myimage.id | Selamat pagi semua saudaraku. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Aroma asap dari hio dan bunga melati menyatu, terasa sekali di dalam Pendopo Rumdis Bupati Kabupaten Semarang. Semua ini mempertandakan kegiatan Jamasan Pusaka yang merupakan sebuah kegiatan adat istiadat seni budaya berupa menjamas pusaka-pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran II yang satu rangkaian dengan kegiatan HUT Kabupaten Semarang ke 498 di mulai.Jamasan Pusaka, culture, indonesiaAcara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang yang dibantu para Kadhang Budoyo atau orang-orang yang menpunyai jiwa terhadap Tosan Aji dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Kabupaten Semarang saja, seperti Ungaran dan Ambrawa tapi juga dari daerah Salatiga dan Semarang yang diselenggarakan tepatnya tanggal 14 Maret 2019, mulai dari jam 10.00 smp 13.00 wib.Tema acara Jamasan Pusaka pada tahun ini mengambil tema “Sengkuyung Gotong Royong Bangun Projo Kabupaten Semarang” yang lebih mengingatkan kita semua, bahwa kita ini satu tanah air di Kabupaten Semarang, sehingga semua elemen yang ada di Kabupaten Semarang dengan peran masing-masing mempunyai suatu kewajiban sama yaitu berbakti kepada Kabupaten Semarang.Jamasan Pusaka, culture, indonesiaJamasan Pusaka pada tahun ini sangat spesial, dimana diawal pembukaan acara Bupati Kabupaten Semarang hadir dan ikut membuka acara ini, sedangkan pada penutupan acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Semarang, bahkan beliau ikut menjamas salah satu pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran II ini.Jamasan Pusaka, culture, indonesiaSecara esensi, Jamasan Pusaka ini mempunyai 2 pengertian, pertama kegiatan ini merupakan membersihkan pusaka dari kotoran, debu dan karat sehingga pusaka ini menjadi lebih terawat dan bagus. Sebuah kegiatan seni budaya yang adiluhung pemberian leluhur kita yang berfungsi mengingatkan kepada kita supaya ingat kembali kepada sejarah diri kita.Jamasan Pusaka, culture, indonesiaKedua, dalam konteks hari jadi Kota Ungaran, kita diajak untuk mengingat HUT Kabupaten Semarang dari awal berdirinya sampai sekarang. Ini semua merupakan bekal untuk melaksanakan semua kewajiban kita untuk lebih memajukan Kabupaten Semarang kedepannya.Jamasan Pusaka, culture, indonesia“Pada Jamasan Pusaka ini, yang dijamas merupakan pusaka-pusaka yang dimiliki oleh Kabupaten Semarang Peninggalan Ki Ageng Pandanaran II mulai dari Tombak Lurus, Tombak Trisula dan Keris/Duwung Luk 7 (pitu), dimana semua berjumlah 6 bilah dan yang lain pusaka yang dimiliki oleh para Kadhang Budaya yang menjamas”, ujar Mohamad Edy Sukarno selaku juru kunci pusaka-pusaka ini.Jamasan Pusaka, culture, indonesiaJamasan Pusaka kali ini airnya diambilkan dari 7 mata air yang ada di Kabupaten Semarang, diantaranya dari Sendang Sikodok (Nyatnyono), Sendang Peyangklinan (lereng Gunung Kendali Sodho), Umbul Kali Pawon (Candi Gedong Songo), Umbul Kali Bening (Kec. Jambu), Sendang Brawijaya (Sebelah Timur Bukit Cinta), Sendang Senjoyo (Tingkir) dan Kawah Condrodimuko (lereng Gunung Merbabu).Jamasan Pusaka, culture, indonesiaSelama acara ini berlangsung, tembang-tembang Jawa (Mocopat) di lagukan sampai acara ini selesai, lagu-lagu Jawa ini diantaranya Sekar Dandanggulo, Sekar Mijil, Sekar Maskumambang, Sekar Pucung, Sekar Megatruh, Sekar Gambuh, Sekar Kinanti, Sekar Durmo, Sekar Pangkur, Sekar Asmorodono dan Sekar Sinom.Jamasan Pusaka, culture, indonesiaAcara ini merupakan satu rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Semarang yang dimulai dari tanggal 8 Maret 2019 berupa kegiatan-kegiatan seperti Ziarah, Parade Merti Bumi Serasi, Jamasan Pusaka, Wilujengan, Apel Budaya, Millenial Safety Road Festival, Kirab Budaya, Jalan Sehat dan diakhiri dengan Resepsi HUT Kab. Semarang di Kecamatan Jambu. Semua ini merupakan rangkaian acara atraksi wisata yang ditawarkan Kabupaten Semarang untuk umum.Jamasan Pusaka, culture, indonesiaSebuah kegiatan  adat istiadat seni budaya yang mengingatkan kita semua agar jangan lupa terhadap diri kita yang sesungguhnya sebagai orang Indonesia khususnya Jawa. Semuanya ini memberikan kita bekal untuk mempunyai kepribadian yang utuh dan baik untuk ikut melestarikan dan mengembangankan seni budaya kita secara nyata. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here