myimage.id | Sebuah warisan yang adi luhung yang melintasi waktu dan pergulatan dalam kehidupan bangsa Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Ya, itulah batik yang merupakan karya yang unik yang bernilai sangat tinggi yang tidak saja dinilai dari visualnya saja, tapi juga memancarkan pengalaman spiritual yang sangat dalam. Semua itu dituangkan dalam Jogya International Batik Biennale 2018 yang merupakan sebuah acara pameran, seminar dan worshop tentang batik yang diadakan setiap 2 tahun sekali di Daerah Istimewa Yogyakarta.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureJogya International Batik Biennale 2018 ini dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta karena kota Yogyakarta ditetapkan oleh Dewan Kerajinan Dunia atau WCC (World Craft Council), sebagai kota Batik Dunia, dengan 7 penilaian yang prosesnya sangat panjang dan semua penilaian ini ada di Kota Yogyakarta.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureKe 7 penilaian yang dilakukan oleh WCC (World Craft Council), yang menetapkan dasar Yogyakarta sebagai kota batik dunia adalah Autenticity (Historical Value), Originality (Cultural Value), Preservation (Transgeneration Value), Marketability (Economic Value), Ecofriendly (Green Value), Internationality (Global Value) dan Sustainablity (Consistency Value).Jogya International Batik Biennale 2018, cultureTidak hanya Yogyakarta saja yang mau dikatakan sebagai kota Batik International, tapi banyak kota-kota didunia ingin melakukan itu juga. Tapi hanya Daerah Istimewa Yogyakarta yang dapat memenuhi penilaian dari WCC (World Craft Council) tersebut.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureJogya International Batik Biennale 2018 berlangsung dari tanggal 2-6 Oktober 2018 mulai pukul 10.00-21.00 wib yang terbagi di enam tempat yaitu, Museum Benteng Vastenburg, Taman Budaya Yogyakarta, Bekas Gedung Koni Yogyakarta, Museum Batik Yogyakarta, Jogya Gallery dan Pagelaran Kraton. Batik yang di pamerankan tidak hanya batik klasik dari Indonesia tetapi juga ada batik dari mancanegara juga.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureDi bekas Gedung Koni Yogyakarta ada pameran batik yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, yang mengambil tema “Daur Hidup Batik” artinya pameran ini menceritakan mulai dari kelahiran sampai kematian pada manusia yang semuanya tidak bisa lepas dari batik.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureSeperti pada batik kopohan yang digunakan sebagai alas bayi waktu dilahirkan sampai pada batik dengan motip slobog yang digunakan sebagai alas peti mati. Semua motip batik ini mempunyai makna dan filosofinya sendiri-sendiri dengan harapan masyarakat semakin tahu makna dan filosfinya tersebut.Jogya International Batik Biennale 2018, culturePaguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad didirikan pada tanggal 17 Mei 1999, saat ini anggotanya kurang lebih 998 yang tersebar di Indonesia, bahkan luar negeri. Visi misinya adalah melestarikan dan mengembangkan batik di Indonesia serta meningkatkan pemahaman dan kecintaan Batik melalui pendidikan, pelatihan, promosi dan sosialisasi.Jogya International Batik Biennale 2018, culturePaguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad  bersama dengan masyarakat akan melaksanakan tanggung jawab sebaik-baiknya sesuai dengan perbatikan Indonesia. Home basenya di Jombor Tegal No 65 RT 01, RW 18 Sinduadi Mlati, Sleman, Yogyakarta, HP 085600962015/081328754550 atau di jalan Pandega Marta 37A Pogung Yogyakarta, (0274) 580665.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureBatik juga erat kaitannya dengan tari, wayang dan keris, karena motip-motip dalam wayang ada batiknya dan sebaliknya, kerispun sama dan ini semua adalah warisan nenek moyang kita yang harus selalu kita jaga. Ada yang unik dan special bahan batik klasik, semua menggunakan zat alami bukan zat kimia.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureKita sebagai bangsa Indonesia diharapkan menghargai dan menghayati bahwa batik ini satu-satunya yang dipunyai oleh Indonesia khususnya Yogyakarta. Kita minimal mengetahui makna dan filosofinya sehingga pemakaian batik yang dikenakan bisa menyesuaikan waktu dan kondisi.Jogya International Batik Biennale 2018, cultureBatik adalah hasil karya tangan, batik printing bukan batik tapi tekstil motip batik, dan para penjual batik diharapkan jujur terhadap semuanya itu, ujar Sisil salah satu anggota Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here