myimage.id | Klana Topeng Gagah Sewandono adalah sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang menceritakan tentang gandrungnya Prabu Sewandono kepada Dewi Sekartaji, yang dilakukan dengan memaksa  yang kesemuanya usahanya selalu gagal terus, sampai akhirnya dia sadar sendiri dan hanya mencintainya lewat imajinasinya, Dewi Sekartaji tidak bisa dia miliki, dia hanya milik Panji.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Tarian ini ciptaan dari Alm. KRT. Soenartomo Tjondroradono pada tahun 1980 an. Dahalu tarian ini diciptkan beliau sebagai bahan ajar di SMKI Yogyakarta, yang kareografernya khusus yang disebut dengan REP LORO (dua), dimana dalam tarian ini ditengah-tengahnya ada berhenti kemudian irama pelan. Selama ini ada versi lain yaitu REP SIJI (satu) yang ada di Pujokusuman, tapi kali ini KRT. Soenartomo Tjocndroradono membuat khusus yang sampai sekarang disebut dengan REP LORO (dua).

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javaneseTarian ini sangat cocok digunakan untuk acara-acara hajatan seperti pernikahan, yang dimaknai dalam tarian ini bukan masalah kegagalan Prabu Sewandono dalam menggapai cintanya tetapi makna dari pantang menyerahnya dia dalam mengapai cintanya kepada Dewi Sekartaji. Upaya seorang laki-laki dalam memperjuangkan untuk mendapatkan pasangannya.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Tarian ini ditarikan oleh Bale Seni Condroradono special di  Bangsal Trajumas, karena Bangsal  Srimanganti sedang dalam masa rehabilitas lepas gempa Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Acara ini di gelar pada tanggal 1 Juli  2018 yang merupakan sebuah acara rutin digelar bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Bale Seni Condroradono berdiri pada tanggal 19 Oktober 2009 yang diresmikan oleh Sri Sultan HB X. Bale Seni ini mengambil spirit dari alm. KRT. Soenartomo Tjondroradono, yang mempunyai aktivitas setiap rutin tiap jumat sore dan sering juga mengadakan sarasehan budaya yang diadakan tiap malam sabtu pahing yang merupakan weton dari KRT. Soenartomo Tjondroradono.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javaneseBase campnya di kadipaten Kidul Kp I/355 Yogyakarta, sebelah Utara Plengkung Tamansari. Disini juga mengajarkan bahasa Jawa termasuk dalam pembelajaran tari, sehingga anak-anak belajar bahasa sambil belajar menari. Program di Bale ini sejak awal berdiri ingin kiprahnya tidak hanya di tari (beksan), tetapi juga bahasa (basa) dan batik atau lebih dikenal dengan gerak 3 B yaitu beksan, basa dan batik.

 

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Gerak dalam tarian ini menggunakan gerak khas dari tari topeng yang tidak sama persis dengan yang digunakan dalam wayang orang  dalam hal ritmisnya, ada bentuk kembangan-kembangan yang tidak ada dalam gerak tari wayang orang. Pengembangan-pengembangan ini pada suatu ketika Dr. Kuswarsatyo, M.Hum atau lebih dikenal dengan Doktor Jhatilan putra dari  Alm. KRT. Soenartomo Tjondroradono bertanya kepada ayahnya, beliau mengatakan bahwa banyak sekali dipengaruhi dengan gaya-gaya yang lain termasuk tari topeng Cirebon dan tari topeng Surakarta, karena pada waktu itu yang pegang kendangnya adalah orang Surakarta, sehingga malah ditemukan secara tidak sengaja sekaran (kembangan) Yogyakarta dan ini merupakan sebuah kelebihan dari tari gaya Yogyakarta.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Komposisi gerak Klana Topeng Gagah Sewandono memakai  pola lantai berbentuknya Y, dimana geraknya di tengah kemudian samping kanan dan samping kiri. Geraknya didominasi dengan gerak kalang kinantang topeng, muryani busono disamping gerak atrap jamang. Pada gerak tarian ini banyak gerak yang dilakukan menggunakan lambung dan gerak paling penting adalah permainan gerak di wajah (topeng) yang menggunakan teknik tertentu untuk menghidupkan karakter topengnya (gerak patah-patah) disamping gerak nyampar sapit urang (tendangan jarik yang dikenakan). Klana Topeng Gagah Sewandono terbagi dalam beberapa gerakan inti  antara lain Kencak Srodok, Sembahan, Kopyokan, Blugeran, Oyok, Iluh-iluh, Tanduk, Liwung, Lembehan, Lumputan, Solah Kayul, Poseng, Kencak, Kopyokan Uter, Balang Jumlat, Kencak Siring, Ingge’, Ulap-ulap, dan ragam gerak penghubung antara lain Gedrug gawang, Singget 1, Singget 2, Singget 3, Singget 4, Sirig, Labas, Labas Kencak.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Busana yang dikenakan masih baku dengan wayang Purwo yang bedanya hanya bagian atas dan sampur kuning sebagai symbol seorang yang sedang gandrung (jatuh cinta). Pada bagian kepala menggunakan pogok kekesan, irah-irah bledekan besar dengan mahkota raja, sumping, topeng gagah warna merah. Pada bagian badan menggunakan kalung trap satu, kaweng (kain merah yang disilangkan didada) dan jariknya menggunakan motip parang gordo besar yang dikenakan dengan system capit urang, celana, boro, stagen (lontong) semuanya motipnya cindhe, sampur, kamus timang, buntal (bentuknya panjang terbuat dari wol dengan warna-warni) serta klat bahu.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Iramanya gendhingnya menggunakan bendrong dimana terdiri dari dua yaitu gelik dan lancaran bendrong yang dibolak-balik dan tidak ada gendhing yang lainnya.

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Klana Topeng Gagah Sewandono

1Persembahan:Bale Seni Condroradono
2Penari:Panggung Rahmat Gumelar

Klana Topeng Gagah Sewandono, culture, classic dance javanese

Sebuah tarian yang mempunyai makna dan filosofis yang dalam bagi seorang laki-laki, hendaklah kita harus pantang menyerah dalam pengelanaan dalam menggapai cinta atau apapun yang kita inginkan dengan cara jangan mudah menyerah dalam keadaan apapun. Pasti suatu ketika kita akan mendapatkan hasilnya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here