[metaslider id=1375]

“Belum ke Semarang, kalau belum ke Pasar Johar.”

myimage.id | Idiom di atas menunjukkan bahwa pasar ini dulunya sangat terkenal. Pasar Johar merupakan area perdagangan dan pusat jual-beli di Kota Semarang. Pasar yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah ini  menjadi salah satu tujuan berbelanja masyarakat Semarang dan kota-kota di sekitarnya. Semua bermula pada tahun 1860, saat itu banyak orang berdagang di depan rumah penjara yang terletak di sebelah timur aloon-aloon Semarang. Para pedagang tersebut melayani para keluarga tahanan yang menunggu jam besuk di bawah pohon Johar. Kegiatan ini dianggap tidak mengganggu lalu lintas, sehingga dibiarkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Bangunan Pasar Johar yang saat ini tinggal kerangka, dibangun pada tahun 1936 merupakan warisan arsitek Belanda, Herman Thomas Karsten.

Bangunan utama pasar ini terdiri dari empat blok bangunan yang disatukan oleh gang selebar 8 meter. Orientasi bangunan Pasar Johar menghadap ke arah Barat. Pasar ini memiliki bangunan 2 lantai yang berada di tepinya, sedangkan bagian tengahnya berupa void. Pondasi terbuat dari batu, strukturnya dari beton bertulang dengan sistem cendawan pada kolom-kolom yang memiliki modul 6 meter dengan penampang berupa persegi delapan. UPTD pasar wilayah Johar merupakan satu diantara enam UPTD Dinas Pasar Pemerintah Kota Semarang berdasarkan SK Walikota Semarang Nomor 87 Tahun 2008 tanggal 24 Desember 2008. Total luas lahan Pasar Johar kurang lebih 17.000 m2, yang berbatasan dengan beberapa pasar, diantaranya Pasar Yaik Baru, Pasar Yaik Permai, dan Pasar Kanjengan. Menurut data Dinas Pasar Pemerintah Kota Semarang, jumlah pedagang aktif di Pasar Johar kurang lebih 3000 orang, yang terbagi dalam tiga wilayah yaitu, Johar Utara, Johar Tengah, dan Johar Selatan. (data terakhir sebelum terbakar Mei 2015)

Ciri khas arsitektur Pasar Johar adalah kolom-kolom konstruksi jamur ( mushroom ). Langit-langit berupa atap datar terbuat dari beton. Pada bagian tertentu dari atap, ditinggikan sebagai lubang udara. Bangunan ini memenuhi lapak yang tersedia, sehingga tidak terdapat halaman ataupun ruang terbuka. Inilah yang sesuai dengan prinsip Thomas Karsten, yaitu efisiensi ruang. Sebuah karya arsitektur yang luar biasa. Cahaya matahari bisa masuk ke seluruh penjuru pasar tanpa ada efek panas. Udarapun bisa masuk dengan sirkulasi yang baik. Puncaknya, pada tahun 1955, Pasar Johar merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara.

Foto-foto Pasar Johar bagian 1 ini diambil dalam periode 1995 hingga 2009, dan masih bagian kecil dari liputan Pasar Johar dulu. (Rahman Hakim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here