myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Keanekaragaman tari tradisional yang ada di Indonesia merupakan sebuah harta tak ternilai yang harus kita kembangkan dan lestarikan secara nyata dengan mengikuti perkembangan jaman sehingga menjadi sesuatu yang menarik yang didalam dunia pariwisata dapat dijadikan sebagai daya tarik wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. Ya semua ini terlihat dalam Kemilau Tari Jawa Tengah yang merupakan sebuah format ujian pada mata kuliah Tari Daerah Jawa Tengah II dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.Kemilau Tari Jawa TengahUjian Tari Daerah Jawa Tengah II ini dilakukan dengan pementasan pertunjukan, karena sebelum melakukan ini semua, para mahasiswa secara berkelompok berobservasi ke sanggar-sanggar atau narasumber koreografer di daerah aslinya.Kemilau Tari Jawa TengahObservasi ini dilakukan para mahasiswa dengan bentuk kelompok-kelompok dengan jumlah 8 dan untuk penentuan daerahnya diserahkan sendiri langsung kepada para mahasiswa. Mereka belajar secara langsung dari narasumber daerah yang pada tahun ini mengusung tema “Tari Unggulan Daerah”.Kemilau Tari Jawa TengahTari Unggulan Daerah mempunyai makna bahwa para mahasiswa belajar tentang tari unggulan yang ada di daerah observasi sampai kemudian kembali ke kampus untuk dikembangkan dan dipertunjukan tanpa mengurangi originalitas. Memang selama ini tiap tahunnya tema selalu berganti-ganti, tapi koridornya masih Tari Jawa Tengah.Kemilau Tari Jawa TengahKemilau Tari Jawa Tengah ini dipentaskan di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2019 pukul 09.00 wib sampai selesai, dengan dosen pembimbing Drs. Indriyanto, M.Hum, Drs. Bintang Hanggoro Putra, M.Hum, Dr. Restu Lanjari, S.Pd., M.Pd.Kemilau Tari Jawa Tengah

Kemilau Tari Jawa TengahAcara di buka oleh Dr. Udi Utomo, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Drama Tari dan Musik Universitas Negeri Semarang yang mengatakan, “Dengan mahasiswa turun langsung dengan sanggar-sanggar dan narasumber, maka ini merupakan penghargaan bagi mereka, bahwa selama ini mereka dihargai dan diperhatikan. Ini merupakan proses pembelajaran mahasiswa terhadap dunia masyarakat secara nyata dan bentuk apresiasi Unnes sebagai kampus konservasi yang tidak hanya berkutat dengan pelestarian dan pengembangan seni budaya, tetapi juga menyentuh pelaku-pelaku seni budaya”.Kemilau Tari Jawa TengahKarena ini satu mata kuliah dimana ada 16 kali pertemuan, Dosen Pembimbing atau Pengampu membuka kesempatan kepada para mahasiswa dengan 4 pertemuan utama, dimana pada pertemuan pertama berisi penjelasan, kemudian dilanjut para mahasiswa melakukan observasi dilapangan selama 5 Minggu, dilanjutkan Minggu ke 6 dan seterusnya mahasiswa kembali ke kampus kemudian proses bimbingan sampai ujian pertunjukan.Kemilau Tari Jawa TengahDalam bimbingan ini pembahasannya tentang konsep tariannya, mulai dari bagaimana dan apa yang diperoleh dari daerah observasi mulai dari gerak, busana sampai iringannya yang kemudian diolah dikampus dan endhingnya dengan pementasan pertunjukan secara bersama-sama yang terdiri dari 8 kelompok.Kemilau Tari Jawa Tengah

Kemilau Tari Jawa TengahSebelum melakukan ini semua para mahasiswa dibekali dengan mata kuliah kreatifitas, komposisi sebuah tarian, maka ketika mereka menerima tari daerah yang masih original yang kemudian diolah sendiri sehingga terlihat manis, indah, kreatif dan dinamis tanpa menghilangkan esensi originalitasnya dengan harapan tariannya menjadi lebih kemilau.Kemilau Tari Jawa TengahTari Unggulan Daerah adalah sebuah tarian yang mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dipunyai oleh daerah lain. Kedelapan Tari Unggulan Daerah ini berasal dari Banyumas (Tari Mbaleng Sekar Gadung), Jepara (Tari Rondek), Temanggung (Tari Ruwat Mangsakala), Blora (Tari Ledhek Barangan), Pati (Tari Topeng Mina Tani), Wonosobo (Tari Topeng Lengger Sontoloyo), Batang (Tari Tahu Robyong), Purbalingga (Tari Ranggawis).Kemilau Tari Jawa TengahMemang tidak menutup kemungkinan manakala Tari Unggulan Daerah Jawa Tengah ini tidak selamanya tari tradisonal, manakala daerah observasi tersebut tari unggulannya tari klasik seperti di Kota Surakarta dan ini sangat memungkinkan.Kemilau Tari Jawa Tengah

Kemilau Tari Jawa TengahKemilau Tari Jawa Tengah 2019 penilainnya terbagi menjadi 2, pertama adalah nilai proses yang dimulai sejak awal yang dipantau oleh Dosen Pembimbing mulai dari proses pembentukan tari, dan nilai akhir yaitu nilai pementasan pertunjukan dimana disini ada nilai kelompok dan individu.Kemilau Tari Jawa TengahPengembangan proses belajar seperti inilah yang menjadi prioritas Universitas Negeri Semarang yang berbasis konservasi seni dan budaya Indonesia, artinya tari-tari unggulan ini tidak akan hilang atau lepas karena dikembangkan dan dilestarikan menurut jamannya sehingga menarik kaum milenial.Kemilau Tari Jawa TengahSebuah kearifan lokal lewat pementasan pertunjukan Kemilau Tari Jawa Tengah 2019 oleh para mahasiswa, apa yang dipelajari lewat daerah observasi lapangan merupakan sebuah karya yang diakui daerahnya yang kemudian dikembangkan menjadi sesuatu yang baru dan variatif yang semuanya  ini menjadi tanggung jawab kita semua dalam menjaga kearifan lokal yang beranekaragam.Kemilau Tari Jawa Tengah“Dengan semua ini, diharapkan para mahasiswa setelah lulus lebih menghargai karya seni orang lain dan ikut menjaga karya itu dengan mengembangkan dan melestarikan secara nyata di lingkungan masyarakat”, ujar Drs. Bintang Hanggoro Putra, M.Hum selaku dosen pembimbing disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here