mereka belajar membaca ini memang agak lama sekitar 5 sampai 6 tahun untuk dapat melafalkan semua yang ada pada Alquran. Suatu perjuangan yang sangat berat bagi santri-santri ini.

Ada satu keunikan lagi di kawasan jalan Bangunharjo ini yang pada masyarakat sini menyebutnya dengan istilah “Kauman Kerajaan“. Sebenarnya ini merupakan olok-olokan masyarakat kawasan Kauman ini. Mengapa bisa disebut Kauman Kerajaan? Sejarahnya adalah dua ada 2 kakak beradik yang tinggal di sini, yaitu Kiai Abdullah dan Kiai Sahli. Keduanya pandai ilmu agama Islam. Kiai Abdullah beristrikan 4 orang dimana hanya satu istrinya saja yang mempunyai keturunan.

Sedangkan Kiai Sahli mempunyai 8 istri yang semuanya mempunyai anak dari istri-istrinya ini. Bedanya disini Kiai Sahli beranggapan bahwa istrinya dan keturunan-keturunannya harus beristrikan/bersuami dari sanak Rasul Muhammad (keturunan Arab). Disini uniknya adalah mereka semua tinggal dalam satu rumah dari jaman dulu sampai sekarang. Kondisi sekarang satu rumah di huni oleh 37 KK dengan jumlah orang lebih dari 100 orang yang tinggal di rumah tersebut. Makanya masyarakat kawasan kauman ini menyebut mereka sebagai  Kauman Kerajaan.

Memang kondisinya sekarang tidak seideal jaman dulu, mereka sangat berdesak-desakan untuk tinggal di tempat ini. Kondisi sanitasi sangat jauh dari dikatakan ideal. Tapi karena sudah kebiasaan, mereka jadi seperti tidak ada merasakan kondisi yang sangat memprihatikan tersebut. Disuruh pindahpun mereka tidak mau, walaupun ada beberapa anak mereka yang berhasil hidup sukses, mereka disuruh tinggal ditempat anaknya yang lebih layakpun sudah tidak mau. “Kauman Kerajaan” adalah hidup mati mereka keturunan Kiai Sahli. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here