myimage.id | Selamat pagi semua saudaraku. Salam hangat, sehat dan sejahtera.  Kesenian tradisional lahir dan hidup di dalam masyarakat yang sifatnya aktual, maka kita harus selalu menjaga, mengembangkan dan melestarikannya secara nyata. Semua ini terlihat di dalam Ketoprak Truthuk Semarangan yang merupakan salah satu budaya lokal Semarang berupa kesenian ketoprak tradisional yang isi ceritanya berupa alur yang minimalis, dimana iringan awalnya dulu hanya memakai kentongan saja.Ketoprak Truthuk SemaranganKesenian ini sekarang lebih di gali lebih dalam lagi oleh para seniman Semarang, yang kemudian disosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaannya. Kesenian ini bisa dikategorikan sebagai tradisi budaya lisan (teater tradisional) atau ketoprak.Ketoprak Truthuk SemaranganDalam pementasannya, Ketoprak Truthuk Semarangan menyesuaikan dengan apa yang mereka punya, artinya hanya dengan kendang dan kentongan saja kesenian ini bisa dimainkan dan isi ceritanya bukan sebuah legenda maupun sejarah Jawa, tapi lebih ke cerita yang sedang trend di masyarakat saat ini.Ketoprak Truthuk SemaranganAcara Ketoprak Truthuk Semarangan diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang di obyek Wisata Gua Kreo, pada hari Minggu, tanggal 7 April 2019 dari mulai pukul 09.00 wib sampai selesai.Ketoprak Truthuk Semarangan“Ketoprak Truthuk Semarangan merupakan jembatan bagi para kaum muda untuk mencintai seni budaya daerah, mereka yang susah diajak menonton ketoprak, wayang kulit, wayang orang, dengan kesenian ini, yang simple dan ceritanya menarik menyesuaikan jaman sekarang, mereka diharapkan mau menontonnya”, ujar Totok Pamungkas, salah satu pelaku seni di Semarang.Ketoprak Truthuk SemaranganCerita dalam Ketoprak Truthuk Semarangan kali ini mengangkat tema seputar Pemilu yang akan kita selenggarakan pada tanggal 17 April 2019, yang mengajak semua warga negara dalam menghadapi Pemilu agar bisa memilah berita yang tersebar di masyarakat itu benar atau hanya berita HOAX.Ketoprak Truthuk SemaranganKali ini Ketoprak Truthuk Semarangan ditampilkan dengan dikompliti gamelan klasik Jawa tapi hanya sebagian saja, mulai dari kendang, gender, bonang yang hanya bilahnya saja, tidak semua. Beda dengan ketoprak yang cerita yang komplit. Bahasa yang digunakan juga merupakan bahasa sehari-hari dengan harapan agar anak muda lebih tertarik.Ketoprak Truthuk SemaranganAntusias pengunjung pun terlihat, mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua yang menyaksikan acara ini. Dan acara ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal atau luar daerah Semarang yang kebetulan hadir di tempat wisata ini, mereka ikut menyaksikan acara ini.Ketoprak Truthuk SemaranganKetoprak Truthuk Semarangan dimainkan oleh Tirang Community yang merupakan sebuah komunitas yang ada di Semarang dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari tari, ketoprak, wayang orang, teater, karawitan yang berhome base di Taman Budaya Raden Saleh Semarang.Ketoprak Truthuk SemaranganTirang Community beberapa kali menjuarai kejuaraan nasional dalam lomba kesenian tradisi lisan dalam tajuk “Festival Teater Tradisional” di Solo dan bahkan di Jakarta pernah 2 kali menjuarai kejuaraan ini.Ketoprak Truthuk Semarangan“Sebuah kesenian tradisonal yang baru pertama ini secara serius dikenalkan oleh Pemkot Semarang kepada masyarakat dengan ciri khas Semarangan yang kali ini mengambil tema “Membangun minat generasi muda terhadap atraksi seni budaya khususnya Ketoprak Truthuk Semarangan”, ujar Sarosa S.Sn selaku Kepala Seksi Atraksi Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang.Ketoprak Truthuk SemaranganDengan pagelaran ini maka diharapkan untuk tahun-tahun kedepan, kesenian tradisi Ketoprak Truthuk Semarangan ini bisa ditampilkan lagi, tidak hanya satu atau dua kali setahun sehingga lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya Semarang. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here