myimage.id | Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017 merupakan forum kreatif yang di jadikan ajang eksistensi seni dan ruang silaturahmi budaya berbasis lokalitas daerah yang menyelengarakan kegiatan seni, pertunjukan rupa dan media. Pada tahun ini mengusung tema “EKSPLORING NEW MEDIUM“.

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

Festival ini sangat butuhkan sebagai sarana atau medium dalam semua elemen seni dan budaya karena seniman tidak bisa sendiri tapi tetap harus berinteraksi dalam dunia seni, untuk lebih produktif, kreatif dan inovatif. JIAF di harapkan menyambung terhadap pelaku seni karena adanya ketimpangan antara jumlah praktisi seni dan ketersediaan ruang untuk unjuk karya yang menimbulkan permasalahan seperti tidak tersalurkannya ekspresi seni, sehingga hilangnya gairah berkarya dan kepercayaan hidup sebagai seniman.

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

Lembaga seperti SMKI, ISI dan ISBI secara terus menerus melahirkan banyak seniman yang tersebar di masyarakat luas. Dari waktu ke waktu, seniman hasil pendidikan formal semakin bertambah jumlahnya, namun wadah unjuk karya sangat terbatas. Berbagai festival Indonesia seperti Art Summit Indonesia, Indonesia Dance Festival, Festival Kesenian Yogyakarta dan festival lainnya belum dapat menampung karya creator muda yang semakin banyak jumlahnya.

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

Gagasan diadakan Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017 merupakan bagian dari respon diera jaman modern atau digital yang sekarang era keterbukaan merupakan bagian dari pergaulan antar manusia secara Internasional merupakan sesuatu hal yang sangat lumrah sekali.

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

Penyelengaraan Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017 ini diusulkan 3 tahun yang di mulai tahun ini, dimana pada tahun ini difokuskan pada pembangunan stakeholder internal dengan mengutamakan pembangunan sumber daya manusia pekerja festival. Pada tahun kedua mengembangkan faktor eksternal yang mencakup dukungan tingkat nasional. Sedangkan pada tahun ketiga meningkatkan pembangunan stakeholder Internasional. Setelah itu JIAF diharapkan dapat tetap terselenggara secara mandiri dengan dukungan stakeholder lokal, nasional maupun internasional.

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

Penelitian penciptaan JIAF menggunakan metode riset artistic yang menghasilkan karya festival dan ilmiah. Penyelenggaraan JIAF berpusat di kampus ISI Yogyakarta dan berkolaborasi dengan kelompok kesenian masyarakat, lembaga pemerintahan dan pihak lain yang terkait. Bentuk kegiatannya mencakup seminar, pentas, tayangan, eksperimen dan residensi.

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

Program Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017 melibatkan ratusan pelaku seni dengan menampilkan 19 karya seni, pertunjukan dan media rekam oleh seniman-seniman dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, Vietnam, Inggris, Spayol, Costarica, Yunani, Thailand, Belanda dan Amerika Serikat.

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

 RUNDOWN JIAF & BAF8
JIAF

25 OKTOBER TECHNICAL REHEARSAL

26 OKTOBER

09:00-11:00
Seminar “Exploring New Medium” di GKU FSP
Moderator: Rina Martiara
Narasumber:
Drs. Subroto, M.Hum.
Nindityo Adipurnomo (Perupa)
Susas Rita Loravianti (Koreografer)
Indra Tirtana (Sineas)
13:30-15:00
Workshop Tari Klasik Kamboja
di Studio 2 Prodi Seni Tari
Instruktur: Sot Sovanndy- Cambodia
Translater: Idi Forrest & Okky Bima
13:30-15:00
Tayang Film dari Mes 65 di Ruang AUVI-FSRD Lt. III
15:00-15:20
SARASWATI DRUM CORPS ISI YOGYAKARTA
di Depan Galeri RJ Katamsi, start dari Gerbang kampus ISI Yogyakarta
15:30-17.30
EXPERIMENTAL ARTS
Pengantar: Drs. Subroto, M.Hum
Agus Purwantoro-Magelang: Sinthing Nungging
Moh. Hariyanto-Surabaya: Ghabal
Widi-Yogyakarta: 0
Syahrizal Pahlevi-Yogyakarta: Judo Print
Rinaldo Ardiansyah-Yogyakarta: Sinergi energi elegi legi
Tony Broer-Bandung: Tubuhkatatubuh
Pengamat: Dr. St. Sunardi, Dr. Suwarno Wisetrotomo, Dr. Ni Nyoman Sudewi

Jogya International Arts Festival (JIAF) 2017

JIAF 26 OKT

19:30-22:30

PERFORMING ARTS

Menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”
Sot Sovanndy (Cambodia) “Trout Poul Yeak”
Danang Pamungkas (Surakarta) “Broken Buterfly”
Katia Sophia Ditzler (Germany), Jordan Schnee (USA) “Songs from Faraway”
Gerard Mosterd (The Netherland); penari: Mohd Shafiq Yussof (Malaysia) “Unfolding”
Risca Putri Wulandari (Yogyakarta) Candhuk
Spicy Corn (Christian Mejia Pacheco-Costa Rica; Maria Markaki-Greece;
Jordan Schnee-USA; Silvia Larrauri-Spain; Luqmanul Chakim &
Eka Rahmawan-Indonesia) “Las Panaderas”
Dhimas AVA (Yogyakarta); Penari: Potchanan Pantham (Thailand) dan Mhs ISIY “Kids Jaman Now”
Ari Rudenko (USA) “Prehistory Body”
PDT Singapore (Penari: Muhd. Asriiwalle – Singapore, Hasna Febria-Bandung.
Musik: Ellen Jordan-UK, Jade Flahive Gilbert-UK, Abah Cece-Sumedang,
Usu Sudrajad-Sumedang) “Inked”
Susas Rita Loravianti (Padangpanjang) “Balega di Tanah Manang”
REUNIST BAND (Yogyakarta): Krisnu-Vocal; Herman-Guitar; Cicik-Gitar; Agung-Bass; Winan-Keyboard; Hasan-Drum; Deny Dumbo- Sound Enginer.

 

27 OKTOBER
TECHNICAL REHEARSAL
28 OKTOBER
15.30-17.30
Wayang Kulit Bocah (disediakan doorprize untuk penonton anak2)
19.30-22.00
Karawitan Simolaras & Panembromo
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
STKW-Surabaya: Hanger
Fitridance-Padangpanjang: Nan Tongga
G. Mosterd/S. Yussof-Belanda/Malaysia: Unfolding
Katia & Jordan-Jerman/USA: Songs from Faraway
Kotabarau-Kalsel: Piruhut
Patry dance-Surabaya: Fase Tubuh
Anang dance-Yogyakarta: Jeprak
Kolaborasi Miroto-Krisna Murti-Dhimas AVA: Incarnation
 

29 OKT

13.00-17.30
Jatilan Gagak Rimang
Darimana2-Malaysia, Jerman, Timor Timur, Vietnam, USA
19.30-20.00
Shalawatan Pompes Salaf
Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Aerli Rasinah-Indramayu: Topeng
Sot Sovanndy-Kamboja: Trout Poul Yeak
Spicy Corn-Costarika, Yunani, USA, Spanyol, Indonesia: Las Panaderas
Indre Ginkeviciute: Atmosphere Nomadic Theater (Video)
Malang Dance-Malang: Sing Get
Abib Igal Dance Project-Kalimanatan: Titis Tutus
Ari Rudenko-USA: Prehistoric Body
PDT Singapore: Inked
Lora Padangpanjang: Balega di Tanah Manang
Kolaborasi Miroto-Krisna Murti-Dhimas AVA: Incarnation

(Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here