myimage.id | Kamera terbaik selalu menjadi pertanyaan awal para penghobby foto atau orang yang ingin membeli pertama kali kamera. Bagi yang belum memiliki kamera, mereka seolah tak ingin salah beli. Sementara yang sudah punya, kadang masih bertanya juga, apakah kamera yang dimiliki sudah yang terbaik atau paling bagus. Hal ini bisa dimaklumi karena hasil foto yang diperoleh kurang atau belum bagus.

Kamera Terbaik itu relatif

Hampir setiap tahun produsen kamera mengeluarkan seri baru untuk masing-masing level fotografi dan berbagai keperluan, dan masing-masing model tadi memiliki fitur sesuai level dan kebutuhannya. Selera orang yang berbeda-beda itu yang membuat semua produk kamera relatif laku di pasaran.

Pada prinsipnya tidak ada kamera yang jelek atau salah produksi. Produsen kamera sudah mengeluarkan biaya yang besar untuk riset dan pengembangannya, jadi tidak mungkin mempertaruhkan nama baik dan nama besar untuk mengeluarkan produk yang cacat. Kemungkinan yang ada ketika foto-foto yang dihasilkan belum bagus adalah fotografer pemula belum menguasai benar fitur-fitur yang ada di kamera atau malah lebih parah lagi, belum bisa memotret dengan baik dan benar.

Kamera terbaik adalah kamera yang kamu punya sekarang ini. Pelajarilah menu dan fitur yang ada dengan baik. (Baca artikel “Ingin Dapat Foto Bagus? Bacalah”. Bila belum bisa lancar membaca atau menerjemahkan bahasa Inggris, bisa mencari di google. Rata-rata kamera sudah ada panduan dalam bahasa Indonesia, dan dengan memahami fitur dan menu kamera dengan baik, maka kita bisa memaksimalkan alat untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal juga.

Mencari kamera terbaik mungkin tak pernah ada karena manusia selalu berkembang dan tak cepat merasa puas. Selalu ada perkembangan di dunia teknologi fotografi. Semuanya untuk memudahkan dan membuat praktis. Prinsipnya efektif dan efesien, menjadi lebih cepat, lebih baik kualitasnya dan menyenangkan.

Kalaupun ada kamera dan lensa terbaik, akankah semua orang diseluruh dunia membelinya? dan memilikinya? Hehe.. Sementara ini yang saya tahu belum ada…. tiap orang punya selera yang berbeda-beda. (Rahman Hakim)

2 COMMENTS

  1. Artikel yang sangat menarik, bolehkah artikel ini saya jadikan salah satu referensi untuk blog saya? Saya sangat tertarik dengan fotografi, dan saya baru menekuninya sebagai hobby beberapa tahun belakangan. Jika diijinkan, saya ingin menyadur sebagian dari artikel dalam beberapa tulisan saudara, tentu saja, dengan menyertakan sumbernya serta link ke artikel saudara. Bolehkah?
    Oh ya, blog saya di trisoenoe.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here