myimage.id | Tari Legu Gondong adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang kegundahan hati sang Prabu di Kerajaan Kesima tentang terjadinya wabah mematikan pada kehidupan masyarakatnya. Wabah tersebut diyakini disebabkan oleh raksasa yang berwujud nyamuk yang dikenal sebagai Rangda Legu Gondong.

Tari Legu Gondong

Sang Prabu meyakini bahwa Dewa Laut adalah Dewa penguasa wabah dan hama. Untuk itulah Sang Prabu Kesima memohon kekuatan dari Dewa Laut agar dapat mengembalikan Legu Gondong kepada Pencipta Nya. Dengan berbekal anugerah kekuatan dari Dewa Laut, Sang Prabu Kesiman bergegas mempersiapkan diri untuk berperang memberantas wabah yang disebarkan oleh Rangda Legu Gondong dimana akhirnya Rangda Legu Gondong dapat dimusnahkan.

Tari Legu Gondong

Tarian ini sebagai penutup dalam rangkaian acara Gedongsongo Royal Culture Ruwatan Nagari pada tanggal 23 Desember 2017, dimana  ini merupakan acara yang mempunyai tujuan sebagai pelestarian, pengembangan dan pemberdayaan seni, adat dan budaya Nusantara Indonesia.

Tari Legu Gondong

Tari Legu Gondong menekankan pada tiga kekuatan yaitu pada gerak, kastum dan property. Kastum memakai konsep perubahan bentuk dari kastum gagah menjadi kastum nyamuk (Legu Gondong) pada saat pementasan tari ini.

Tari Legu Gondong

Properti pada tarian ini menggunakan kipas besar dan topeng Gajah besar (Gajah mine) dimana gajah ini mempunyai makna dan dipercaya oleh masayarakat Bali sebagai kendaraan Dewa Baruna. Simbolnya Prabu Kesima mendapat berkat dari Dewa Baruna untuk memberantas wabah Rangda Legu Gondong. Filosofinya bahwa nyamuk itu berasal dari air maka cara menghilangkannya juga harus menggunakan air.

Tari Legu Gondong

Kipas mempunyai dua sisi dimana pada satu sisi melambangkan kerajaan dan sisi lainnya menggambarkan lautan. Kipas ini sangat muti guna selain digunakan sebagai bagian dari pementasan tari digunakan juga sebagai back ground (multi fungsi).

Tari Legu Gondong

Sedangkan iramanya bukan sekedar menggunakan gamelan biasa yang biasanya digunakan di Bali pada umumnya tetapi menggunakan Gamelan Singo Prage dimana gamelan ini hanya dipunyai dan dimiliki oleh Puri Kesima sendiri yang tidak dipunyai oleh Puri-Puri lain di pulau Bali. Tapi dalam tampilan pentas di Gedongsongo ini menggunakan gamelan Slonding yang sudah diinovasi dan di kreasi.

Tari Legu Gondong

Tari Legu Gondong termasuk tari kreasi baru, dimana tarian ini pernah diikutkan pada lomba Parade Tari Nusantara 2016, yang mendapatkan juara sebagai penata tari terbaik, penata musik terbaik, penampil tari terbaik dan musiknya sebagai musik unggulan, sehingga secara keseluruhan dinyatakan sebagai juara umum dan mendapat 9 piala sebagai penghargaannya.

Tari Legu GondongTari Legu Gondong

1Persembahan:Sanggar Senu Pancer Langit
2Penata Tari:Agung Rahma Putra
3Penata Musik:I Wayan Sudiarsa
4Penari:Eka Bagus Arista, Rai Yogi Iswara, Made Dwi Adi Mayora, Ida Ayu Sri Purnamadewi, Putu Parama Kesawa Andala Putra, I Gusti Ayu Sukmayanti, I Ketu Candra Lestari.

 

Tari Legu Gondong, cultureSebuah kreasi anak bangsa yang patut mendapat apresiasi besar dan merupakan bagian dari pelestarian seni budaya terutama tarian yang ada di Nusantara. Semoga ditahun kedepan semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan tarian-tarian baru yang menambah khasanah seni tari Indonesia khususnya tari Bali. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here