myimage. id | Kawasan Industri Sego Kucing adalah kawasan pusat penghasil produk sego kucing yang ternyata di Semarang terdapat pada satu tempat khusus tepatnya di jalan Srondol Kulon RT 01/ RW 01, Kecamatan Banyumanik. Siapa yang tidak kenal dengan istilah nama “Sego Kucing”?. Sego kucing  sangat popular di Jawa Tengah terutama di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan seperti Solo, Klaten bahkan DIY serta di Jawa Tengah bagian Utara seperti di Semarang dan sekitarnya.

Kawasan Industri Sego Kucing

Awal ide muncul Kawasan Industri Sego Kucing di Srondol ini adalah adanya program dari Pemerintah Kota Semarang, yang mana setiap daerah di kawasan Kota Semarang harus mempunyai ciri khas masing-masing (tematik) yang dapat berupa produk unggulan daerah itu. Seperti Gunung Pati terkenal dengan duriannya, Pudak Payung terkenal dengan jajan pasarnya, sedangkan di Srondol Kulon ini banyak sekali pembuat nasi kucing, maka di angkatlah tematik Kawasan Industri Sego Kucing di Srondol Kulon ini.

Kawasan Industri Sego Kucing

SEJARAH SEGO KUCING

(versi “Pak Antok sego kucing” dengan sumber teman-temannya yang ada di kota Demak)

Istilah sego kucing pertama kali di perkenalkan oleh orang-orang perantauan dari Demak yang merantau di daerah selatan seperti Solo, Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena daerah ini merupakan daerah wisatawan dan pelajar, maka istilah sego kucing langsung terkenal dan menyebar di daerah ini. Sego kucing adalah sego yang lauknya teri dan bandeng yang biasanya digunakan untuk makanan kucing.

Kawasan Industri Sego Kucing

Jenis makanan yang sangat popular di kalangan rakyat kecil, karena selain rasanya enak yang penting adalah harganya sangat murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat luas. Sego kucing pada pokoknya adalah nasi dengan lauk teri dan bandeng dengan bungkus daun pisang yang hanya di jepit dengan biting saja.

Kawasan Industri Sego Kucing

PERKEMBANGAN SEGO KUCING

Sego kucing di bawa oleh orang-orang Demak di Semarang dan oleh orang Semarang di kembangkan. Tapi seiring dengan waktu sego kucing berkembang tidak hanya nasi dengan teri dan bandeng tapi berkembang seperti sego kucing sambel teri, sambel bakso, rica-rica ayam, ati ayam, ayam bumbu balado, cumi-cumi, oseng usus, pindang sambel, telur balado, oseng-oseng tempe, rempelo sambel, teri lombok ijo dan cara kemasannya yang sudah di kasih tanda tulisan yang menunjukan jenis sego kucing apa itu. Bahkan sekarang sego kucing sudah masuk ke café-café juga.

Kawasan Industri Sego Kucing

Menurut Sumariyatno atau lebih beken di panggil “Pak Antok sego kucing” perkembangan sego kucing dalam beberapa tahun ini sangat pesat. Dulu pada era 80 an sego kucing belum banyak orang tahu. Dia bisa memasok sego kucing banyak sekali di daerah Semarang ini, Tapi karena sekarang lebih maju, banyak orang  bisa buat dengan mudah, karena sego kucing bukan sesuatu hal yang special maka produksinya dia kurangi, hanya seputar Sampangan, Jatingaleh dan Tembalang. Kalau menjual sego kucing kuncinya itu di minumannya, karena sego kucing bukan kuncinya tapi hanya pelengkap saja.

Kawasan Industri Sego Kucing

Ada perbedaan ciri-ciri angkringan sego kucing daerah Selatan (Solo, Klaten dan DIY) dan Utara (Semarang dan seputarnya). Pada angkringan sego kucing daerah Selatan (Solo, Klaten dan DIY) :

  • Suasanya remang-remang karena hanya di cahayai oleh sentir atau ceplik dulunya (Sekarang rata-rata pakai lampu neon semua)
  • Pada deklitnya tidak ada tulisan apapun hanya deklit dengan warna aslinya
  • Pada minuman jahenya bisanya di tumbuk atau di gejhek dan dimasukan di dalam tempatnya

Pada angkringan sego kucing daerah Utara ( Semarang dan seputarnya) mempunyai ciri-ciri:

  • Suasananya lebih terang karena di terangi oleh neon.
  • Pada deklitnya banyak tulisan yang menunjukan ciri khas tersendiri seperti tulisan sego kucing arto moro, sego kucing mas karebet, sego kucing mbah parjo dan masih banyak lagi variannya.
  • Pada minuman jahenya biasanya utuhan tidak di gejek atau di tumbuk

Kawasan Industri Sego Kucing

Sego kucing adalah makanan rakyat kecil yang lambat laun makin terkenal dan bisa di katakan makanan klangenan. Kalau tidak makan sego kucing belum mantap tidak sebatas para rakyat kecil, mereka yang notabene kaum ataspun akan kangen dengan makan sego kucing ini, dan yang lebih penting nongkrongnya itu yang menambah nikmat rasa sego kucing ini. Siapapun pasti tahu nikmatnya makan sego kucing. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here